"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
35



Kulit yang putih susu, alis lurus, mata hitam yang indah, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bibir kecil berwarna pink yang nampak lembab dan dibatuli cairan madu sehingga membuat banyak pria ingin mencicipinya, dan semuanya....ya...dia sangat cantik. 


Baju yang Jia Li yang basah akibat air di kolam ikan membuat kain itu menjadi bau amis dan menempel kekulutnya, ya...kain itu menempel sempurna memperlihatkan lekuk tubuh Jia Li yang jauh diatas rata-rata gadis seusianya. Tubuh ideal seperti gitar spanyol. Bahkan Zhang Xueme yang berstatus sebagai tunangan Jia Li bahkan terpanah oleh kecantikan gadis itu. Keindahan baik wajah maupun bentuk yang tidak akan bisa dilupakan. Sama seperti Zhang Xueme, semua orang di aula itu terdiam sesaat, lalu bergumam tentang kecantikan Jia Li. 


Bagaimana tidak, kebanyakan gadis di dunia itu lebih suka bertubuh kurus seperti papan, berbeda dengan Jia Li yang tidak lebih suka dengan bentuk tubuh yang menonjol. Apalagi Jia Li suka makan-makanan manis sehingga tubuhnya sulit untuk kurus. 


"aku pikir rumor yang mengatakan wajah Jia Li jelek itu benar karena dia selalu menutup wajahnya. Rupanya dia cuman menjaga kecantikannya"


"dia sangat cantik, aku menyesal tidak pernah mendekatinya dulu"


"astaga ini kecantikan yang luar biasa"


Itulah yang Mereka katakan.


Sementara Jia Li, ia tersadar dari lamunannya. Namun ia juga merasa sangat malu karena tariannya tidak dapat diselesaikan, ia jatuh ke kolam, dan bajunya basah. Jia Li merasa telah merusak nama baik ayahnya, ia ingin menangis. 


Putri juan, dan lien hu yang melihat betapa menyedihkan Jia Li merasa senang. Tapi mereka juga kesal setelah melihat betapa cantik dan indahnya tubuh Jia Li.


Jia Li yang terlihat menyedihkan membuat hati Tong Mu sakit, ia ingin menolong. Ia ingin melindungi putrinya dari tatapan cabul dan mengejek semua orang, ia ingin membawa Jia Li pulang. Namun langkahnya terhenti saat melihat pemuda yang tiba-tiba muncul dihadapan Jia Li.


Pria itu menarik tubuh Jia Li lalu memberikan jubahnya pada Jia Li. 


"siapa ?" tanya Jia Li. Jia Li menatap pria itu.


"Jilli, apakah kamu lupa padaku ? Kau sangat jahat ! " ucap Jilli itu dengan wajah sedih.


Jia Li menatap Jilli dengan wajah sedih. Ia menggenggam lengan baju pria itu kuat sekana tidak ingin ditinggalkan.


"Jilli. Ada yang menukar minuman ku dengan bir, ada yang ingin membuat aku mabuk lalu mempermalukan ku. Mereka juga melempar mutiara ke panggung agar kakiku sakit dan tidak bisa menyelesaikan tarian ku. Kenapa mereka jahat padaku ? Aku salah apa ? Apa aku membuat kesalahan ? Jika aku membuat kesalahan, kenapa mereka tidak mengatakannya ? kenapa harus menggunakan cara licik seperti ini ? Apakah mereka sangat pengecut atau menganggap aku begitu bodoh sampai-sampai mereka memperlakukan aku begitu buruk" adu Jia Li. Ia seperti anak kecil yang mengadu pada ayahnya karena dijahati temannya.


Jia Li menatap Jilli dengan mata yang berkaca-kaca dan bibir dimajukan. Sosok Jia Li yang begitu manja membuat Jilli terdiam. Jilli benar-benar terkejut. Selama ia berkenalan dengan gadis itu, ini pertama kalinya Jia Li bersikap manja dan memperlihatkan kelemahannya di hadapan Jilli. 


Tapi jujur saja, sikap manja Jia Li membuat jantung Jilli berdegup kencang dan ia jadi salah tingkah. Bahkan telinga pria itu memerah karena malu. Jilli benar-benar dibutakan oleh cinta, ia bahkan tidak memperdulikan lagi reputasinya di depan semua orang termasuk muridnya. Ia benar-benar mabuk cinta. 


Yah… begitulah orang yang jatuh cinta, sepintar apa pun orang itu, jika sudah mengenal cinta akan jadi bodoh. Termasuk Jilli.


"hem... Aku mabuk dan bajumu masak. Kau bisa sakit jika pakai baju ini terlalu lama, sebaiknya aku antar pulang" ucap Jilli. Ia benar-benar bingung menghadapi Jia Li yang mabuk. 


Kemudian Jilli menatap kaisar dan permaisuri kekaisaran selatan itu. Kedua orang itu masih masih belum sadar dari keterkejutan kejadian itu. 


"kaisar selatan, saya undur diri lebih dulu." ucapan itu membuat kaisar terbagun dari keterkejutannya.


"...ak....ah...iya.." kaisar selata. selatan sebenarnya bingung mau menjawab apa, tapi ia tidak bisa mengatakan tidak karena takut menyinggung guru surgawi Jilli.


Setelah berpamitan, Jilli dan Jia Li menghilang. Menghilangnya Jia Li dan Jilli menyadarkan semua orang. Mereka bertanya-tanya apa hubungan jia lu dengan guru surgawi Jilli. 


Kaisar sendiri tidak tahu kejadian ini adalah hal baik atau hal buruk. Jika Jia Li memiliki hubungan baik dengan Jilli, bahkan jika mereka sampai menikah tentu kekaisaran selatan adalah pihak yang sangat diuntungkan. Namun mengingat Jia Li sudah bertunangan dengan putra ke 4 nya, itu akan terdapat masalah. Apalagi ibu suri tua sangat ingin Jia Li menikahi putra ke 4 nya, lalu bagaimana kaisar selatan itu menjelaskan itu semua pada neneknya. 


Sementara Zhang Xueme sendiri, ia terbakar api cemburu. Tangannya terkepal di bawah meja. Sebenarnya Zhang Xueme ingin menolong Jia Li namun langkahnya terhenti karena Jilli lebih dulu menyelamatkan Jia Li.


Sedangkan Tong Mu, pria itu berlari pulang. Ia ingin melihat keadaan putrinya. Meskipun Jilli adalah guru surgawi, tapi pria itu juga seorang pria jadi Tong Mu harus waspada. Lebih tepatnya laki- laki dan perempuan tidak diperbolehkan berduaan jika tidak memiliki ikatan pernikahan bahkan jika sosok laki-laki itu orang terpandang sekalipun.


Sementara itu, seorang pria menggenggam cangkir giok hijaunya dengan sangat erat. Semakin eratnya gelas giok itu di genggamnya akhirnya cangkir itupun pecah di tangannya hingga. Akibat hal itu, tangannya terluka hingga mengeluarkan darah. Pria itu terlihat sangat marah dengan apa yang dia lihat. Aura membunuhnya keluar, sehingga membuat suasana pesta menjadi mencekam.


*


*


*


Setelah mengantar Jia Li ke kamarnya, Jilli menyuruh pelayan perempuan membantu Jia Li berganti baju. Sedangkan pria itu lebih memilih menunggu di luar rumah. 


Tidak lama kemudian Tong Mu datang. 


"gu...guru surgawi Jilli. Anda disini ?" tanya Tong Mu.


"hm... Maaf, mungkin kamu terkejut dan punya banyak pertanyaan pada Jia Li. Tapi anak perempuanmu sudah tidur mungkin, jadi jika ingin mau bertanya tanyakan saja padaku. Jika aku bisa menjawabnya, aku akan menjawabnya".


"a..a..t..tiu, hm...apa hubungan anda dengan putri saya ?" tanya Tong Mu hati-hati.


"saya dan putri anda hanya teman biasa. Dan...itu sudah cukup lama. Tapi mungkin di masa depan saya akan menikahinya" ucal Jilli mantap.


Karena melihat Tong Mu hanya diam, Jilli mendesah pelan. Ia tahu ini akan sulit bagi mereka. Tapi Jilli yakin jika lamarannya tidak akan ditolak.


"tidak perlu dijawab sekarang Tong Mu. Hari sudah terlalu larut, saya permisi dulu" ucap Jilli sopan.


"ah...iya guru sorgawi Jilli" ucap Tong Mu sopan.


Setelah mengatakan hal itu Jilli langsung menghilang. Tong Mu menatap pintu kamar putrinya dengan putus asa. Untuk pertama kalinya ia bingung harus bagaimana. Ia harus memikirkan ini dengan hati-hati karena ini menyangkut masa depan putrinya.


*


*


*


Malam semakin larut. Dari luar seseorang membuka jendela kamar secara perlahan agar tidak menimbulkan bunyi. Setelah jendela itu terbuka, sosok itu masuk dengan perlahan. Dia melihat sekeliling ruangan, setelah menemukan yang ia cari, ia mendekatinya.


Seorang gadis cantik tertidur dengan pulasnya. Cahaya bulan yang masuk dari selah-selah jendela membuat wajah gadis itu seolah-olah bercahaya. 


"akhirnya aku menemukanmu " ucap sosok itu. Dari suaranya dia adalah seorang pria.


Pria itu memakai jubah  berwarna hitam dengan sulaman perak berbentuk bunga, ia memiliki wajah tampan dan tubuh yang bagus. Hal yang paling mencolok dari pria itu adalah rambutnya berwarna putih. Pria itu mengelus pipi gadis itu dengan lembut penuh kasih sayang. Hanya dengan menyentuh saja, hati pria itu sudah sangat bahagia.


"aku pikir... kamu dua orang yang berbeda. Ternyata tidak, kamu Jia Li, dan kamu adalah istriku dari kehidupan sebelumnya" 


Siba-siba, Jia Li merubah posisinya menjadi miring kekiri. Pria itu agak kaget dengan gerakan Jia Li, ia pikir telah membangunkan Jia Li, tapi ternyata tidak. Gadis itu tetap tidur dengan sangat nyaman. 


Tanpa sengaja pria itu melihat tanda lahir berbentuk bulan sabit di belakang telinga kanan Jia Li. Tanda yang sama yang pria itu lihat 6 tahun yang lalu. Seketika pria itu tersenyum lebar.


"mukannya ini jodoh Jia Li ?" ucap pria itu yang tidak lain adalah Wang Chunying.


Wang Chunying kemudian mengecup kening Jia Li lembut, lalu mengelus puncak kepala Jia Li penuh kasih sayang.


"aku akan mengikatmu kembali Jia Li. Secepatnya" ucap pria itu tepat di telinga Jia Li. 


Setelah mengatakan itu, pria itu menghilang.


***


"kaisar, guru surgawi Chunying, ingin meminta seorang gadis dari kekaisaran selatan sebagai istrinya. " ucap liu bei.


Liu bei adalah murid dari guru surgawi shen, tapi ia baru tau jika guru surgawi shen sebenarnya murid dari guru surgawi Chunying beberapa tahun yang lalu. Jadi itu sama dengan guru surgawi Chunying adalah masternya.


Kaisar yang mendengar hal itu nampak sangat terkejut.


"istri ? Guru surgawi Chunying ingin istri dari kekaisaran kami ?" tanya kaisar selatan untuk memastikan.


"iya kaisar, apa ada masalah ?" tanya liu bei.


"ti...tidak. laku perempuan seperti apa yang guru surgawi Chunying inginkan ?"


"dia harus gadis paling cantik di ibu kota, bintar dan punya hati yang baik" ucap liu bei.


"siapa ? Hm... bagaimana anak perempuan saya. Saya punya banyak anak perempuan yang tidak hanya cantik namun juga berbakat"  ucap kaisar selatan. Mendengar hal itu, liu bei tertawa keras.


"kaisar orang yang lucu. Mana mungkin putri kaisar selatan sebanding dengan master ku yang luar biasa " ucap liu bei meremehkan. 


Kata-kata liu bei memang sangat menyakiti hati kaisar, namun ia harus bersabar. Ia tidak mau mencari masalah dengan murid guru surgawi.


"lalu siapa ?" tanya kaisar selatan itu dengan bingung.


"Jia Li, putri Tong Mu."  ucap Liu Bei. ucapan itu langsung membuat kaisar selatan terkejut bukan main.


"kenapa kalian menyebut nama putriku " ucap seorang pria paruh baya yang baru saja masuk keruangan itu.


_______


Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya,   comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊