"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
23



Tempat pelelangan itu masih sangat sepi, karena memang akan dimulai setiap malam minggu. Tempat pelelangan itu cukup besar dengan 3 tingkat, dimana setiap tingkat mencerminkan status sosial mereka. Setelah sampai di pelelangan Jia Li ingin menemui pengelola tempat itu.


"permisi tuan, tuan muda saya ingin bertemu dengan pengelola tempat ini. Ia ingin menjual barangnya" ucap Kun pada penjaga tempat itu.


Penjaga pria itu menatap Kun dari ujung kaki hingga rambut. Penampilan Kun yang terlihat seperti orang rendahan membuatnya merasa ragu. Namun setelah melihat penampilan Jia Li yang terlihat rapi, bersih, berkelas seperti anak bangsawan, dan harum membuat penjaga itu sedikit yakin. Penjaga itu menatap Jia Li yang saat ini berdandan seperti pria. Ia ingin melihat bagaimana wajah Jia Li, namun topi jerami yang Jia Li kenakan menutupi hampir semua wajahnya.  Tiba-tiba Kun berdiri di depan Jia Li, menghalangi tatapan penjaga yang ingin mengintip wajah Jia Li. Penjaga itu mulai mundur 1 langkah dan kembali bersikap normal.


"oh...memangnya barang apa yang ingin anda jual tuan" ucap penjaga itu.


"berikan ini pada tuanmu. Ini contoh barang yang ingin kami jual" ucap Jia Li sambil memberikan satu kotak kayu yang berisi satu pil racikannya. 


"kalau boleh saya tau, apa isi kotak ini ?" tanya penjaga itu.


"itu obat hasil racikan tuanku. Sebaiknya kau cepat berikan itu pada pemilik pelelangan ini" Kun menatap penjaga itu dengan mata tajamnya. Menurutnya penjaga itu terlalu banyak bicara.


"baiklah tuan muda, tunggu sebentar" penjaga itu mengambil kotak obat itu dan membawanya ke tuannya.


"sabarlah sedikit Kun. Jika sikapmu begini, nanti kamu tidak punya teman" ucap Jia Li


Kun hanya diam. Selama hidupnya ia memang tidak punya teman. Dia dibesarkan dalam keluarga miskin, semua keluarganya harus bekerja dan tidak punya waktu untuk bersenang-senang. Jadi ia tidak pernah punya teman satupun. 


Disisi lain. Dari kejauhan, terlihat pintu besar yang tidak lain adalah ruangan tuannya. Penjaga itu mendekatinya, sebelum masuk penjaga itu mengetuk pintu terlebih dahulu.


"TOK-TOK"


"Tuan ini aku Bojiang, Tuan Bo" ucap Bojing.


"silahkan masuk" Bojing langsung masuk keruangan itu. Ia menatap pria yang sedang sibuk menghitung uangnya.


Bojing menatap Tuan Bo. Pria itu berusia 35 tahun saat ini, namun ia terlihat awet muda, berparas tampan, dan tubuh pria itu juga terlihat sangat ideal. Pria itu memakai baju berbahan sutra putih yang memperlihatkan  keanggunannya. 


"tuan, ada orang yang ingin menjual barangnya di tempat pelelangan kita. " mendengar hal itu, Tuan Bo menatap Bojing.


"barang apa yang dia jual. Jika barangnya tidak bagus, lebih baik ditolak" Tuan Bo sangatlah pemilih jika soal barang yang dijual di tempat pelelangannya, hanya barang berkualitas tinggi saja yang bisa diterima.


"katanya dia menjual pil racikannya tuan. Karena saya tidak begitu tau soal kualita pil, makanya saya membawanya ke tuan agar bisa dinilai layak atau tidaknya" ucap Bojing. 


Tuan Bo yang mendengar hal itu lantas berdiri dan berjalan mendekati Bojing. Tuan Bo juga agak sedikit tertarik waktu mendengar kata 'PIL" karena sudah lama sekali tidak ada orang yang menawarkan pil obat padanya. Hal itu karena sangat sedikit orang yang bisa membuat pil obat. Walaupun ada, mereka pasti sudah sangat tua.


"lalu dimana pilnya, aku ingin melihat" mendengar hal itu, Bojing memberikan kotak kecil yang terbuat dari kayu itu ke Tuan Bo.


"ini contoh barangnya tuan. Sepertinya orang itu ingin menjual banyak pil ke tempat pelelangan kita" ucap Bojing.


Tuan Bo mengambil kota itu dan langsung membukanya. Di dalam kotak itu ada pil kecil berwarna hijau pudar yang berbau harum rempah-rempah. Tuan Bo yang memiliki mata yang bagus, bisa melihat kualitas tinggi dari pil itu.


"ku....kualitas obat...ini benar-benar sempurna" ucap Tuan Bo dengan wajah yang sangat terkejut.


"...."Bojing yang mendengar hal itu juga ikut terkejut.


"da....darimana kamu mendapatkannya ?" tanya Tuan Bo demangan penuh rasa penasaran.


"seorang pria muda Tuan Bo. Dia sedang menunggu di pintu masuk gedung pelelangan" 


"waba dia kesini secepatnya. Aku ingin bertemu dengannya" mendengar perintah itu, Bojing langsung memanggil pemuda misterius itu.


***


Saat ini Jia Li dan Kun sudah berada di ruangan Tuan Bo. Saat Tuan Bo melihat Jia Li, ia terkejut. Ia tidak menyangka jika orang yang menjual pil obat itu begitu muda. Dimata Tuan Bo, Jia Li seperti anak bangsawan yang baru berusia 11-12 tahun. Hal itu membuat Tuan Bo meragukan Jia Li, jika pil itu obat racikannya. 


"kenalkan, saya Tuan Bo. Pemilik tempat pelelangan ini, dan...siapa nama tuan muda ?" tanya Tuan Bo. Ia menatap Jia Li yang terlihat sangat misterius.


"panggil aku Li" ucap Jia Li.


"hem....itu dinamakan vitamin. Dan vitamin yang kau pegang adalah jenis  vitamin A yang bermanfaat menjaga kesehatan mata, menjaga sistem imun, menunjang pertumbuhan janin, mencegah jerawat muncul, dan menjaga kesehatan tulang" jelas Jia Li.


Ucapan Jia Li membuat Tuan Bo tertegun. Ia tidak menyangka jika pil yang ia pegang memiliki banyak manfaat. Jika ia menjual ini di tempat pelelangannya maka bisa untung banyak.


"baiklah Tuan Li, saya akan melelang pil obat ini. Hmm...bagaimana transaksi yang Tuan Li inginkan dan berapa harga awal yang ingin Tuan Li mulai di pelelangan  ?"


"kai akan mendapat keuntungan 30 % dari penjualan. Dan untuk harganya dimulai 100 koin emas untuk satu pil"  ucapan Jia Li membuat Tuan Bo terkejut. Bagaimana tidak, Tuan Bo pikir Jia Li akan memasang harga awal 1000 koin emas untuk satu pil.


"apakah itu terlalu murah tuan ti. Pil ini bisa dihargai 1000 koin emas di tempat ku" ucap Tuan Bo. Tuan Bo mengatakan itu karena ia tidak mau anak laki-laki itu mendapat rugi, ia masih punya hati nurani.


Jia Li berpikir sebentar. Ia tidak tau harga pil di dunia ini ternyata sangatlah mahal, padahal bahan-bahan yang digunakan untuk membuat vitamin A sangatlah murah dan bisa ditemui. Tapi jika ia bisa mendapatkan untung lebih banyak, dan dengan modal sangat sedikit bukankah itu bagus. Ia bisa menjadi orang terkaya sebelum usia 15 tahun.


"baiklah,  1000 koin emas sebagai harga awalnya" ucap Jia Li dengan senyum kecil. Tuan Bo bisa melihat senyum Jia Li. 


"Kun, bawa semua kotak obat itu" Kun pun membawakan tas yang berisikan semua kotak obat nya. 


Tuan Bo yang melihat itu merasa bingung. Dalam hatinya ia bertanya-tanya 'berapa banyak yang ingin anak laki-laki itu jual".


"Tuan Bo, aku akan menjual 5 jenis vitamin yang berbeda, yaitu vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan vitamin B5. Masing-masing vitamin ada 10 pil, jadi totalnya 50. Dan...ini yang paling penting setiap vitamin memiliki manfaat yang berbeda-beda, aturan minum, dan aturan penyimpanannya. Aturan harus ditaati agar khasiat dari pil itu tidak hilang. Nanti aku akan memberikan kamu catatannya " jelas Jia Li.


Kun meletakkan beberapa kotak kayu keatas meja. Tuan Bo tertegun saat melihat banyaknya obat berkualitas tinggi di hadapannya. 


"aku tidak tau jika pil vitamin ini memiliki banyak aturan" ucap Tuan Bo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"ya Tuan Bo. Menurut saya, obat yang bagus tentu harus diperlakukan istimewa pula kan ?" 


"hahaha ya.ya saya setuju" Tuan Bo tertawa ringan.


"ahh... Jika aku boleh tau, siapa yang membuat pil ini Tuan Li" tanya Tuan Bo hati-hati.


"aku, menurutmu siapa lagi ?" ucap Jia Li yang terdengar sedikit sombong di telinga Tuan Bo.


Tuan Bo tidak bisa berkata-kata. Ia masih belum percaya jika anak laki-laki itulah yang membuat pil obat itu.


"Tuan Bo, jika kamu tidak percaya dengan kata-kataku itu terserah mu. Aku tidak akan memaksa Tuan Bo untuk percaya." Tuan Bo tertegun saat mendengar ucapan Jia Li, karna Jia Li bisa tau jika  Tuan Bo tidak mempercayai ucapannya.


"Hemm... Berarti malam minggu aku akan kesini untuk mengambil uang ku, kan ?" Jia Li segera mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin membahas hal diluar bisnis. Itu sangat merepotkan nantinya.


"i...iya, malam minggu akan diadakan pelelangan, dan setelah pelelangan kamu bisa ambil uang mu" ucap Tuan Bo. Ia sedikit merasa tidak enak dengan Jia Li. Dia takut menyinggung nya.


" Ham...jika tidak ada urusan lagi, apa boleh aku pergi ?" ucapan Jia Li itu membuat Tuan Bo berpikir jika Jia Li tersinggung dengan perilaKunya barusan. Hal yang membuat Tuan Bo takut menyinggung Jia Li adalah, takut Jia Li tidak memasuk obatnya lagi ke tempat pelelangannya. Padahal obat buatan Jia Li sangat bagus dan akan sangat tinggi jika di jual di pelelangannya. Tuan Bo yakin akan untung besar nanti.


"t...Tuan Li, kenapa buru-buru. Apakah anda tersinggung dengan sikap saya yang tidak percaya jika adalah pembuat obat itu ?" tanya tuan bi langsung. 


"tidak, saya harus pulang karena ada urusan lain yang harus di urus Tuan Bo. Saya orang yang sibuk" ucap Jia Li.


"ah...syukurlah" batin Tuan Bo.


"baiklah Tuan Li, jika lain kali ingin melelang obat datanglah ke tempat pelelangan saya. Tempat ini akan terbuka untuk anda" ucap Tuan Bo dengan senyum lebar.


"ya...saya akan menjual banyak obat di masa depan disini. Terimakasih atas kerjasamanya" ucap Jia Li.


Semenjak hari itu, Jia Li dan Tuan Bo menjadi akrab dan sering melakukan kerjasama bisnis. Jia Li juga mendapat untung yang luar biasa dari penjualan obat racikannya yang pertama, ia menjadi orang kaya mendadak. Memiliki banyak uang tidak membuat Jia Li berhenti untuk mengembangkan bisnisnya, Jia Li berencana membuka rumah makan, penginapan, membuat pabrik kain, dan toko perhiasan. Apapun akan Jia Li lakukan untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi dan membangun kekuatannya sendiri. Karena hanya dengan begitu seseorang bisa dipandang di dunia ini.


_______


Trima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like, share, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊