"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
37



Setelah berdiskusi panjang, Tong Mu dan kaisar selatan memberitahu Liu Bei keputusan mereka.


"kami akan meminta Jia Li memutuskan menerima pertunangan dari gurumu atau tidak" ucap kaisar.


Mendengar ucapan kaisar selatan itu Liu Bei sangat marah.


"lancang sekali kalian mengatakan itu ! Apa susahnya menerima pertunangan ini !" Liu Bei agak marah. Ia merasa jika Jia Li tidak pantas memutuskan pertunangan itu, hanya guru surgawi lah yang berhak mengambil keputusannitu.


"tenang lah Liu Bei. Ini keputusan yang paling tepat. Lagipula aku tidak memiliki wewenang karna aku bukan ayahnya dan yang menikah adalah Jia Li. Jadi biarkan dia yang memutuskan" ucap kaisar tegas.


"baiklah" ucap Liu Bei. Meskipun dia tidak suka harus menunggu jawaban itu, tapi ia tidak punya pilihan karena ini adalah keputusan kaisar dan ia harus menghormatinya. 


"1 minggu lagi datanglah kemari, dan saya harap guru surgawi Chunying datang sendiri untuk mendengar jawaban Jia Li" ucap kaisar.


Tong Mu lebih banyak diam sekarang. Ia takut salah bicara dan membuat masalah yang tidak perlu. 


"baiklah" ucap Liu Bei.


Setelah urusannya selesai Liu Bei dan rekan-rekannya pergi.


"sekarang bagaimana ?" tanya kaisar. Pria itu seperti orang bodoh yang kebingungan menjadi jalan pulang kerumah padahal dia adalah kaisar. Dan ia menjadi beban untuk Tong Mu.


"aku akan memberitahu Jia Li, kita akan menyuruh Jia Li memilih di antara 2 pria itu sesuai keinginan hatinya, tetap pada rencana awal. Dan kau beritahu  ibu suri tua tentang pembatalan perjodohan anak kita" ucap Tong Mu.


"baiklah" ucap kaisar selatan dengan lesu.


Setelah itu Tong Mu dengan cepat pulang kerumah. Ia harus memberitahu Jia Li tentang masalah ini. Sesampainya dirumah Tong Mu langsung menceritakannya pada Jia Li. Pria tua itu harus mengatakan nya dengan segera karena mereka tidak memiliki banyak waktu untuk memutuskan pilihan.


Setelah sampai di rumah Tong Mu langsung pergi menemui Jia Li. Saat Tong Mu memasuki wilayah kamar Jia Li, ia langsung melihat seorang gadis sedang duduk manis sambil membaca buku.


"nak" ucap Tong Mu lembut.


Mendengar hal itu Jia Li langsung menatap Tong Mu dengan senyum manisnya.


"ayah, "ucap Jia Li dengan gembira.


Saat Jia Li ingin bangkit untuk mendekati ayahnya, Tong Mu memberi isyarat agar Jia Li tetap di tempatnya.


"kenapa ayah ?" tanya Jia Li bingung. Ia bingung karena melihat wajah ayahnya yang pucat dan tampak seperti penuh masalah.


"hah…" Tong Mu mendesah kasar lalu berjalan mendekati anaknya.


"nak, ayah… ingin bicara serius" ucap Tong Mu dengan nada serius.


Hal itu membuat Jia Li bingung.


"bicara apa ayah ?" tanya Jia Li.


"nak… apa kamu kenal guru surgawi Chunying ?" tanya Tong Mu. Tong Mu menatap anaknya, ia ingin tau hubungan antara Chunying dan Jia Li yang sebenarnya sampai-sampai pria itu mau menikahi anaknya.


"hm… semua orang juga tau tentang guru surgawi Chunying, ayah" ucap Jia Li dengan wajah polos.


Ucapan Jia Li itu tidak sesuai harapan Tong Mu, itu tidak seperti saat Tong Mu menanyakan hubungan Jia Li dengan Jilli. Waktu itu Jia Li bahkan mengakui kedekatan mereka, tapi… sekarang Jia Li bahkan sepertinya tidak mengenal guru surgawi Chunying. Dan hal itu membuat Tong Mu penasaran apa yang membuat guru surgawi Chunying melamar Jia Li ? Apakah karena cantik ? Pintar ? Kedudukan ? Ayolah… di dunia ini banyak yang lebih dari Jia Li, jadi kenapa pria itu memilih putrinya ?


"apa yang dia sukai dari putraku ?" batin Tong Mu.


"ah… ya nak" ucap Tong Mu.


Jia Li menatap ayahnya dengan ekspresi bingung. 


"ada apa ayah ? Kenapa ayah terlihat aneh, sebenarnya… ada masalah apa ayah ?" ucao Jia Li.


"nak… ada 2 pria berkuasa yang melamarmu" ucap Tong Mu.


Mendengar hal itu, Jia Li tertawa keras.


"hahahaha…. " tawa Jia Li.


Menurut Jia Li ini terdengar cukup lucu dan mustahil, pasalnya ada 2 pria yang melamarnya dan itu pria berkuasa lagi. Apa yang pria berkuasa itu lihat darinya, dia hanya anak perempuan yang bertubuh… gendut dan si kutu buku. Menurut Jia Li, ia benar-benar tidak memiliki daya tarik.


Tapi… saat melihat Tong Mu yang menatap Jia Li dengan serius, tawa Jia Li menghilang.


"apakah ini serius ayah ?" tanya Jia Li dengan wajah polos.


Melihat tingkah konyol anaknya, Tong Mu benar-benar tidak percaya jika Jia Li menjadi perebutan banyak pria. Dan… mereka semua berkuasa.


Tong Mu mendesah kasar, lalu berkata " guri surgawi Jilli dan guru surgawi Chunying melamarmu, Jia Li. Dan kau harus memilih diantara mereka secepatnya" ucap Tong Mu lesu.


"apah !!!" ucap Jia Li dengan nada tinggi. Gadis itu menatap ayahnya dengan wajah terkejut dan tak percaya. Tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"..." Tong Mu hanya diam.


"a...ayah… aku… aku tidak masalah jika itu Jilli tapi… guru surgawi Chunying ? Aku bahkan tidak mengenalnya. Kenapa dia melamarku ?" tanya Jia Li. 


"..." Tong Mu terdiam. Ia sudah tau jika Jia Li pasti akan memilih Jilli ketimbang Chunying yang tidak pernah ia kenali.


"jadi… kau mau menikah dengan guru surgawi Jilli ?" tanya Tong Mu.


"tidak… aku… aku memang menerima lamarannya tapi.." ucap Jia Li tergagah-gagap.


"tapi… aku masih belum mau menikah ayah ! Aku masih ingin bersama ayah" seru Jia Li. Ia menatap Tong Mu dengan wajah sedih.


Yah… Jia Li memang menerima lamaran Jilli, dan ia juga mulai mencintai Jilli karena kebaikan kebaikan dan kesungguhan Jilli padanya. Tapi… itu bukan berarti Jia Li akan menikah dalam waktu dekat. Hal itu karena Jia Li masih ingin menikmati waktunya dengan Tong Mu. 


"iya, ayah juga maunya begitu...."Tong Mu menghentikan ucapannya. Ia juga bingung harus bersikap bagaimana.


Tong Mu mendesah kasar lalu menatap putrinya sendu.


"pikirkan lagi keputusanmu memilih Jilli  baik-baik nak, ini menyangkut masa depan mu. Dan ayah... akan selalu mendukung keputusanmu" setelah mengatakan itu Tong Mu pergi meninggalkan kamar Jia Li.


Kini hanya tinggal Jia Li sendirian di kamar. Ia menangis. Ia sangat benci jika hidupnya diatur-atur oleh orang lain. Dia dunianya yang dulu orang tua Jia Li selalu mendukung keinginannya, Jia Li bisa memilih dan memutuskan sendiri masa depannya termasuk urusan percintaan. Di dunianya terdahulu itu, perempuan cukup bebes memilih jalan yang dia inginkan. Baik pria dan wanita di sama ratakan derajatnya. Tipi di kehidupan ini Jia Li tidak bisa, jika dia bisa bagaimana dengan reputasi ayahnya ? Jika ia menolak tidak hanya reputasi ayahnya akan terancam tapi juga kedamaian kekaisaran selatan.


Jia Li sangat bingung sekarang. Apalagi setiap kali mengingat jika ada 2 pria yang melamarnya. Yang pertama pria yang sedang dekat dengannya, yang kedua pria misterius yang entah siapa dia. Jika disuruh memilih Jia Li lebih memilih menikah dengan Jilli, lagipula Jia Li mulai mencintai pria itu. Meskipun masih hubungan Jia Li dan Jilli masih muda dan usia Jia Li terlalu awal untuk ikatan suci pernikahan, tapi… itu jauh lebih baik daripada menikah dengan pria yang tidak dikenalnya.


________


Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya,   comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊