"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
47



(harap perhatikan bacaan anda. Yang di bawah umur 21- disarankan tidak membacanya ya !!! Ini untuk kebaikan kalian juga) 


*


*


*


"jia li...kau harus mati ! Aku bersumpah akan membunuhmu sama seperti di kehidupan sebelumnya !" ucap wanita itu penuh kebencian.


*


*


*


Saat ini Jia Li sedang menulis buku mengenai obat-obatan sambil minum teh. Jia Li melakukan hal itu karena ia suka sekali menulis sekaligus pengobatan. Jia Li berharap buku yang ia tulis dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Lagipula menulis adalah salah satu cara untuk mengusir kebosanannya. 


Tiba-tiba, Jia Li dikagetkan dengan kedatangan dengan Wang Chunying yang datang tiba-tiba ke-kamarnya. 


Jia Li menatap pria yang baru saja masuk ke kamarnya itu. Pria itu tidak lain adalah Wang Chunying, atau suaminya. Tapi yang menjadi perhatian Jia Li adalah penampilan pria itu sangat berantakan, wajahnya terlihat memerah dan sangat berkeringat sampai-sampai bajunya basah.


"jia li" panggil pria itu dengan suara serak. 


Saat Wang Chunying melihat Jia Li, ia berlari lalu memeluk tubuh istrinya itu erat. Jia Li yang bertubuh kecil dan belum siap dengan hal itu hampir saja jatuh.


"hei… lepaskan aku !" ucap Jia Li. Ia mencoba melepaskan pelukan Wang Chunying, manun ia kesulitan karena pria itu terlalu kuat.


"guru" Shen dan Liu Bei masuk kedalam kamar jia li. Mereka sangat khawatir melihat gurunya dalam keadaan yang memprihatinkan. 


Beberapa murit Shen dan pengawal Wang Chunying juga masuk.


Mereka yang melihat pemandangan Jia Li dan Wang Chunying sedang berpelukan menjadi malu dan merasa canggung.


"ada apa ini ? Ada apa dengannya " tanya Jia Li dengan wajah bingung. Ia merasa jika Wang Chunying terlihat sangat aneh.


"kami tidak tahu nyonya" jawab Shen jujur. Ia bahkan bingung kenapa Wang Chunying berlari ke-kediaman Jia Li dengan baju berantakan.


"jia li...panas...sangat panas...tolong aku" pinta Wang Chunying tepat ditelinga Jia Li.


Jia Li yang merasa janggal dengan sikap Wang Chunying itu langsung memeriksa keadaannya. 


"ada yang memberikan obat perangsang dengan dosis tinggi padanya !" ucap Jia Li dengan wajah agak terkejut.


Wang Chunying terus memeluk Jia Li, dan sesekali mencium wajah dan lehernya. Pria itu tidak peduli jika ada orang yang melihatnya. Tapi jujur saja, hal itu membuat Jia Li sangat malu sampai-sampai wajahnya memerah.


"apah ! Bagaimana bisa ?" tanya Shen  dan Liu Bei khawatir. 


"siapa yang berani menjebak gurunya" batin shen. Pria itu sangat marah sampai mengepalkan tangannya.


Saat tubuh Wang Chunying dipaksa menjauh dari Jia Li, pria itu meronta-ronta dan itu hampir melukai Shen dan yang lain. Sementara Jia Li hanya melihat Wang Chunying dari kejauhan. Ia juga agak takut  dan jujur sedikit khawatir melihat keadaan Wang Chunying saat ini.


" Semoga ini berhasil" berusaha Jia Li  tetap terlihat tenang. 


Tapi Wang Chunying tidak kunjung membaik. 


Pria itu terus mencoba mendekati Jia Li, jadi shen dan beberapa pengawal itu terus memegangi Wang Chunying. Mereka menjadi takut, jika mereka melepas   Wang Chunying, pria itu akan menerkam nyonya jia li sekarang juga. Dan saat pria itu sadar nyonya jia li pasti membenci Wang Chunying seumur hidupnya . Sedangkan Wang Chunying pasti akan menyesali perbuatannya atau menyalahkan shen dan yang lain karena tidak becus bekerja, atau mungkin membunuh mereka karena tidak becus bekerja. Cukup lama Shen, Liu Bei dan beberapa pengawal menahan tubuh Wang Chunying agar tetap tetap di dalam air, namun pria itu tidak kunjung membaik sementara Shen dan yang lainnya sudah kelelahan. Mereka tidak menyangka kekuatan Wang Chunying sangat besar. 


Jia Li kembali memeriksa Wang Chunying. 


"ini gawat, obat perangsang itu sangat kuat. Jika ia terus menahan diri sel dalam tubuhnya akan rusak" ucap jia li. Wajah gadis itu masih tetap terlihat tenang. Tapi jauh didalam lubuk hatinya ia sangat khawatir akan keadaan Chunying. 


"lalu bagaimana ini nyonya" Shen terlihat sangat panik. Ia takut gurunya dalam keadaan bahaya.


"..." Jia Li hanya diam. Cukup lama Jia Li berpikir, lalu Ia menatap Wang Chunying yang terus menatapnya dengan wajah memohon dan  memanggil namanya. Melihat pria itu terlihat tersiksa dan tampak menyedihkan membuat Jia Li menjadi sedih. 


" bagaimana ini nyonya" seru yang lain. Mereka terlihat khawatir pada tuannya.


Jia Li mendesah pelan, lalu berkata… "sebaiknya kalian pergi dari kediaman ku sekarang. Wang Chunying akan baik-baik saja disini dengan ku. Tolong tutup semua pintu dan jendela di kediaman ku, suruh semua orang menjauh dari kediaman ku, jangan izinkan mereka masuk apapun alasannya, dan jika kalian mendengar suara aneh dari dalam kalian tetap tidak diizinkan masuk. Bila ada yang melanggar hukum mereka dengan tegas shen ! " ucap Jia Li tegas. 


Sebenarnya shen merasa tidak begitu yakin dengan keputusan Jia Li. Namun ini adalah perintah nyonyanya, dan ia tidak bisa membantah. Apalagi melihat tuannya dalam keadaan yang setengah gila itu, membuat Shen tidak yakin meninggalkan nyonya mudanya itu dengan gurunya. Jujur saja shen sangat khawatir. 


Tapi melihat wajah Jia Li yang sangat yakin dan tegas itu, Shen tidak punya pilihan selain mengikuti perintahnya. Shen pun melepas pegangannya pada tubuh Wang Chunying, dan diikuti oleh pengawal lainnya.  Shen melakukan semua tugas yang jia li perintahkan untuk menutup pintu dan jendela dengan sangat cepat lalu ia pergi meninggalkan kediaman jia li. Ia akan berjaga di luar sesuai perintah bersama yang lain.


Kini hanya tinggal Jia Li dan Wang Chunying di ruangan itu. Tanpa memberi aba-aba Wang Chunying mendekati jia li, memeluknya dan mulai mencium wajahnya. Membuat jantung jia li berdebar tidak karuan.


@@@


"jia li...tubuh..ku...tubuhku panas, tolong aku" ucap Wang Chunying dengan suara seraknya.


Jia Li menatap pria itu. Wang Chunying benar-benar tersiksa.


"baiklah, tapi jangan disini, kita dikamar ku saja" ucap Jia Li. Ia harus pasrah malam ini.


Wang Chunying kemudian menggendong tubuh Jia Li  ke kasur. Menaruhnya dengan lembut di atas kasur. 


Wang Chunying kemudian mencium bibir Jia Li. Bibir kecil yang berwarna pink dan selalu lembab nampak dilapisi madu itu benar-benar terasa manis. Itu membuat Wang Chunying kecanduan terus ******* bibir kecil Jia Li.


"ah..." Jia Li mendesah lembut. Tanpa sadar Jia Li melingkarkan lengannya di leher Wang Chunying dan sesekali membalas ciuman pria itu.


Desahan Jia Li semakin membuat Wang Chunying terbakar dengan napsunya. Begitu juga dengan Jia Li. 


Sementara Jia Li, mulai tidak bisa mengontrol tubuhnya. Sentuhan Wang Chunying pada kulitnya benar-benar membuatnya mabuk malam ini. Ya...tubuhnya sangat menyukai sentuhan yang Wang Chunying berikan.


"ah...istriku" desah Wang Chunying.