"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
11



Keesokan harinya Jia Li  pergi ke ruang belajar Wang Xuemin, ia ingin meminta maaf mengenai masalah tadi malam. Tapi saat Jia Li ke ruang belajarnya, pria itu tidak ada. Jia Li memutuskan untuk menunggunya di sana sambil membaca buku.


Jia Li  berjalan lalu memilih sebuah buku yang bagus di rak buku penyimpanan pangeran ke 3. Mata Jia Li  menatap buku berwarna hitam, buku itu terlihat cukup tua, tapi cukup menarik. Jia Li mengambil buku itu lalu mulai membacanya.


Buku itu menceritakan tentang asmara seorang kaisar yang sangat sangat terkenal pada zamannya. Dia sangat di eluh-eluhkan rakyatnya karena kepemimpinannya yang sangat bagus, dia juga pintar dan memiliki wajah yang sangat tampan. Suatu hari kaisar itu jauh cinta dengan seorang siluman rubah yang sangat cantik, si siluman rubah itu juga memiliki perasaan yang sama dengan kaisar. Mereka semakin dekat hingga akhirnya menikah, lalu siluman itu diangkat menjadi selir agung. Sang siluman yang baru tahu jika pria yang ia cintai ternyata seorang kaisar dan lebih buruknya ia telah memiliki permaisuri, membuat rubah cantik itu sedikit kecewa dan sangat sedih, tapi rasa cintanya membuat ia bertahan dan memaafkan semua perbuatan sang kaisar. 


Tati kedekatan keduanya menimbulkan rasa iri dari permaisuri, sehingga permaisuri memiliki rencana licik yang akan memisahkan mereka, yaitu menuduh sang siluman cantik itu berselingkuh, dan merencanakan  pembunuhan permaisuri. Sang kaisar yang jatuh dalam jebakan itu larut dalam kekecewaannya dan dikuasai oleh kemarahan, ia bahkan tidak membiarkan rubah cantik itu menjelaskan apa yang terjadi. Kaisar menghukum rubah dengan membuatnya buta lalu mengasingkannya di tempat terpencil,  mendapat perlakuan buruk dari kaisar membuat siluman rubah itu sangat sedih dan kecewa. Hal itu semakin parah karena permaisuri menghasut rakyat sehingga rakyat membenci siluman rubah itu. Siluman rubah itu menjadi bahan ejekan, hinaan dan makian para rakyat, sementara kaisar hanya diam. 


Setelah kepergian siluman rubah itu, permaisuri berusaha keras memasuki hati kaisar namun ia tidak berhasil,  kaisar sangat mencintai siluman itu. Permaisuri yang selalu ditolak kaisar akhirnya timbul rasa benci yang besar pada siluman cantik itu, sang permaisuri yang dikuasai oleh kebencian akhirnya merencanakan pembunuhan pada rubah cantik itu. Sang rubah cantik yang mengetahui hal itu berlari secepat yang ia bisa, tapi matanya yang buta menyulitkannya untuk lari. Rubah itu bersembunyi di suatu kuil dawa terlarang. Permaisuri yang mengetahui hal itu lantai menyerbu rubah itu, rubah itu tidak bisa lari kemanapun karena dikepung, ia langsung di hujani dengan ribuan panah. Rubah cantik itu langsung jatuh, tapi ia tidak jatuh ke tanah melainkan ke dalam sumur terlarang yang rupanya adalah sumur reinkarnasi . 


Sang kaisar yang mengetahui hal itu marah besar, ia lantas menyelidiki penyebab kematian sang kekasih dan tidak lupa kejadian sebelumnya. Saat sang kaisar mengetahui bahwa ini semua rencana permaisuri, sosok kaisar yang baik, lembut, dan bijaksana berubah menjadi kaisar yang kejam yang sangat sadis. Ia dengan kejamnya mengguling kan permaisuri, menghukumnya dengan sangat berat menyiksanya sampai permaisuri itu mati. Tidak dijelaskan dengan pasti seperti apa hukuman yang diberikan kaisar kepada permaisuri, tapi Jia Li  yakin itu sangat buruk mengingat kaisar itu bahkan tega membuat kekasih hatinya buta dan mengasingkannya, apalagi jika itu adalah orang yang menjebak dan membunuh kekasihnya.


Di akhir cerita, dijelaskan jika kaisar bersumpah akan menemukan reinkarnasi kekasihnya. Ia tidak akan melepasnya, apalagi percaya dengan perkataan orang lain lagi. Ia akan membalas segala perbuatannya yang buruk di masa lalu dengan memberikan kebahagiaan pada kekasihnya itu.


"memangnya kalau ketemu, siluman itu akan mau kembali dengan kaisar bodoh itu ? Heh.. Pria tidak hanya satu di dunia ini. Aku yakin siluman cantik itu bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari kaisar bodoh itu...!" ucap Jia Li  kesal. Ia sangat benci jika harus membaca cerita seperti itu.


"lagipula hubungan yang diawali dari kebohongan dan ketidakpercayaan pasti akan hancur. Apalagi ditambah dengan adanya orang ke 3 diantara mereka. Hubungan yang diharapkan harmonis pasti akan hancur, dan lihatlah ini benar-benar terjadi. Hanya sedikit pria yang berhasil berpoligami, dan tentunya si istri harus ikhlas tapi, kenyataannya tidak banyak wanita yang rela berbagi suami." ucap Jia Li  yang terdengar sendu. 


"kenapa kau bersedih hanya karena membaca buku legenda itu ?" ucapan itu membuat Jia Li  terdasar.


Jia Li  langsung menatap asal suara itu, ia melihat pria tampan berdiri dekat meja belajar. Pria itu mengenakan hanfu putih dengan corak hitam.


"tuan siapa ?" tanya Jia Li .


"aku....Wang Chunying" ucap Wang Chunying


Jia Li  yang mendengar hal itu langsung memberi hormat. Ita tau jelas jika nama itu adalah milik pangeran pertama.


"salam hormat pangeran dan maaf karena ketidak tahuan saya" ucap Jia Li .


"bangkutlah, tidak seharusnya kamu memberi hormat" ucapan Wang Chunying terdengar ambigu di telinga Jia Li .


"Kenapa pengaran pertama harus bicara seperti itu, padahal sudah seharusnya ia memberi hormat kan ?" batin Jia Li


"kemarilah" ucap Wang Chunying. Jia Li  lantas mendekati Wang Chunying.


Setelah Jia Li  berdiri di depannya, Wang Chunying meraih tangan gadis itu. Ia melihat telapak tangan Jia Li  yang kemarin terluka kini sudah di obati, melihat hal itu Wang Chunying merasa lega. Jia Li yang merasakan hal aneh terhadap Wang Chunying ingin menarik tangannya kembali, namun ditahan oleh pria itu.


Wang Chunying yang melihat ketidak nyamanan Jia Li  merasa sedikit sedih. Ia merasa jika Jia Li melupakannya.


"apa kau tidak ingat denganku ?"  tanya Wang Chunying.


"memangnya kita pernah bertemu sebelumnya ya pangeran ?" tanya Jia Li  polos.


"aku...aku pria yang kamu tolong di danau itu, apa kamu benar-benar melupakan aku ?" suara Wang Chunying terdengar sedih. 


Bayangan mengenai kejadian di danau waktu itu terbayang kembali oleh Jia Li .


"ah....iya saya ingat, maafkan saya pangeran pertama. Malam itu gelap jadi, saya tidak begitu memperhatikan wajah anda" jawab Jia Li  jujur.


"iya. Kali ini saya maafkan. Lain kali jika kamu melupakan ku , aku akan menghukummu" ucap Wang Chunying tegas.


Jia Li  yang mendengar hal itu hanya tersenyum kaku.


"he..he.hehehe i...iya pangeran pertama, saya tidak akan mengulangi lagi" ucap Jia Li .


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Jia Li  melihatnya, dan menemukan Wang xuemin. Jia Li berlari kecil ke arahnya.


Wang Xuemin yang mendengar itu merasa sedikit senang, ia tersenyum kecil. Namun saat melihat kakaknya di ruang belajarnya senyumnya pudar.


"keluarlah dulu, aku ada tamu" ucap Wang Xuemin yang langsung di patuhi Jia Li . Saat Jia Li  hendak meninggalkan ruangan itu, suara Wang Chunying menghentikan langkahnya.


"tidak perlu keluar. Kedatangan ku kesini ingin membahas mengenai dia juga" 


Wang Xuemin yang mendengar itu menatap kakaknya serius.


"apa yang ingin kakak katakan dengan Jia Li  ?" tanya Wang Xuemin langsung. Ia menatap Wang Chunying bingung.


Jia Li  kembali berjalan mendekati pangeran ke 3 dan pertama .


"aku ingin membawanya ke istanaku, dan...menjadikanmu istriku" ucapan Wang Chunying membuat Wang Xuemin terkejut bukan main, begitu juga Jia Li .


Jia Li  dan pangeran ke 3 terkejut, mereka saling memandang satu sama lain.


"apa yang kau ucapkan kakak, jangan bicara tidak masuk akal disini" ucap Wang Xuenmin.


Jia Li  masih diam, dia tidak tahu harus bicara apa.


Wang Chunying, berjalan mendekati Jia Li , ia merah tangannya.


"Aku serius. Jia Li   Menikahlah denganku." Ucapan Wang Chunying terdengar sangat lembut penuh kasih sayang. Namun ucapan itu tidak mampu meluluhkan hati Jia Li , Jia Li  menarik lengannya.


"kenapa yang mulia ingin menikah dengan saya, sementara di luar sana banyak yang jauh lebih baik dari saya yang ingin sekali menikah dengan pangeran ?" tanya Jia Li  pada aKhirnya.


Pertanyaan Jia Li  Membuat Wang Chunying terdiam. Ia tidak menyangka Jia Li  akan menanyakan hal itu, sementara wang Xuenmi ia hanya bisa terdiam menyaksikan pembicaraan Jia Li  dan kakaknya meskipun di hati kecilnya ada sesuatu yang terasa sakit.


Cukup lama Wang Chunying Terdiam, dia agak ragu untuk mengatakannya.


"saat aku berada di ambang kematian waktu itu, aku bersumpah akan melakukan apa saja untuk orang yang menyelamatkanku. Itulah alasan kenapa aku ingin menikahimu" Ucapan Wang Chunying Jujur. Jia Li  yang mendengar itu merasa sedikit sedih karena pria tampan itu rupanya ingin menikahinya karena balas budi bukan karena cinta.


"maaf pangeran pertama, saya menolak lamaran pangeran pertama" ucap Jia Li  sambil sedikit menyembunyikan tubuhnya di balik pangeran ke 3, ia takut Wang Chunying akan marah.


"apa ?" Wang Chunying tidak menyangka akan di tolak. Ia pikir, ia hanya salah dengar. 


"Saya menolak lamaran pangeran" Tapi perkataan Jia Li  kembali terdengar, dan kali ini terdengar sangat tegas.


"ta...tapi kenapa ? apa alasan mu menolakku ?" Wang Chunying berusaha keras agar Jia Li  tidak menolaknya.


"pernikahan yang saya inginkan haruslah didasari cinta pangeran, pernikahan tanpa cinta itu hanya akan membuat kita tidak bahagia dalam rumah tangga. Lagipula tidak perlu menikahi saya jika ingin membalas budi pangeran, masih ada banyak cara. " ucapan Jia Li  seakan menyadarkan Wang Chunying. 


Memang benar ada banyak cara untuk membalas budi. Tapi entah kenapa Wang Chunying sangat ingin membawa Jia Li  sebagai istrinya. Lagipula ciuman pertama nya juga di curi oleh Jia Li kan, jadi tidak masalah jika ia menginginkan pernikahan. 


"Pikirkan dulu Jia Li , pernikahan ini tidak akan membuatmu rugi?" tanya Wang Chunying. Kali ini wajahnya terlihat sangat sedih. 


"Menurut saya pernikahan ini lebih banyak merugikan saya pangeran. jika kita menikah, saya hanya bIsa menjadi selir rendahan, Saya juga harus bersaing dengan istri-istri pangeran yang lain di masa depan agar mendapatkan sedikit cinta dan kasih sayang pangeran, akan ada gosip yang semakin membuat nama saya jelek, jika saya punya anak laki-laki nyawanya pasti akan terancam karena kerasnya kehidupan di harem dan masih banyak lagi. Lagi pula siapapun suami saya, saya tidak pernah sudi menjadi selir, yang saya mau hanya menjadi istri sah, dan saya juga tidak mau berbagi suami. Dan… dan saya sangat yakin pangeran pertama tidak akan mampu memenuhi keinginan saya kan ?" ucap Jia Li  tegas.


"..." Wang Chunying terdiam cukup lama.


Wang Xuenmin sendiri tertegun dengan ucapan Jia Li , ia tidak menyangka Jia Li  bisa bicara seperti itu. Namun alasan Jia Li sedikit lucu, di zaman ini hal biasa jika laki-laki memiliki istri lebih dari satu.


"jika pangeran sangat ingin membalas budi, pangeran bisa keluarkan saya dari istana dan beri saya sedikit uang. Itu sudah cukup untuk saya" Ucapan Jia Li  mengejutkan Wang Chunying dan Wang Xuemin.


Di fikiran mereka bertanya-tanya, apakah sebegitu kerasnya Jia Li ingin keluar dari istana ? Padahal banyak orang yang berlomba-lomba masuk ke istana kekaisaran.