
Jia Li dengan cepat berbalik badan, dan ternyata itu benar-benar Jilli.
"Ji… Ji… Jilli, ke...kenapa kamu disini ?" tanya Jia Li dengan tergagap-gagap. Saat ini Jia Li tidak tahu harus senang atau sedih melihat Jilli ada di hadapannya.
Dari sorot mata Jilli, Jia Li dapat melihat kerinduan yang sangat dalam, dan cinta yang besar. Hal itu membuat Jia Li merasa sakit. Sama halnya dengan Jilli, Jia Li juga menyimpan rasa rindu yang sangat besar pada pria itu dan rasa kecewa. Kecewa karena JIa Li pikir pria itu tidak pernah mencarinya dan melupakannya.
"nanti kujelaskan, sekarang ayo kita pergi dari sini. Kita tidak punya banyak waktu. " Jilli berjalan dengan cepat kerah Jia Li, ia menggenggam tangan Jia Li, namun Jia Li langsung menipisnya.
"tidak, aku tidak bisa pergi" ucap Jia Li.
Hal itu membuat Jilli bingung dan hatinya terasa sakit karena Jia Li menolaknya.
"kenapa ?" tanya Jilli penuh tanya. Pria itu menatap wajah Jia Li dengan sedih, hal itu membuat Jia Li merasa sedih.
"karena aku sudah menikah Jilli" ucap Jia Li dengan sendu. Ia menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca dan hatinya benar-benar terasa sakit seperti di hantam puluhan peluru.
Sontak Jilli terkejut bukan main.
"maksudmu ?" tanya Jilli.
"aku sudah menikah dengan guru surgawi Chunying. Pria itu suamiku sekarang" ucapan Jia Li benar-benar menyakiti Jilli.
Tanpa sengaja, Jilli melihat banyak bekas ciuman di leher Jia Li. Hal itu membuat hati benar-benar hancur. Rasa sakit didadanya itu benar-benar menyiksa, ia marah, dan sangat kecewa karena melihat bekas ciuman pria lain di tubuh wanita yang dia cintai . Tapi Jilli berpikir jika Wang Chunying mungkin saja memaksa/menindas Jia Li. Ya...itulah yang Jilli pikirkan. Perasaan cinta yang luar biasa untuk Jia Li, membuat Jilli menjadi egois, dan cemburu buta. Pria itu bahkan tidak peduli jika Jia Li telah menikah dan masih berharap bisa menikahi Jia Li.
"aku tidak peduli kau sudah menikah atau belum. Ayo pergi Jia Li, kita tidak punya waktu " ucap Jilli. Jilli kembali menggenggam tangan Jia Li namun, Jia Li kembali menepisnya.
"aku tidak bisa Jilli. Aku sudah menikah, mengertilah." ucap Jia Li lagi.
"..." Jilli terdiam. Ia terkejut dengan setiap ucapan Jia Li yang terdengar begitu menyakitkan.
"jika saja kamu datang lebih cepat sebelum aku menikah dengannya, aku pasti memilihmu, Jilli. Tapi sekarang aku benar-benar tidak bisa karena aku sudah menikah. Jika aku pergi dengan mu, aku sama saja aku mempermainkan pernikahan, aku juga akan membuat nama baik ayahku tercoreng, dan yang lebih buruknya ayah ku pasti kecewa padaku. Aku tidak mau dia kecewa padaku, apalagi malu karena ulah ku. Lagipula kita tidak bisa pergi kemanapun, Wang Chunying dan orang-orangnya pasti bisa menemukan kita cepat atau lambat. Dan nyawamu pasti dalam bahaya Jilli, aku bahkan tidak bisa menjamin bisa melindungimu dari amukannya." ucap Jia Li. Jia Li berusaha tetap terlihat tegar meskipun hatinya terasa sakit harus melakukan hal itu pada Jiili, orang yang dia cintai.
Jika ditanya siapa yang Jia Li cintai, jelas Jia Li mencintai Jilli. Tapi keadaan membuat Jia Li tidak bisa bersama pria itu meskipun sebenarnya Jia Li sangat ingin bersama dengan Jilli.
"tidak, tidak, tidak. Ini tidak bisa, ini salah Jia Li. Pasti ada yang salah dengan otakmu. Kau bilang kamu menerima lamaran ku, tapi apa ini ? Kamu bahkan menikah dengan pria lain dan bercumbu dengannya ? Dan sekarang kamu ingin tetap disini lalu melupakan aku" Jilli mulai marah. Pria itu menggenggam bahu Jia Li kuat dan itu menyakiti Jia Li.
"aku minta maaf" hanya itu yang bisa Jia Li ucapkan. Air mata Jia Li jatuh, disini tidak hanya Jilli yang terluka tapi, Jia Li juga terluka. Hatinya juga hancur setiap kali memikirkan bahwa dia dan Jilli tidak mungkin bersama lagi. Tepi sebesar apapun cinta mereka, tidak ada cara lain selain merelakan dan mengubur perasaan cinta itu.
"aku yakin kamu terpaksa menikah dengannya, aku tau jelas jika kamu hanya mencintaiku. Hanya aku di hatimu saat ini !" ucap Jilli. Mata pria itu memerah dan berair, mungkin sebentar lagi air bening itu akan keluar. Dan...Jia Li bisa melihat rasa sakit yang teramat dalam dan kekecewaan dari mata Jilli.
Karena tidak kuat melihat wajah Jilli, Jia Li mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Jia Li hanya diam. Dia tidak membantah semua ucapan Jilli karena itu memang benar. Dan Jia Li tidak menutupi perasaanya untuk Jilli sama sekali. Jujur saja, Jia Li sampai sekarang pun masih sangat menyayangi Jilli, lebih tepatnya Jia Li telah jatuh cinta dengan Jilli. Tapi, statusnya sekarang adalah istri orang yang membuat Jia Li harus mengubur perasaan untuk Jilli, dan mulai belajar mencintai Wang Chunying.
"TIDAK !" bentak Jilli.
"aku tidak bisa menerima ini. Kamu milikku" ucap Jilli penuh tuntutan.
Karena tidak kuat melihat wajah Jilli, Jia Li mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Jilli menarik lengan Jia Li kasar, pria itu hendak membawa Jia Li pergi.
"yah..." rintih Jia Li.
"lepaskan Jilli, ini salah. Kamu tidak boleh seperti ini" ucap Jia li dengan lembut. Ia terus diseret oleh Jilli.
Jilli berlutut di hadapan Jia Li. Hal itu membuat Jia Li kaget.
"apa yang kamu lakukan !" ucap Jia Li.
"aku mohon pergilah bersama ku, aku janji pria itu tidak akan melukai ayahmu dan dia tidak bisa mencari kita. Percaya padaku…" ucap Jilli. Pria itu menatap Jia Li penuh pengharapan, dia berharap hati Jia Li kembali luluh.
"..." Jia Li terdiam. Hatinya benar-benar terluka saat melihat pria yang dia cintai harus mengemis seperti itu padanya dan itu mulai membuat Jia Li ragu dengan segala keputusannya.
"apakah aku harus pergi dengan Jilli ? Tapi… Wang Chunying adalah suamiku sekarang… dan dia sepertinya juga mencintaiku. Apa yang harus kulakukan…" batin Jia Li.
Semakin lama Jia Li terdiam sambil menatap Jilli, maka hatinya semakin tersentuh. Tapi saat Jia Li hendak mengucapkan sesuatu, secara tiba-tiba seseorang menahan lengan Jilli, hal itu membuat Jilli terhenti terkejut.
"mau kau bawa kemana istriku ?" geram Wang Chunying. Pria itu menggunakan jubah tipis untuk menutupi tubuhnya dan terlihat kusut, seolah dia sengaja memberitahu Jilli jika ia dan Jia Li baru saja melakukan hubungan intim.
Jilli dengan cepat bangkit, lalu menatap Wang Chunying penuh kebencian.
Wang Chunying menatap Jilli penuh kebencian, dan aura membunuh yang kuat langsung terasa. Jia Li bahkan bergidik ngeri melihat Wang Chunying dan Jilli saat ini.
"Wang Chunying" ucap Jia Li pelan.
Melihat Jia Li yang nampak ketakutan, Jilli mengambil lengan Jia Li, namun Wang Chunying memisahkan tangan Jia Li dan Jilli dengan paksa.
"masuk ke dalam. Aku punya urusan dengan mantan kekasihmu" ucap Wang Chunying tanpa mengalihkan pandangannya dari Jilli.
Saat ini Jia Li sangat ketakutan, jadi ia tidak berani membantah. Saat Jia Li hendak berjalan ke-kediamannya, namun suara Jilli kembali menghentikan langkahnya.
"kubilang MASUK !" ucap Wang Chunying dengan suara tinggi. Mendengar hal itu Jia Li dengan cepat berlari ke kediamannya. Ia benar-benar takut dengan sosok Wang Chunying saat ini. Pria itu seperti hewan buas yang haus darah.
Jilli hendak mengejar Jia Li namun Wang Chunying menghadangnya. Dengan cepat Wang Chunying membawa Jilli ke hutan yang terletak cukup jauh dari kediamannya.