"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
28



Esokan harinya. 


Setelah mengecek keadaan bisnisnya. Jia Li pergi kerumah bunga (rumah bordil) untuk menemui temannya. Tentunya mengenakan pakaian pria. Jia Li tidak sendiri, ia bersama kun dan Jilli. Orang gila yang suka muncul dan menghilang tiba-tiba, 


"kenapa belakangan ini ibukota terlihat sangat ramai ?" tanya Jia Li. Jia Li melihat orang-orang nampak sangat sibuk dari jendela lantai dua di ruangannya.


"hem... Itu karena akan diadakan perayaan tahun baru di ke kekaisaran yang diadakan 3 bulan lagi"  ucap Jilli.


"ya...aku tau, tapi ini terlalu cepat untuk persiapan. Apakah ada tamu khusus ?" Jia Li menatap Jilli dan kun.


"saya dengar ada 5 guru surgawi yang akan datang" ucap kun.


Guru surgawi adalah mereka yang memiliki kekuatan di luar batas manusia biasa dan mereka biasanya memiliki umur yang sangat panjang. Pada awalnya di dunia ini ada 4 guru surgawi yang paling terkenal yaitu guru surgawi jili, guru surgawi  shen , guru surgawi li ewi dan guru surgawi an. Namun 6 tahun yang lalu, ada seorang guru surgawi yang terbangun dari tidur panjangnya bernama Chunying. Beberapa orang mengatakan jika dia jauh lebih kuat dari ke 4 guru surgawi lainnya dan jauh lebih tua. 


Jia Li menatap pria bertopeng yang duduk di depannya. Pria yang tidak lain adalah salah satu guru surgawi tersebut , Jilli. Hanya Jia Li yang mengetahui identitas Jilli dan wajah aslinya. Sedang Kun, dia hanya tau jika Jilli hanya orang yang sangat menyukai obat sama seperti Jia Li.


"lalu, apakah guru surgawi yang digosipkan bangkit dari kubur itu akan datang ?" tanya Jia Li 


"Jia Li, jaga bicaramu. Bagaimana jika dia mendengar mu dan ia marah, aku tidak bisa menolongmu nanti" peringatan Jilli.  Pria itu menatap Jia Li tidak suka.


"tidak mungkin dia mendengar. Kau terlalu mengada-ngada" ucap Jia Li. Gadis itu tertawa kecil karena merasa lucu dengan ucapan Jilli.


Tiba-tiba pintu kamar mereka dibuka. 5 wanita cantik masuk membawa cangkir teh. Salah satu wanita cantik itu menggunakan jepit rambut mawar putih yang tidak lain adalah anak perempuan yang Jia Li temui 6 tahun yang lalu. Gadis cantik yang terjebak di kereta yang mirip dengan penjara. Ya... Jia Li tidak sengaja bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu saat mengurus bisnisnya, semenjak pertemuan itu mereka menjadi dekat. Meskipun mereka dekat, gadis itu belum tau siapa Jia Li sebenarnya. Gadis itu cuman tau Jia Li sebagai tuan muda Li, pedagang muda yang kaya raya.


"Zhu, kau lama sekali, aku sudah sangat haus" protes Jia Li pada gadis cantik itu.


"maafkan saya tuan muda" Zhu langsung duduk disamping Jia Li. Ia langsung menuangkan air teh kedalam gelas Jia Li.


Sementara itu, Kun dan Jilli masing-masing dilayani dengan dua gadis. Para gadis yang melihat keakraban Jia Li dan Zhu merasa cemburu. Karena dimata mereka Jia Li sangatlah tampan, begitu baik, lembut, perhatian, dan selalu menghargai mereka meskipun mereka adalah *******. Jia Li juga memperlakukan Zhu sangat baik dibandingkan yang lain, bahkan ia membayar mahal tiap bulan agar Zhu  tidak melayani nafsu pria hidung belang lagi. Tidak hanya itu, ia bahkan mengancam pemilik rumah bunga agar Zhu diperlakukan dengan baik. Siapa saja perempuan yang tinggal di rumah bunga pasti akan sangat iri melihat perlakuan Jia Li pada Zhu. 


Sementara Jilli yang melihat perlakuan Jia Li ke Zhu merasa sedikit...kesal. sedangkan kun yang melihat itu merasa itu adalah hal biasa, Jia Li memang orang yang sangat perhatian pada semua orang. Apalagi keluarga atau sahabatnya. 


" bagaimana kabarmu Zhu ?" tanya Jia Li. Mereka hampir 1 bulan tidak bertemu karena kesibukan Jia Li.


"saya baik tuan, tapi kenapa tuan jarang datang kemari belakangan ini ?" tanya zhu lembut. 


"pekerjaanku sangat banyak, itu semua karena akan diadakan festival tahun baru makanya banyak pembeli yang datang ke toko-toko ku" ucap Jia Li.


"hem... Tuan Li, apakah kamu mau bir ?" tanya salah satu gadis yang duduk disamping Jilli.


"tidak, dia tidak suka bir" ucap Jilli sok tau. Entah kenapa Jilli menjadi kesal dengan wanita disampingnya itu.


Mendengar hal itu, wajah Zhu menjadi jelek. Zhu kesal dengan sikap Jilli. Sementara Jia Li hanya tersenyum kecil. 


"hem... Teh saja sudah cukup" ucap Jia Li sambil tersenyum kecil.  Zhu yang melihat itu tersipu malau.


 Jilli menatap tajam zhu tajam, ia merasa bila zhu memiliki perasaan lebih pada Jia Li. Ia merasa cemburu, tapi kenapa ?


***


2 minggu berlalu dengan cepat. Karna festival tahun baru akan segera di bulai, Jia Li jadi sering diundang ke istana untuk menemani ibu suri tua dan ibu suri. Sebagai calon menantu, Jia Li sangat di sayang dan di manja. Siapapun yang melihatnya pasti iri.  Tapi menurutnya, ini bukan hal yang baik karena kedatangannya ke istana merupakan cara ibu suri tua untuk mendekatkan Jia Li dan pangeran ke 4, padahal Jia Li ingin menjauh dari pria itu. Sejauh mungkin jika bisa. Selain itu… alasan kenapa Jia Li sangat malas datang ke istana adalah karena permaisuri, selir, dan putri-putri merasa cemburu padanya. Itu terlihat jelas dari tatapan mata mereka pada Jia Li. Di depan ibu suri mereka akan bersikap manis, tapi di belakang ibu suri tua dan ibu suri, mereka berubah menjadi jahat, bahkan… tidak jarang mereka mencari gara-gara atau masalah dengan Jia Li. Tapi… untungnya Jia Li selalu lolos dari semua masalah yang mereka buat.


Saat ini Jia Li sedang berada di ruangan yang ada di toko obat miliknya bersama dengan Jilli. Jia Li duduk dengan malas sambil memandangi tanaman obat di depannya.


"kenapa kamu terlihat tidak semangat." tanya Jilli penasaran.


"aku hanya pusing, karena pangeran ke 4 itu semakin menyulitkan ku. " ucap Jia Li lesu.


Jika dipikir-pikir, pangeran ke 4 memang sangat tampan. Dia juga sangat pintar, memiliki kedudukan tinggi, dan sangat jago dalam ilmu beladiri… hanya satu kekurangan pria itu… dia tidak bisa dipercaya jika soal hati. Selain itu… Jia Li merasa jijik dengan pria itu pasalnya dia sudah memasuki banyak libang surga, itu berarti miliknya sudah sangat kotor dan itu bisa membawa banyak penyakit nantinya. Jangan hujat Jia Li karena berpikir seperti itu, menurutnya sangat penting menjaga kesehatan. Baik itu kesehatan rohani, maupun jasmani.


"hem...apa kau butuh bantuan ku ?" tawar Jilli. Ia juga merasa kesal setiap kali melihat Jia Li bersama dengan pangeran ke 4 itu.


"tidak usah, lagian orang seperti kamu yang sangat ingin kesempurnaan dan juga selalu menjaga nama agung itu ! Bisa apa ?" Jia Li menatap sinis Jilli. 


Alasan kenapa Jia Li mengatakan itu karena orang seperti Jilli sangat peduli dengan nama baik mereka. Bahkan untuk menjaga nama baik mereka selama ribuan tahun itu mereka rela menutupi identitas asli mereka. Hanya ada nama agung 'guru surgawi". Mereka juga rela hidup sendirian seumur hidup mereka demi nama itu. 


"aku yakin bisa membantumu" ucap Jilli serius. Namun Jia Li tidak mudah termakan dengan kata-kata manis Jilli.


"membantuku... bagaimana caranya kamu membantuku ? " tanya Jia Li dengan wajah datarnya.


"Menikah denganmu ?" tambah Jia Li. Ucapan itu membuat Jilli terkejut, dan wajahnya langsung memerah.


"aah… siapapun dia nya pasti sulit menjadi istrimu... jika kamu bersikap begitu terus." ucap Jia Li dengan wajah malas.


"si...sikap yang seperti apa maksudmu ?" ucap Jilli terbata-bata. Jilli terlihat bingung dan… gugup.


"kau selalu berpikir jika kamu sempurna, dan orang lain selalu kurang. Kau pikir kamu selalu benar dan orang lain selalu salah, kau juga suka sekali membuat janji tapi tidak pernah ditepati. Suka membual, tidak mau kalah, tidak peka, keras kepala dan sangat menyebalkan. Jadi… jangan memberi harapan padaku jika kamu tidak bisa menolongku ! " Jia Li menatap Jilli dengan senyum masam. 


Ucapan Jia Li itu membuat Jiili kesal. Pria itu merasa lidah tajam Jia Li itu telah menikamnya berkali-kali.


"sudahlah Jilli. Aku mau tidur, aku mengantuk" tanpa menunggu balasan Jilli, Jia Li pergi menuju kamar yang khusus untuknya di toko itu. 


Sejujurnya, Jia Li sangat malas berdebat dengan Jilli karena pria itu pasti tidak mau kalah. Dan itu akan berujung panjang.


Setelah kepergian Jia Li, Jilli masih duduk di sana. Dia memikirkan kalimat Jia Li.


" tidak semua ucapanmu itu benar Jia Li. Kau boleh tidak percaya padaku sekarang, tapi aku akan membuatmu percaya padaku dengan tindakan ku. Aku akan membuktikan kalau aku bisa menolong mu membatalkan pertunangan itu, percayalah. " ucap Jilli sungguh-sungguh.


Cukup lama Jilli duduk terdiam. Jilli pun berdiri, ia ingin menyelinap masuk ke tempat dimana Jia Li tidur. Bagi Jilli ini bukan perkara sulit, dalam sekejap mata ia sudah berada di tempat Jia Li tidur. Di atas kasur, Jilli bisa melihat seorang gadis cantik sedang terlelap tidur. 


Saat ini Jia Li tidak menggunakan cadar sehingga wajahnya yang cantik bisa di lihat dengan jelas. Jia Li terlihat begitu menggemaskan saat tidur. 


"..." sesaat Jilli meneguk ludahnya susah payah. Sebenarnya ini bukan kali pertamanya melihat wajah asli Jia Li, tapi...entah kenapa setiap melihat wajah Jia Li jantungnya akan berdebar lebih cepat. 


Jilli berjalan mendekati Jia Li. Menatap wajahnya lebih dekat. Jilli menyingkirkan anak rambut yang mengganggu di wajah Jia Li. Semakin lama ia menatap Jia Li, maka jantungnya semakin berdebar tidak karuan, saat kulitnya tanpa sengaja menyentuh kulit Jia Li yang putih dan mulus ia merasakan seperti ada sengatan listrik yang menyenangkan. Jilli menyentuh dadanya. Ia berharap Jia Li tidak terbangun karena suara jantungnya.  


"kenapa jantungku berdebar lebih cepat ? Apa aku punya penyakit baru ?" ucap Jilli.


"mungkin tanpa sadar kau sudah jatuh cinta " ucap Jia Li.


Mendengar suara itu, Jilli terkejut. Ia mundur kebelakang dan memalingkan muka. Ia merasa sangat malu karena ketahuan menyelinap masuk saat Jia Li sedang tidur.


Karena tidak mendengar suara protes Jia Li. Jilli menatap Jia Li lagi, dan ternyata Jia Li masih tertidur. Ia hanya mengigau. Karena hari itu Jilli menarik napas lega. 


"aku seperti seorang pencuri" gumam Jilli.


Setelah itu Jilli memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Dengan kekuatannya ia dengan mudah kembali ke-kediamannya. Kediaman milik Jilli terletak sangat jauh di pegunungan bersalju. Tempat itu sangat sulit di gapai. 


"apakah aku jatuh cinta padanya ?" tanya Jilli pada dirinya sendiri. 


Semenjak hari itu, Jilli terus memikirkannya. Wajah Jia Li yang cantik dan tingkahnya yang sangat menarik selalu saja membuat Jilli berdebar-debar. Dan saat mereka jauh, hatinya mulai merasa gelisah. 


Saat ini Jilli sedang duduk santai sambil minum teh. Dia tidak sendiri, ada 2 pria dan 2 wanita yang menemaninya. Mereka adalah murid nya. Sedari Tadi murit-muritnya menatap Jilli aneh, karena Jilli terus melamun dan sesekali bergumam tidak jelas.


"menurut kalian cinta itu seperti apa ? Dan bagaimana rasanya ?" ucapan Jilli itu membuat anak muridnya terkejut. Mereka pikir salah dengar.


"apa yang guru bilang tadi ?" ucap salah satu anak murid yang ragu dengan pendengarannya.


Jilli mengulangi pertanyaannya. Namun anak muridnya malah diam. Mereka bingung harus menjawab seperti apa.


"saya rasa cinta itu adalah perasaan sayang dan rasa ingin memiliki" ucap salah satu murid perempuan.


"iya, dan terkadang ada perasaan senang saat melihatnya bahagia, dan cemburu saat melihatnya bersama yang lain" tambah murid lain.


Cukup lama Jilli dan murit-muritnya berbicara tentang cinta. Hingga juli mengerti jika perasaannya pada Jia Li selama ini adalah cinta. Jadi wajar jika selama ini ia merasa senang jika dekat dengan Jia Li, dan marah / cemburu saat melihat Jia Li dekat dengan pria lain. Ia bahkan pernah cemburu dengan zhu, wanita penghibur yang diam-diam menyukai Jia Li.


"baiklah, kalian boleh pergi" ucap Jilli pada murid-muridnya. 


Mendengar hal itu, anak murid Jilli akhirnya pergi dari ruangan itu. Mereka sedikit bingung. 


"bukankah ini aneh ?" ucap salah satu murid saat mereka sudah cukup jauh dari ruangan Jilli tadi.


"apanya yang aneh ?"


"guru. Kenapa guru membahas mengenai cinta ? Bukannya ini aneh ?"


"ya...ini aneh. Ini pertama kalinya guru membahas hal ini"


"apakah mungkin guru jatuh cinta ?"


"itu terdengar mustahil. Tapi ini bisa saja terjadi "


"jika itu benar-benar terjadi, aku cukup bahagia atas nama guru surgawi Jilli. ".


"wah...seperti apa rupa gadis yang berhasil membuat guru kita jatuh cinta ?"


"aku tidak tau, yang jelas dia pasti sangat cantik" 


Gosip mengenai guru surgawi Jilli yang jatuh cinta mulai pun menyebar dari mulut ke mulut.


Sementara di ruangannya, Jilli menatap sebuah bola kaca yang sangat indah. Bola itu terlihat sangat indah dengan warna biru dan sedikit bercahaya. Bala kaca itu bukanlah bola biasa, itu salah satu barang langka yang bisa membaca kenangan seseorang bagi siapa saja yang menyentuhnya. Hanya terdapat 5 bola yang sama seperti ini di dunia, dan salah satunya milik Jilli. Tiba-tiba Jilli membayangkan Jia Li.


"bagaimana jika aku memberikan ini pada Jia Li. Dia pasti suka dengan bola kaca yang cantik ini" ucap Jilli. Terukir senyum yang indah di wajah Jilli.


_____


Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like,   comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊