
Kata-kata liu bei memang sangat menyakiti hati kaisar, namun ia harus bersabar. Ia tidak mau mencari masalah dengan murid guru surgawi.
"lalu siapa ?"
"Jia Li, putri Tong Mu."
"kenapa kalian menyebut nama putriku " ucap seorang pria paruh baya yang baru saja masuk keruangan itu.
*
*
*
Beberapa jam yang lalu.
semenjak 2 hari yang lalu, atau lebih tepatnya semenjak kejadian di pesta kekaisaran selatan itu ibukota kekaisaran menjadi sangat heboh karena kedekatan Jia Li dengan guru sorgawi jilli, bahkan berita ini sudah menyebar kekaisaran tetangga. Ada yang menganggap ini berkah, namun juga ada yang menganggap ini bencana. Mereka berpikir Jia Li tidak pantas bersanding dengan guru surgawi Jilli.
Jika semua orang sibuk dengan berita kedekatan Jia Li dengan guru surgawi Jilli. Di kediaman Tong Mu sendiri, sedang sibuk karena Jia Li jatuh sakit. Mungkin ini karena insiden kemarin dimana Jia Li jatuh ke kolam ikan di malam hari yang dingin.
"bagaimana keadaan Jia Li ?" tanya Tong Mu pada tabib yang baru saja memeriksa keadaan Jia Li.
"dia mulai membaik tuan" ucap tabib itu. Setelah memberi resep obat tabib itu pergi.
Kemudian Tong Mu masuk ke kamar putrinya. Ia melihat putrinya sedang makan siang dengan lahapnya.
"ayah" panggil Jia Li.
Melihat kedatangan Tong Mu para pelayan Jia Li undur diri.
"kamu sudah merasa membaik ?" tanya Tong Mu.
"sudah, ayah" ucap Jia Li lemah.
"hem...baguslah. oia, ayah ingin tanyakan sesuatu padamu" tanya Tong Mu dengan serius.
"tanya apa ayah ?" Jia Li menatap wajah ayahnya.
"apa hubungan apa kamu dengan guru surgawi Jilli ?" tanya Tong Mu tanpa basa-basi.
"hmm... kami sebenarnya berteman ayah. Tapi kami... belakangan ini semakin dekat" jujur Jia Li. Setelah mengucapkan itu, Jia Li menjadi malu.
"oh begitu. " ucap Tong Mu.
Mendengar hal itu Tong Mu tidak tau harus tertawa atau menangis. Di satu sisi ia bersyukur jika memiliki menantu yang luar biasa tapi… sebagai seorang ayah Tong Mu belum siap melepas kepergian Jia Li. Ia benar-benar belum siap.
"memangnya kenapa ayah ?" Tanya Jia Li belaik.
"bukan apa-apa. Kalau begitu kamu istirahat lah ya, ayah harus pergi karena banyak urusan bisnis" ucap Tong Mu dengan suara lembut.
"baik ayah, hati-hati" ucap Jia Li.
Tong Mu mengelus puncak kepala Jia Li lembut setelah itu Tong Mu pergi.
Tong Mu berniat ke istana untuk membahas tentang pertunangan anaknya dengan pangeran ke 4. Ia harus segera membetulkannya sebelum hubungan guru surgawi Jilli dan Jia Li semakin dekat. Tong Mu punya firasat jika guru sorgawi jiili itu sangat menyukai putrinya dan mungkin akan menikah dalam waktu dekat jadi… pertunangannya dengan pangeran ke 4 selatan harus segera dibatalkan.
Setelah Tong Mu sampai ke istana ia langsung keriangan kerja kaisar. Tapi ruangan kaisar nampak sedikit berbeda karena penjagaan kali ini terlalu ketat, dan ada beberapa orang yang berseragam dengan warna hitam yang tidak lain adalah murid dari guru surgawi shen. Tong Mu bisa tahu hal itu dari baju seragam yang mereka kenakan.
Saat mereka menatap Tong Mu, mereka menunduk hormat. Tapi hal itu napak janggal di mata Tong Mu karena tidak biasanya murid-murid guru surgawi mau memberi hormat pada orang biasa sepertinya. Maksudnya mereka hanya menghormati kaisar atau guru mereka saja tidak.
"kebetulan sekali tuan Tong Mu ada disini. Sebaiknya tuanTong Mu masuk saja ke dalam" ucap salah satu murid guru surgawi shen dengan sangat sopan.
"i..ya" ucap Tong Mu yang merasa canggung.
Saat Tong Mu masuk ia mendengar nama putrinya disebut. Hal itu membuat Tong Mu semakin bingung dan ia memiliki firasat buruk tentang itu.
Sontak saja kedatangan Tong Mu mengejutkan kaisar dan murid kesayangan guru surgawi shen.
Tanpa banyak basa-basi liu bei langsung menjelaskan tujuannya datang kekaisaran selatan itu pada Tong Mu. Tong mu yang mendengar semua ucapan liu bei mendadak lemas dan wajahnya pucat. Pria paruh baya itu tidak tau harus berbuat apa saat 2 pria hebat datang melamar anak perempuannya yang manis dan penuh pesona itu. Bahkan Tong Mu sendiri belum rela putrinya yang manis itu harus menikah cepat padahal usianya sudah cukup untuk menikah. Oyolah, Jia Li sudah berumur cukup tua di zaman itu, namun ia masih belum juga menikah, pasalnya kebanyakan anak perempuan akan menikah pada umur 14 tahun.
"firasatku benar rupanya, hah... apa yang harus ku lakukan ?" batin Tong Mu saat Liu Bei telah mengatakan semua tujuannya pada Tong Mu. wajah Tong Mu bahkan telah berubah sangat pujat dan kini ia terdiam seribu bahasa. pria baruh baya itu bingung harus melakukan apa dan bagaimana menghadapi masalah itu.
Kaisar yang melihat hal wajah pucat Tong Mu menjadi sedikit khawatir. Ia berjalan mendekati Tong Mu.
"sepupu, apa kau baik-baik saja" ucap kaisar.
Tong Mu menatap kaisar dan juga sepupunya itu.
"bisakah kita bicara berdua sebentar ?" bisik Tong Mu dengan wajah serius.
"apa tidak bisa nanti, disini ada murid guru surgawi Shen" bisim kaisar sambil melirik liu bei.
"ini sangat penting, aku tidak bisa memutuskan masalah ini. Jika kita salah melangkah aku yakin kekaisaran kita akan hancur" ucap Tong Mu serius.
Melihat Tong Mu yang begitu serius membuat kaisar tidak punya cara lain selain mengikuti kata-kata Tong Mu. Kaisar pun meminta izin sebentar untuk memutuskan masalah ini dengan Tong Mu, dan liu bei tentunya mengizinkan.
"baiklah. Katakan" ucap kaisar serius.
"putriku dilamar dengan guru surgawi jiili 2 hari yang lalu " ucap Tong Mu lesu.
"APAH ?!!!" kaisar kaget bukan main. Bagaimana tidak, dia baru saja mendengar 2 pria yang sangat berkuasa melamar keponakannya di waktu hampir bersamaan.
"kau kaget kan, aku juga kaget. Bahkan lebih keget lagi saat mendengar guru surgawi Chunying melamar putriku" ucap Tong Mu.
"jadi kita harus apa ?" tanya kaisar lagi. Ia bingung harus mengambil keputusan bagaimana.
"aku juga tidak tau. Sebenarnya aku datang kesini ingin membatalkan pertunangan putriku dan anakmu itu, agar guru surgawi Jilli dan Jia Li bisa bersama tanpa halangan. Tapi saat aku datang lamaran lain malah datang, aku harus bagaimana ?" ucap Tong Mu yang nampak frustasi.
"kira-kira anakmu akan pilih siapa ?" tanya kaisar.
Tong Mu menatap kaisar.
"hm… nampaknya anak ku akan memilih guru surgawi Jilli. Selain itu… hubungan mereka tampaknya sangat dekat sekarang" ucap Tong Mu. Pria paruh baya itu terlihat lesu.
"itu bagus, lalu bagaimana dengan guru surgawi Chunying ? Bagaimana jika dia marah saat ditolak dan itu akan membahayakan kekaisaran kita ?" tanya kaisar balik.
Kaisar selatan itu tau betul, kebanyakan pengusaha sangat benci ditolak, jadi… dia takut jika guru surgawi Chunying ditolak Jia Li demi pria lain guru surgawi Chunying akan marah. Dan hal paling buruk adalah… akan terjadi perak yang akan membahayakan kekaisaran dan juga penduduk kekaisaran selatan.
"kau mengkhawatirkan guru surgawi Chunying, apa kau tidak mengkhawatirkan putra ke 4 mu ? Dia kan juga menyukai putri ku ?" tanya Tong Mu sinis. Ia merasa sangat lucu saat mendengar ucapan saudara nya itu.
Tong Mu mengerti jika kaisar selatan itu sangat peduli dengan kaki sarannya, tapi… dia juga seorang ayah. Apakah dia setega itu membiarkan gadis yang dia cintai anaknya menikah dengan pria lain ?
"..." kaisar yang mendengar hal itu hanya diam. Sebagai seorang ayah… dia jelas tidak ingin hal itu terjadi, tapi… dari segala hal putranya telah kalah saing dengan kedua pria itu dan… kaisar tidak akan bisa membantu karena kedua pria yang menjadi saingan anaknya itu sangat lah kuat dan berkuasa.
"aku telah gagal melindungi ibh mereka, dan sekarang aku tidak bisa melindungi kekasih anakku. Aku memang pantas dibenci oleh anakku " batin kaisar selatan.
Kaisar nampak sedih, dan itu membuat Tong Mu menjadi sedih.
"jangan pikirkan dia, jadi… apa yang harus kita lakukan dengan kedua pria berkuasa itu" ucap kaisar yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Ia nampak kuat namun ia terlihat sangat rapuh di dalam.
"hah… aku pikir akan lebih baik jika kita membiarkan Jia Li untuk memutuskannya secara langsung di depan guru surgawi Chunying. Setidaknya jika guru surgawi Chunying mendengar sendiri keputusan Jia Li, dia akan menerimanya dengan lapang dada ?" ucap Tong Mu pada akhirnya.
Yah… Tong Mu berharap keputusannya sudah benar.
"yah… aku harap begitu" ucap kaisar selatan itu.
_____
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊