
Malam mulai larut. Di kamarnya, Jia Li baru saja selesai mandi. Tubuhnya yang begitu lelah karena kegiatannya yang padat terasa kembali segar setelah berendam air hangat yang telah diberikan taburan bunga. Setelah selesai mandi dan berpakaian, tidak lupa ia mengolesi pelembab kulit di tangan dan kakinya. Wajahnya tidak luput dari perawatannya, Jia Li menggunakan cream wajah hasil racikannya sendiri. Tidak heran kini ia semakin cantik. Bukan karna Jia Li menggilai kecantikan, tapi baginya seorang perempuan haruslah menjaga penampilannya dan harus merawat tubuhnya dengan baik. Di kehidupan sebelumnya, memiliki wajah yang rupawan dan penampilan bagus adalah hal yang sangat penting bagi semua orang. Bahwan tidak jarang orang-orang melakukan operasi plastik agar terlihat cantik atau tampan. Semua bisa mendapatkannya asal punya banyak uang. Tapi di kehidupan yang entah apa namanya ini, orang-orang yang berparas cantik atau tampan tidak begitu banyak, jadi tidak heran jika perempuan yang berparas cantik biasanya menjadi incaran para pria berkuasa hanya untuk memuaskan nafsu bejatnya. Mereka akan mengumpulkan wanita cantik di harem mereka sebanyak mungkin, namun tidak semua diberlakukan baik. Hanya wanita yang mampu memikat hati suami mereka, sedangkan mereka yang tidak mendapatkan cinta suaminya akan berakhir buruk. Terdengar jahat sih, tapi itulah kenyataannya. Sementata para perempuan bangsawan berwajah pas-pasan biasanya mereka akan menggunakan make up yang cukup tebal agar bisa terlihat cantik. Dan...Jia Li melihat mereka seperti badut yang sangat lucu. Setiap kali Jia Li melihat perempuan memakai make up tebal ia harus menahan tawanya, bahkan perutnya sering sakit.
Setelah selesai dengan ritual merawat tubuhnya, lalu Jia Li mematikan lampu yang menerangi kamarnya. Ia tidak suka tidur dengan lampu menyala. Jia Li berjalan ke kasur dan baring di atasnya. Tapi...saat Jia Li hendak menutup matanya, Jia Li mendengar suara aneh. Jia Li langsing terbangun. Ia melihat kiri dan kanan, memastikan apakah ada orang lain di kamarnya. Jia Li yakin jika itu bukanlah para pelayannya, karna Jia Li sudah memperingatkan mereka untuk tidak masuk ke kamarnya tanpa izin.
"siapa disana ? Aku tau ada orang ! Keluarlah, siapapun kamu " ucap Jia Li.
Ternyata tebakannya benar, dari balik kegelapan sudut ruangan seorang berdiri disana. Meskipun ruangan gelap, namun cahaya bulan yang masuk dari celah jendela cukup untuk melihat sosok itu. Sosok itu berpakaian serba hitam dengan penutup kepala. Sosoknya tinggi dan tubuhnya tegap. Jia Li agak sedikit takut sekarang.
"siapa kamu ?" meskipun takut. Tapi suara Jia Li tetap terdengar lembut dan enak untuk didengar.
"tidak peduli saya siapa. Tapi saya kesini hanya ingin memberitahumu jika pangeran ke 4 akan merencanakan sesuatu yang buruk padamu !" ucap sosok misterius itu. Suara itu milik pria.
"a...apa maksudmu ?" dari balik tirai kasurnya yang tipis, Jia Li melihat pria itu tajam. D
"kenapa pangeran ke 4 ingin mencelakaiku ?" tambah Jia Li, ia sedikit bingung kenapa pangeran ke 4 ingin mencelakainya.
"dia tidak mau bertunangan dengan mu, makanya dia merencanakan ini semua agar tidak jadi bertunangan. Dia akan mengurungmu dangan pria dan menuduh kamu melakukan perzinahan dalam waktu dekat. Sebaiknya kamu hati-hati. Saya mohon maaf, saya harus segera pergi." setelah mengatakan itu, pria itu menghilang dari kamarnya dalam hitungan detik.
Jia Li menatap horor. 'Apakah dia hantu ? Kenapa dia menghilang dalam hitungan detik" itulah yang Jia Li pikirkan.
Tak ingin membuang waktu, Jia Li mengambil jubahnya dan penutup wajah. Ia ingin menemui Kun secepatnya. Masalah malam ini tidak bisa dianggap enteng. Masalahnya jika rencana pangeran ke 4 benar-benar terjadi, tidak hanya dia akan kehilangan muka, tapi reputasi ayahnya akan hancur, dan hubungan ayahnya dengan keluarga kekaisaran pasti akan memburuk. Dengan tempramen ayahnya yang tidak kenal takut, keras kepala, pemberontak dan pendendam, mungkin akan memicu terjadi pemberontakan di kekaisaran. Itu bisa saja terjadi mengingat ayahnya orang sangat cerdas dan licik, bahkan kaisar harus waspada padanya.
Selain itu, yang membuat Jia Li bingung adalah identitas orang itu. Setau Jia Li rumah Tong Mu ini sangat ketat penjagaannya dan para penjaga juga orang yang sangat hebat. Tapi kenapa orang asing itu bisa masuk tanpa diketahui olehnya. Lalu untuk apa pria itu memberitahu rencana licik pangeran ke 4 padanya, apakah pria itu memiliki tujuan jahat padanya ? Ya...tapi bisa jadi pria itu hanya ingin menolong. Tapi...kenapa dia mau menolong ? Semakin dipikirkan, Jia Li semakin yakin jika sosok itu sangat lah kuat dan dia bukan orang sembarangan.
Jia Li berjalan ke teras samping. Biasanya Kun akan selalu ada disana.
"Kun " panggil Jia Li.
Mendengar suara Jia Li, Kun segera mendekati nona mudanya. Wajah pria itu terlihat khawatir, karena tidak biasanya nonanya menemuinya di tengah malam begini.
"ada apa nona, apa terjadi sesuatu ?" tanya Kun cepat.
Melihat Kun yang berjaga dengan tenang tadi membuat Jia Li semakin yakin jika sosok pria di kamarnya itu bukanlah orang biasa. Dia sangat kuat dan pintar.
"tidak terjadi apa-apa, aku cuman mau minta tolong padamu" Jia Li terpaksa berbohong.
"minta...tong ? Ya katakanlah nona" ucap Kun. Walau dia sedikit bingung, namun ia tetap menjawab 'ya" seperti biasanya.
"Kun, kau cari tau semua informasi tentang pangeran ke 4 secepatnya. Sikapnya, kegiatannya, kemana saja dia pergi, orang-orang yang dekat dengannya, apapun itu Kun. Aku mau semuanya, mengerti ?" ucap Jia Li.
"baik nona" ucap Kun.
"bagus" jawab Jia Li.
2 hari kemudian. Saat Jia Li mendengar semua informasi tentang pangeran ke 4, ia benar-benar terkejut. Bagaimana tidak, selain terkenal karena parasnya dan prestasinya rupanya pangeran ke 4 memiliki banyak sisi gelap yang jarang diketahui orang. Seperti suka bermain ke rumah bunga dengan teman-temannya, tidur dengan banyak wanita di rumah bunga, suka bermain judi dengan teman-temannya, dan suka mabuk. Memikirkan orang seperti apa yang menjadi tunangannya Jia Li benar-benar merasa jijik. Bagaimana tidak, memikirkan pangeran ke 4 itu sering tidur dengan banyak wanita *******, dan memikirkan betapa kotornya senjata milik pria itu membuat Jia Li jijik. Bahkan melihat wajah pangeran ke 4 yang tersohor itu, Jia Li sudah merasa mual.
"Kun, kau lacak keberadaan pangeran ke 4. Aku harus menemui pangeran 4" meskipun Kun bingung dengan perintah Jia Li, ia tetap melaksanakannya.
Setelah mengetahui dimana pangeran ke 4 berada Jia Li dan Kun langsung pergi menemuinya. Saat ini pangeran ke 4 sedang berada dirumah bunga, atau...rumah brodil, tentunya Jia Li kesana mengenakan pakaian pria, bukan wanita. Baju pria yang Jia Li kenakan saat ini membuatnya terlihat sangat menawan, elegan, penuh pesona dan penuh wibawa. Belum lagi aura yang Jia Li pancarkan membuat semua orang yang melihatnya menjadi tertarik padanya. Kun yang melihat Jia Li, juga merasakan hal yang sama.
Kun merasa baik tuannya menjadi gadis, dia akan tetap membuat banyak orang jatuh cinta padanya, bahkan jika dia benar-benar menjadi laki-laki maka semua perempuan pasti tergila-gila padanya. Bagaimana tidak, dia tidak hanya memiliki paras yang menawan dan bentuk tubuh yang menggoda, tapi juga murah hati dan tidak pelit. Dan...jujur saja Kun memang mulai jatuh hati pada Jia Li, hanya... saja dia menyangkalnya. Dia tidak berani memikirkan hal itu, karena mustahil bagi dia dan Jia Li bersama sebagai sepasang kekasih.
Setelah sampai di rumah bunga, Jia Li dan Kun disambut dengan pemandangan yang sangat menjijikkan. Banyak pria dan wanita sedang bercumbu di sana, hal itu sudah biasa, yang membuat Jia Li jijik adalah melihat pria tua yang sedang mencabuli gadis muda berusia 11-15 tahun. Terdengar suara jeritan dan minta tolong di beberapa tempat yang membuat hati Jia Li panas. Rasanya Jia Li ingin membakar tempat ini, tapi dia tidak bisa. Jika di kehidupannya yang dulu (lebih tepatnya negara yang ia tinggal dulu), rumah brodir memiliki aturan ketat soal pekerja seksnya tentunya itu sudah diatur dan ditetapkan oleh undang-undang, salah satu contohnya tidak mempekerjakan anak dibawah umur. Jika mereka melanggar maka akan berurusan dengan pihak kepolisian. Tapi di disini, pihak kekaisaran tidak mau ikut campur dengan bisnis ini asalkan mereka membayar uang pajak.
Kun yang melihat Jia Li, agak sedikit khawatir. Sebenarnya Kun telah melarang Jia Li untuk tidak kesana, namun Jia Li bersikeras untuk menemui pangeran ke 4 secepatnya. Karena ucapan Jia Li yang tegas membuat Kun tidak berkutik. Entah kenapa ia begitu lemah di depan gadis itu sekarang.
Seorang wanita yang menjadi pemilik rumah bunga sekarang datang mendekati Jia Li dan Kun. Wanita itu memiliki tubuh yang seksi, namun wajahnya ditutupi make up yang tebal sampai-sampai wajah aslinya tidak terlihat lagi. Sebenarnya jika di waktu biasa Jia Li pasti akan tertawa, tapi karena suasana hatinya buruk akibat pangeran ke 4 hal semacam ini jadi tidak lucu lagi.
"ah... Tuan muda, apakah anda membutuhkan sesuatu ? Tempat kami memiliki banyak wanita cantik" tanya wanita itu dengan sangat sopan, dan sedikit genit. Dia menatap sosok Jia Li. Dimatanya Jia Li nampak seperti anak laki-laki bangsawan yang sangat di sayang orang tuanya, jika Jia Li menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrongnya seperti kebanyakan anak-anak bangsawan lain maka uang yang akan dia dapat pasti banyak.
"aku harus membuat dia betah dan senang disini" batin wanita itu.
"tidak usah, aku harus menemui seseorang disini" ucap Jia Li.
Setelah mengatakan itu, Jia Li dan Kun pergi menuju ruangan pangeran ke 4. Di depan ruangan itu, terdapat 2 orang pengawal. Jia Li tebak mereka adalah pengawalnya.
"dimana tuan mu, tuan ku ingin bertemu dengan pangeran ke 4" ucap Kun.
Kedua penjaga itu saling menatap satu sama lain.
"siapa kamu dan ada urusan apa kau mencari pangeran ke 4 ?" tanya salah satu penjaga.
Kun menatap Jia Li. Seperti memberi isyarat 'apa yang harus aku jawab".
Jia Li dapat mengerti isyarat itu dengan baik.
"katakan pada pangeran saya Jia Li dan kami ini mengenai pertunangannya dengan putri tuan Tong Mu" ucap Jia Li.
Mendengar Jia Li mengatakan nama aslinya, Kun sedikit khawatir.
Kedua prajurit itu menatap Jia Li. Mereka sangat ingin melihat wajah Jia Li, tapi terhalang karena topi yang menutupi hampir semua wajah Jia Li. Mereka ingin meminta Jia Li melepas topinya, tapi...melihat Jia Li yang tampak seperti anak bangsawan tinggi mereka tidak berani menyinggung Jia Li.
"baiklah, tinggu sebentar" ucap salah satu pengawal. Setelah mengatakan itu, salah satu pengawal masuk kedalam untuk memberitahukan kedatangan Jia Li ke tuannya.
Seorang pria tampan sedang duduk di tengah ruangan. Pria tampan itu setengah telanjang dan dikelilingi 4 wanita cantik, tidak hanya ada mereka. Ada 3 pria lain di ruangan itu, 2 diantaranya dikelilingi 2 wanita seksi dan hanya satu pria yang tidak memiliki wanita cantik di sampingnya.
"tuan, ada seseorang ingin bertemu dengan pangeran ke 4" ucap pengawal itu.
Mendengar hal itu, Zhang Xuemei menatap pengawalnya.
"seseorang mencariku ? Siapa dia ?" ucap Zhang Xuemei.
"apah katamu !?" Zhang Xuemei menatap terkejut.
Pengawal itu mengulangi kalimatnya, tapi tetap saja Zhang Xuemei masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.
"persilahkan dia masuk" yang mengucapkan itu bukan Zhang Xuemei. Melainkan kakak dari Zhang Xuemei, Zhang Junqing. Pangeran pertama sekaligus putra mahkota kekaisaran selatan.
Zhang Junqing memiliki wajah tampan, dan tubuhnya benar-benar sempurna. Dia menggunakan baju sutra hitam dengan sulaman bunga yang indah, sosoknya terlihat tegas dan garang, namun terlihat enak dipandang. Dan dia satu-satunya pria yang duduk sendirian tanpa wanita cantik menemaninya.
Mendengar ucapan sang putra mahkota, pengawal itu segera mempersilakan Jia Li dan Kun masuk.
Saat mereka melihat sosok pria yang menggunakan baju seragam pengawal tuan Tong Mu, mereka sudah yakin jika itu benar-benar dari rumah Tong Mu. Ya...lagipula siapa yang berani meniru baju penjaga khusus tuan Tong Mu. Tapi saat mereka melihat anak laki-laki berpakaian mewah yang masuk mereka semua bertanya-tanya dalam hati "siapa dia, bukannya tadi Jia Li yang ingin bertemu, tapi Jia Li perempuan dan yang masuk adalah laki-laki".
Ke4 pria itu menatap Jia Li, karna Jia Li terlihat sangat misterius.
"panjang umur yang mulia" ucap Jia Li dan Kun. Jia Li memberi hormat para pria yang Jia Li yakini adalah Zhang Xuemei.
"bagunlah" ucap Zhang Xuemei.
"silahkan duduk" Zhang Xuemei menunjuk salah satu meja.
"terimakasih pangeran" Jia Li berjalan ketempat yang diarahkan dan duduk disana. Sementara Kun berdiri di dekat pintu, mengawasi gerak gerik tuannya. Ada perasaan cemas saat melihat Jia Li berada di tempat seperti ini, apalagi pemandangan di depannya sangat tidak layak.
Suara Jia Li yang terdengar lembut sungguh enak di dengar, dan cara jalan Jia Li yang begitu anggun namun cepat membuatnya terlihat sangat mempesona. Sesaat keempat pria itu saling bertukar pandang, dalam hati mereka berpikir 'mataku yang salah atau memang dia terlihat mempesona".
"ada urusan apa kau kesini." ucap Zhang Xuemei setelah Jia Li duduk.
Pria itu merasa kehadiran Jia Li dan Kun sangat mengganggu. Pria itu menatap Jia Li tajam. Sementara Jia Li kini tidak takut lagi dengan orang-orang seperti mereka, dia sudah memiliki Tong Mu sebagai ayahnya yang sangat ditakuti dan juga dihormati. Jika mereka menyakitinya, maka bersiaplah terkena amukan dari Tong Mu, ibu suri tua, ibu suri dan juga kaisar.
Karena menggunakan topi yang menutupi separuh wajahnya, jadi mereka hanya bisa melihat bibir merah muda dan mengkilap Jia Li. Saat mereka melihat bibir merah muda dan mengkilap itu tersenyum kecil terasa begitu mempesona. Bibir kecil itu benar-benar menggoda iman bagi siapa saja yang melihatnya. Sedangkan para wanita yang melihat jiali, entah kenapa mereka ikutan terpesona, sampai-sampai jantung mereka berdebar lebih cepat.
"hahaha...kenapa pangeran ke 3 begitu terburu-buru. Apakah kedatangan saya begitu mengusik kesenangan tuan-tuan ini" niat Jia Li adalah menyindir mereka, namun kenyataannya suaranya yang lembut dan sangat enak di dengar sama sekali tidak menyinggung mereka.
"katakan saja apa kepentingan kamu datang kesini. Semakin cepat maka semakin baik" liang menatap Jia Li.
"hem...sebaiknya anda diam. Saya hanya memiliki urusan dengan pangeran ke 4" ucap Jia Li yang terdengar tegas.
Ucapan Jia Li membuat liang tersedak. Dia tidak percaya ada perempuan yang berani dengannya. Sama seperti Liang, semua yang mendengarnya menatap tidak percaya Jia Li.
"baiklah pangeran ke 4, bisakah kita membicarakan masalah ini berdua karena ini terlalu sensitif" ucap Jia Li. Ia paling tidak suka jika masalah pribadi diumbar ke depan umum.
"tidak" ucap Zhang Xuemei yang terdengar tegas. Jia Li yang mendengar itu menghembuskan napas berat.
"jika kau ingin bicara dengan ku, maka bicaralah disini dan cepatlah" ucap Zhang Xuemei lagi.
Jia Li pasrah. Nampaknya percuma bernegosiasi dengan Zhang Xuemei. Zhang Xuemei terlalu keras kepala.
"baiklah. Namaku Jia Li, putri Tong Mu. Gadis yang direncanakan akan dijodohkan dengan anda pangeran ke 3" ucap Jia Li. Kali ini nada suara Jia Li terdengar serius.
Keempat pria itu menatap Jia Li penuh minat. Ada rasa penasaran dengan sosok Jia Li yang dikabarkan jelek, bodoh, penyuka sesama jenis dan sedikit gila itu. Di dalam benak mereka bertanya-tanya, apakah Jia Li seperti itu.
"kedatangan ku kesini untuk membahas mengenai perjodohan kita. Menurut pangeran....kita harus bagaimana dengan perjodohan ini, hem...mengikuti aturan perjodohan konyol ini lalu menikah tanpa cinta dan hidup sengsara seumur hidup. Atau membatalkannya ?" ucapan Jia Li itu membuat Zhang Xuemei tidak bisa berkata-kata.
"kenapa kau bicara seperti itu ? Apa kau tidak puas dengan Zhang Xuemei" tanya Zhang Junqing tanpa menatap Jia Li. Pria itu menatap cangkir tehnya.
Jia Li menatap pria itu. Ia belum tau identitas Zhang Junqing
"bukan masalah puas atau tidak, tapi ini masalah hati. Saya tidak mencintai pangeran ke 4." jawab Jia Li jujur.
"bagi saya, uang bisa dicari, harta bisa didapat, tapi cinta yang tulus tidak semudah itu. Pernikahan adalah suatu ikatan sakral bagi saya, dan saya sangat ingin terikat dengan orang yang saya cintai dan juga mencintai ku selamanya. Hingga maut memisahkan kami dan tidak pernah ada orang ketiga diantara kami. Meskipun saya pada akhirnya tidak menikahi dengan pria yang saya cintai, saya juga tidak mau berbagi suami dengan wanita manapun. Jika itu terjadi saya pasti akan menjadi orang jahat yang membunuh atau menyiksa wanita selingkuhan suami saya. Jadi...lebih baik kita batalkan saja perjodohan ini karena saya tau pangeran ke 4 bukanlah tipe pria yang bisa bertahan dengan satu wanita. " Jia Li menatap pangeran ke 4. Pria itu menatapnya dengan ekspresi terkejut. Sama seperti Zhang Xuemei , dia juga terkejut.
"jangan khawatir dengan ayah saya. Saya telah mengatakannya masalah ini dengan ayah saya. Dia bilang akan membatalkan perjodohan ini jika kita tidak cocok." tambah Jia Li.
Cukup lama terjadi keheningan.
"kau...kau serius mau membatalkan perjodohan dengan ku ?" ucap Zhang Xuemei
"ya, kenapa tidak. Pangeran ke 3 adalah pria yang terlalu bebas, sementara saya perempuan yang selalu menjaga batasan. Kita sangat tidak cocok, jika perjodohan ini tetap terjadi baik pangeran ataupun saya tidak akan pernah bahagia" ucap Jia Li dengan tenang. Meskipun di dalam hatinya ia sedikit takut.
"..." Zhang Xuemei terdiam. Dia menatap Jia Li tidak percaya karena ini pertama kalinya ada perempuan yang menolaknya terang-terangan.
"sepertinya rumur itu salah. Dia tidak nampak bodoh, tapi dia sangat pintar. penyuka sesama jenis, tampaknya tidak. Sedikit gila ? Dia jelas-jelas normal. Sangat jelek ? Meskipun hanya bisa melihat setengah wajahnya namun aku bisa menebak dia pastilah sangat cantik." batin liang. Liang menatap Jia Li penuh rasa penasaran.
Sementara di sisi lain, liiu sedikit tegang.
"kenapa dia malah datang kesini, padahal aku sudah memperingatkannya untuk hati-hati kemarin !" ya...sosok misterius itu adalah liiu. Dialah pria yang menyusup ke rumah Tong Mu dengan susah payah hanya ingin memperingatkan gadis itu untuk hati-hati. Tapi liiu tidak menyangka Jia Li akan datang menemui pangeran ke 4 dan membahas tentang perjodohan itu.
"lagipula, bukannya pangeran ke 4 juga tidak mau dijodohkan dengan ku ?" mendengar ucapan itu semua pria itu menatap Jia Li.
Mereka sangat kaget. 'Bagaimana dia bisa tau" mungkin ini yang mereka pikirkan, kecuali liiu. Liiu menatap Jia Li takut, ia takut Jia Li mengatakan sesuatu tentang dia. Jia Li yang melihat tingkah liiu yang aneh tersenyum.
"ah...apa dia pria itu, pria misterius kemarin ?" batin Jia Li.
"hem.. Saya rasa hanya itu yang ingin saya sampaikan. Kalau begitu saya undur diri dulu pangeran dan tuan-tuan. Maaf telah mengganggu acara anda....dan...untuk para wanita cantik disini saya harap kalian bisa menjaga mulut kalian... Karena jika tidak saya bisa pastikan ayah saya Tong Mu akan melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian menyesal seumur hidup" kata-kata terakhir Jia Li terdengar sangat lembut namun penuh dengan ancaman dan keseriusan. Para wanita penghibur itu merinding ketakutan saat mendengar ancaman Jia Li. Siapa yang tidak tau Tong Mu dengan sikap kejam dan brutalnya. Setelah mengatakan itu, Jia Li dan Kun pergi.
Tapi tanpa Jia Li sadari, sikapnya itu malah membuat Zhang Xuemei penasaran dan mulai menyukainya. Sosok Jia Li yang penuh pesona dan misterius walau Zhang Xuemei tidak bisa melihat wajahnya, tapi gadis itu telah mampu membuat seorang Zhang Xuemei gila karena penasaran akan sosoknya yang sangat luar biasa. Sosok gadis yang belum pernah ia temui selama ini, dan mungkin hanya dia satu-satunya gadis yang berani menolaknya terang-terangan.
-------
Trima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊