A Love Story

A Love Story
Menghadiri pesta



Di satu aula besar di sebuah hotel berbintang dengan dekorasi serba silver dan putih


Berjajar meja dan kursi yang di bentuk membundar dan bertaplakan kain sutera putih


Begituh mewah dan megah sekali dekorasinya serta bermacam makanan dan minuman tersedia di hantar pramuniaga yang bekerja cekatan


Terlihat mobil mobil mewah dan mobil sport berjajar memenuhi parkiran


Pak Mahendra,bu Melinda, Doni dan Devano berjalan menuju meja yang telah di persiapah kan dan di sambut oleh seorang wanita cantik berperawakan tinggi, putih berusia sama seperti bu melinda ia merupan bu Merisa yang tak lain ibu dari Diandra dan rekan bisnis Pak Mahendra


Bu Merisa memakai gaun casual khas wanita pengusaha yang begitu simple namun terlihat elegan dan di sampingnya Diandra terlihat cantik dengan postur tubuh nya yang tinggi dan langsing menggunakan gaun berwarna biru dongker selutut dengan memamerkan bahu nya yang bertulang selangka indah teelihat bak seorang model


" Selamat datang Pak Mahendra .. keduluan ya sama saya.. " kata bu Merisa dengan senyum diwajah nya


" terima kasih bu Merisa.. biasa ada gangguan sedikit.. "


"lihat calon menantu saya begitu sangat tampan serasi sekali pakaian kalian apa sudah janjian..??" kata bu Merisa sembari memeperhatikan Devano yang memang memakai jas biru donker sama seperti Diandra


Devano hanya tersenyum kecil dan berpura pura ramah kepada Diandra


" Tentu kami selalu serasi bu Merisa " kata nya Sambil memandang ke Diandra yang juga pura pura tersenyum ramah padahal dalam hati iya sangat kesal kepada Devano..


" mari kita duduk.. silahkan " kata ibu merisa


Mereka pun duduk posisi Devano yang berhadapan dengan Diandra membuat nya begitu tak nyaman dan ingin segera pergi dari sana,


"kenapa sih dia seperti ga nyaman lihat aku"


gumam Diandra memperhatikan Devano yang sedang memainkan handphone nya


" kamu begitu ganteng malam ini tapi kamu selalu cuek sama aku.. kenapa Dev..?? " gumam Diandra sedikit sedih


Di bundaran kursi sebelah nya ternyata Keluarga Adijaya yang menempati dengan Steve yang ternyata memutuskan ikut karna tidak ada kegiatan di rumah dan juga di paksa ibu mira


Ibu Mira begitu cantik dengan dandanan sederhana nya memakai gaun panjang berwarna hijau tosca membuat iya terlihat segar dan jauh lebih muda


"Selamat datang di pesta pertemuan antara para pengusaha terkenal di kota ini.. silah kan menikmati hidangan yang kami Sajikan semoga kalian menikmati acara ini


setelah acara penyambutan kita akan memberikan gelar pengusaha terbaik dan tersukses di tahun ini.."


Seorang moderator pria berbicara di atas panggung kecil dan di sambut riuh tepuk tangan oleh orang yang hadir di pesta tersebut


Devano yang mulai bosan meminta izin untuk pergi ke toilet dan Diandra pun mengikuti Devano beranjak dari kursinya


Devano yang sebenarnya ingin pergi keluar menjauhi suara kebisingan


" Dev tunggu aku..!! " teriak Diandra yang kesusahan melangkah dengan high heel nya


" aku ga suka acara kaya gini.. jadi aku ngikutin kamu.. " kata Diandri mengikuti Devano duduk di bangku yang tersedia di sana..


" terus ngapain kamu kesini kalo kamu ga suka..?? " kata Devano sambil melihat ke atas langit dan melihat bintang berkerlap kerlip disana..


" di paksa mama ku lah..


kamu juga kenapa kesini bukannya ga mau"


kata Diandra sambil memandangi Devano yang sedang melihat bintang


" kamu bagaikan bintang di sana Dev, sangat dekat namun sulit untuk di raih.. " gumam Diandra dengan wajah menunjukan kesedihan


"kamu tahu aku adalah alat untuk papa .. jadi aku harus memenuhi ke ingina papah.."


kata Devano memandang ke arah depan dan Diandra pun mengerti dengan perkataan Devano ibunya merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan Pak Mahendra hingga pak Mahendra menjodohkan Devano dengan nya


" aku tahu perasaan kamu.. tapi tolong aku juga korban seperti kamu juga jangan perlakukan aku seperti aku ini musuh kamu Dev.. " kata Diandra berpura pura tidak setuju atas perjodohan nya dengan Devano


" aku minta maaf sama kamu.. aku ga bisa membuka hati untuk orang lain selain Maria


teman masa kecil ku dulu.. " kata Devano yang telah menatap Diandra


"aku bakal nunggu kamu sampai kamu lupain dia" kata hati Diandra begitu sangat sedih


" maaf.. kamu seharusnya tidak berharap terlalu banyak dengan hubungan ini.. ya meskipun kamu memang ga suka sama aku


aku takut menyakiti hati orang lain "


" aku ngga apa apa Dev.. " kata Diandra yang sebenarnya sudah menahan tangis


" Dia Maria.. " kata Devano menunjukan sebuah foto yang selalu di bawa oleh nya


sontak Diandra terkejut melihat gadis yang ada di foto tersebut


" dia.. mirip.. anak baru itu... " kata Diandra tak percaya


" ya dan aku kira Nadia adalah orang yang dikirim Tuhan untuk mengganti Maria"


kata Devano memegang erat foto Maria


Sedangkan Diandra mencoba menahan tangis dan beralasan akan ke toilet dan menangis di dalam toilet


" ini tidak mungkin aku yang pertama kenal Devano dan gadis yang baru dia temui itu hanya mirip wajahnya dengan Maria


aku ga akan biarin ini terjadi.. " kata Diandra dengan isak tangis nya