"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
56



Jia Li tidak tau harus kemana, ia berjalan tanpa arah yang ia pikirkan adalah pergi jauh-jauhnya dari sini. Ia sangat kesal dan sangat marah dengan apa yang baru saja terjadi, untuk pertama kalinya sebagai istri, Jia Li merasa tidak dianggap dan direndahkan. 


Jia Li merutuki ketidakmampuan untuk membalas perilaku buruk Kaisar Bulan itu. Seandainya Jia Li ada di dunia aslinya, ia pasti sudah menyuruh orang-orangnya menghukum Kaisar Bulan.


Jia Li baru berhenti setelah sampai di taman bunga kekaisaran Bulan. Jia Li mendekati pohon bunga sakura yang kebetulan sedang mekar dengan indah.


"lelah" ucap Jia Li.


Saat Jia Li masih sibuk mengatur nafasnya tiba-tiba seseorang turun dari atas pohon sakura itu. Jia Li sangat kaget hingga terjatuh ke tanah.


Jia Li menatap sosok itu, pria itu menggunakan topeng perak dan menggunakan baju berwarna putih dan merah. Meskipun wajahnya tertutup, pria itu masih terlihat sangat mempesona. Dia adalah guru surgawi Li Ewi.


"guru surgawi Li  Ewi ?" Jia Li terkejut melihat  pria itu.


"ah...iya ini aku Li  Ewi, ternyata benar perkiraan kau, disini " ucap Li  Ewi. Li Ewi merapikan pakaiannya yang kusut.


"guru surgawi Li  Ewi mencariku ?" tanya Jia Li.


"jangan panggil begitu, rasanya terlalu kaku. Panggil saja Li  Ewi, Li Ewi" ucap Li Ewi sambil merapikan pakaiannya.


"hm...baik Li  Ewi" patuh Jia Li.


"lalu siapa namamu ? Apa benar Jia Li ?" 


"iya benar, aku Jia Li" 


Li  Ewi mengulurkan tangannya, seperti ingin bersalaman. Cara yang sering digunakan orang-orang pada dunia terdahulu Jia Li untuk memberi salam atau berkenalan. Tapi, Jia Li tidak yakin jika Li  Ewi melakukan itu dengan arti yang sama. Jia li menatap tangan Li Ewi cukup lama. 


"ayo cepat jabat tangan. Kau pasti mengerti kan maksud dari ini" ucap Li  Ewi sambil menggerakan telapak tangannya.


"hm...iya" jawab Jia Li tidak yakin, Jia Li dan Li  Ewi akhirnya berjabat tangan.


"salam kenal Jia Li, namaku  Li Ewi. Pria paling tampan di AS" ucap Li  Ewi dengan bangga.


"AS ?" Jia Li berpikir apa itu AS, dan saat nama negara terbesar dan sangat maju di dunia itu terlintas di pikirannya, Jia Li terkejut bukan main.  


" AMERIKA SERIKAT !!! Apakah itu benar" ucap Jia Li dengan mata melotot.


"100 untuk jawaban benar mu" ucap Li  Ewi dengan semangat.


"aku, kau, kau serius dari sana ?" tanya Jia Li tidak percaya.


"serius lah, aku keturunan cina... cuman mesar di AS. Sedangkan kamu, dari negara mana ?" 


"hem...sama sepertimu. Aku juga dari AS" ucap Jia Li sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"wau, aku tidak menyangka kita punya banyak kesamaan. Jangan-jangan kita jodoh lagi" goda Li  Ewi.


Jia Li tertawa. Ia merasa Li Ewi sangat lucu. Pria itu mencoba menghiburnya.


"hahahaha...jangan asal bicara, aku sudah menikah" ucap Jia Li.


"hahahaha...sudah berhenti bercandanya." ucap Jia Li.


"nah kalau ketawa gitu kan jadi cantik" goda Li  Ewi, namun sayangnya godaan itu tidak mempan untuk Jia Li.


"ha-ha lucu sekali. " ucap Jia Li yang mulai kesal karena pria itu terus saja menggodanya.


"oh ya, darimana kamu tau jika kita berasal dari dunia yang sama ?" tanya Jia Li penasaran.


"aku tadi mendengar kau dan suamimu membicarakan aku tadi" ucap  Li Ewi.


"dasar penguping" ucap Jia Li ketus.


"HAHAHAHA" Li  Ewi tertawa keras, ia tidak menyangka Jia Li begitu menyenangkan.


Jia Li dan Li Ewi pun mengobrol panjang lebar mengenai kehidupan masing-masing. Bahkan Jia Li dan Li Ewi saling bercerita tentang kehidupan mereka sebelum bereinkarnasi ke dunia ini.


Rupanya Li Ewi dulunya adalah mahasiswa di universitas terbaik dunia, meskipun dia sangat cerdas namun ia lahir dari keluarga miskin. Karena keluarganya miskin, Li Ewi sering sekali dibuli oleh teman-temannya tapi,  Li Ewi selalu bersikap baik pada mereka. Dia percaya perbuatan baik bisa mengubah orang jahat menjadi baik. Ya...Li Ewi dulunya begitu naif, tapi sekarang tidak. Dia harus cerdas dan sedikit licik jika ingin bertahan hidup disini.


"oh ya. Apakah kamu punya cara yang bisa membantuku  pulang ke duniaku ?" tanya Jia Li penuh harap pada Li  Ewi.


guru sugawi Li  Ewi mendesah kasar.


"apakah kamu benar-benar ingin pulang kesana Jia Li ?" ucap Li  Ewi yang mencoba meyakinkan Jia Li.


Jia Li mengangguk cepat. Ia sangat merindukan orang tuanya, sahabatnya, pekerjaan, kebebasan dan dunia modernnya itu. Melihat kesungguhan Jia Li membuat guru surgawi Li  Ewi tidak punya pilihan selain memberitahu caranya.


"kalau boleh tau, kenapa kamu mau pulang ? Bukannya kehidupan kamu disini cukup baik, lagipula kamu juga sudah menikah kan ?" tanya Li  Ewi.


"aku punya kehidupan sendiri disana. Disana ada kedua orang tua yang sangat mencintai ku, sahabat-sahabatku, pekerjaanmu. Jika aku tidak kembali, bagaimana nasib perusahaan ku, bagaimana nasib ribuan karyawan yang bekerja dengan ku, dan masih banyak lagi Li  Ewi. Lagipula kehidupan disini tidak cocok dengan prinsip hidup ku dan aku juga sangat lemah disini. Coba kamu lihat bagaimana mereka memperlakukan aku disini tapi, di dunia ku mereka semua menyayangiku, mereka menghormatiku. Ini bukan dunia ku Li Ewi" jelas Jia Li dengan mata berkaca-kaca.


Li  Ewi kembali mendesah 


"mereka menyayangimu karena kamu ada di puncak kekuasaan Jia Li. Seandainya kamu ada di bawah sama sepertiku, mereka pasti akan meninggalkanmu, yah...kecuali orang tuamu atau orang-orang yang memang tulus dengan mu" ucap Li  Ewi. 


Li  Ewi menjadi ingat waktu dia berada di dunia terdahulu. Dulu dia selalu diperlakukan buruk karena dia miskin, bahkan jika ia bersikap baik masih saja ada yang menilainya buruk. Tapi sekarang tidak. Dia selalu di puja, dan selalu dihormati dimana saja. 


"tidak. Aku yakin mereka tulus padaku" ucap Jia Li percaya diri.


"aku mohon Li  Ewi, bantu aku untuk kembali" mohon Jia Li. Air mata Jia Li telah turun. Hal itu membuat Li  Ewi menjadi iba.


"baiklah" 


"ini adalah mantra yang membawa ku ke dunia ini, kau harus membacanya di bulan purnama tepat jam 12 malam" guru surgawi Li  Ewi memberikan kertas yang berisi mantra aneh.


 Li  Ewi masih ingat, kenapa dia bisa sampai ke dunia ini. Saat itu usianya baru 23 tahun, ia bertemu dengan pria tua aneh di jalanan china tanpa sengaja, pria tua itu memberikannya  sebuah kertas berisi mantra sebagai ucapan terimakasih karena telah menolongnya. Sebuah mantra yang katanya mampu mengubah dunianya. guru Li Ewi waktu itu tidak percaya sama sekali dengan hal itu, ia pikir ini hanya lelucon. Namun saat ia membaca kertas mantra itu sesuai dengan instruksi pria tua ku, dia langsung terbangun di tubuh seorang pemuda bernama Li Ewi, pemuda yang memiliki nama yang sama dengannya. 


Kehidupan di dunia ini yang sangat penuh dengan aturan, larangan, misteri, kasta, sopan santun, dan hal-hal aneh lainnya membuat Li Ewi ingin kembali kedunia aslinya. Tapi setelah berpikir panjang tentang segala kemungkinan yang akan terjadi, salah satu kemungkinan Li Ewi akan pergi ke dunia yang berbeda lagi dan harus beradaptasi lagi, atau kembali ke dunia aslinya tapi di zaman yang berbeda, bisa juga kemungkinan terburuknya adalah mati karena gagal berpindah dunia. Segala kemungkinan itu membuat Li Ewi mengubur niatnya untuk pulang.


" aku pikir jika membacanya kembali mungkin kamu bisa membawamu kembali lagi kedunia itu. Tapi, aku tidak yakin apakah ini akan membawamu ketempat yang seharusnya. Maksudku, dulu aku juga ingin kembali ke dunia kita, tapi setelah aku berpikir-pikir ini sangat kecil kemungkinan kita bisa kembali ke dunia yang seharusnya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, salah satunya kamu muncul di dunia itu tapi di tanggal dan waktu yang berbeda, hal itu jelas akan mengubah sejarah atau terjadi hal buruk lainnya. Atau kamu terbangun tapi di tubuh yang berbeda. Ya...itu bisa saja terjadi " jelas guru surgawi Li Ewi.