
"sedang apa kamu disana Jia Li " tanya Wang Xuemin
"ah....tidak apa-apa kok pangeran ke 3" ucap Jia Li cepat
"hem... Baiklah. Ayo ikut aku ke perjamuan " Wang Xuemin menarik lengan Jia Li, dan langsung berjalan ke perjamuan.
Jia Li hanya bisa terdiam. Dia belum sempat menjawab tapi tangannya sudah di terik oleh Wang Xuemin. Lian yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya bisa diam menyaksikan tuannya dan Jia Li pergi, ada sesuatu dalam dirinya yang ingin menghentikan hal itu, namun ia abaikan.
Setelah sampai di perjamuan, mereka menjadi sorotan, mungkin karena kedekatan keduanya. Jia Li melihat lengannya yang di genggam oleh Wang Xuemin, Jia Li yang melihat itu langsung menarik tangannya. Wang Xuemin langsung menatap Jia Li, Jia Li terlihat tidak nyaman karena menjadi sorotan. Tatapan mereka bukanlah memujanya seperti di kehidupan dahulu, tapi penuh dengan penghinaan.
"tidak apa-apa, aku akan disampingmu. Tidak akan ada yang berani menyakitimu, percayalah padaku" ucap Wang Xuemin yang merasakan ketidaknyamanan Jia Li padanya.
Jia Li akhirnya hanya bisa pasrah. Jia Li berdiri di dekat Wang Xuemin duduk, ia akan menuangkan teh dan membantu pelayan lain menyusunkan makanan di atas meja.
Jia Li hanya bisa berusaha mengabaikan semua tatapan penghinaan yang ditujukan padanya, sementara Wang Xuemin terlihat santai meskipun banyak gadis bangsawan berusaha menarik perhatiannya. Jia Li yang melihat para gadis bangsawan itu merasa mual, jujur saja penampilan para gadis bangsawan itu terlalu berlebihan, contohnya ada gadis yang baju terlalu cerah dan tidak pas, hiasan kepala mereka terlalu ramai dan ada juga yang make upnya terlalu tebal sehingga terlihat seperti badut.
Jia Li terlalu sibuk melayani Wang Xuemin sampai-sampai ia tidak sadar jika sedari tadi ada yang menatapnya, penuh kecemburuan. Wang Chunying duduk di kursi yang berhadapan dengan Wang Xuemin dan Jia Li, dari tadi dia hanya bisa melihat gadis yang di dambakan itu bersama pria lain, dan yang lebih menyakitkan dia adalah adiknya sendiri.
"kaisar Wenxiao dan permaisuri kiwe tiba" ucap seorang Kasim. Saat pemberitahuan itu diumumkan, semua orang berdiri untuk menyambut kaisar dan permaisuri dari kerajaan matahari.
Sepasang suami istri masuk bersamaan. Jia Li melihat wanita yang teramat cantik, seperti lukisan di ruang belajar Wang Xuemin, tapi kecantikan itu tidak terlihat bahagia. Sorot matanya terlihat kosong, dan itu membuat Jia Li merasa sedih. Di samping wanita cantik itu terdapat pria tua, yang Jia Li tebak adalah kaisar Wenxiao.
"dia terlihat sangat indah meski tak muda lagi, tapi hidupnya tak seindah yang dibayangkan" ucap Jia Li pelan, tapi ucapan Jia Li mampu di dengar Wang Xuemin.
Wang Xuemin melihat Jia Li, mata gadis itu berkaca-kaca, tangannya meremas bagian dadanya seakan itu terasa sakit sambil terus menatap permaisuri. Wang Xuemin lantas melihat arah dimana Jia Li lihat, saat ia menyadari apa yang Jia Li maksud adalah hatinya tiba-tiba merasa sesak. Dia baru menyadari jika ibunya, tidak pernah bahagia menikah dengan ayahnya.
Setelah kaisar dan permaisuri duduk di singgasananya, barulah semua tamu bisa duduk. Tidak jauh dari tempat duduk permaisuri, ada beberapa wanita yang nampak sangat cantik, Jia Li pikir mereka pastilah para selir kesayangan kaisar. Ya...hanya selir kesayangan kaisarlah yang di izinkan untuk menghadiri perayaan ini.
Perjamuan ini berlangsung lancar tanpa ada masalah, beberapa kali Jia Li melihat perwakilan dari kerajaan lain berusaha menjodohkan gadis dari kerajaan mereka dengan para pangeran. Tapi, khusus untuk pangeran pertama dan pangeran ketiga, mereka menolak dengan sangat halus supaya tidak menyakiti mereka. Sementara pangeran kedua, Wang Dunrui mendapatkan satu gadis cantik untuk menjadi selir, dan dari kabar yang Jia Li dengar pria itu sudah memiliki 10 selir di istananya. Jia Li yang melihat kejadian itu hanya bisa menatap kasihan pada gadis cantik itu.
"Wang Chunying dan Wang Xuemin, apakah dari sekian banyak gadis bangsawan ini ada yang kalian suka" ucap permaisuri Kiew. Wanita itu agak sedikit kesal dengan kedua anak laki-lakinya yang belum juga menikah, padahal umur mereka sudah pantas untuk menikah. Belum lagi beredar gosip anak laki-laki keduanya yang memiliki hubungan dengan pelayan dan anak keduanya yang menyukai sesama jenis. Ia takut jika gosip itu menjadi nyata.
"tidak ada ibunda" jawab Wang Chunying dan Wang Xuemin bersamaan.
"apakah kalian mau ibunda pilihkan gadis yang cantik untuk menjadi istri kalian ?" ucapan permaisuri membuat semua gadis yang hadir dan para pejabat kekaisaran bersemangat.
"jangan repot-repot ibunda, saya sendiri mampu mencarinya hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuk menikah. Saya masih ingin memperkuat diri dan mempelajari banyak hal. Jika saya menikah, saya takut mereka akan menghambat saya" ucap Wang Chunying cepat.
Kaisar Wenxiao yang mendengar itu tertawa, ia suka melihat Wang Chunying sibuk berlatih.
"bagus-bagus, seseorang harus menjadi kuat dan pintar jika ingin berada di atas, aku bangga padamu" ucapan itu semakin membuat Wang Dunrui kesal. Dari segi kecerdasan dan ilmu beladiri Wang Dunrui memang tidak bisa dibandingkan dengan Wang Xuemin apalagi dengan Wang Chunying.
Seorang lelaki muda yang duduk seorang diri tidak jauh dari Wang Chunying. Terlihat begitu santai tanpa obsesi menjadi kaisar, dia terus sibuk makan dan mengabaikan mereka, dia adalah Wang Zeming, pangeran ke 4. Jia Li yang melihat itu berpikir jika Wang Zeming masih berusia terlalu muda jadi ia tidak mengerti betapa berharganya tahta kekaisaran.
"ayahanda, seharusnya memberikan seorang gadis pada kakak pertama dan adik ke 3 paling tidak satu, saya takut ada gosip tongkat yang bengkok (sesuka sesama jenis)" ucap Wang Dunrui.
"hahaha... Apa yang dikatakan Wang Dunri ada benarnya yangmulia" ucap selir Mei
"..." yang mulia terdiam sebentar, ia juga takut jika kedua anaknya itu bermasalah.
"tidak menikah bukan berarti tongkat yang bengkok adik ke 2. Lagipula kenapa adik kedua memikirkan fitnah dan gosip murahan yang selalu dilakukan para wanita dan orang-orang yang tidak berpendidikan ?, taukan adik kedua fitnah itu bisa membunuh seseorang secara perlahan ? " Wang Chunying menatap adiknya tirinya sinis.
"...." Wang Dunri kehilangan kata-kata.
"Hahaha... Ya kau benar, tidak menikah bukan berarti tongkat itu bengkok. Dan untukmu Wang Dunrui, kau harus berhati-hati dalam ucapanmu jangan sampai aku mendengar hal ini lagi di masa depan" ucap Kaisar Wenxiao.
"...ba.baiklah ayah handa" Wang Dunri Dan selir Mei Menatap Wang Chunying penuh kebencian.
Sementara itu, permaisuri menatap tajam Wang Dunrui dan selir mei tajam. Tangannya terkepal kuat akibat menahan marah, ia Ingin melampiaskan amarahnya namun jika ia lakukan itu maka anak-anaknya juga Terkena imbasnya nanti, permaisuri hanya bisa bersabar. Jia Li bisa melihat dengan jelas hal itu dari sorot mata permaisuri.
Malam semakin larut, dan pesta malam itu semakin meriah dengan banyaknya hiburan dari para penari yang cantik dan seksi. Meskipun begitu Jia Li merasa jika pesta di zaman ini jauh lebih kaku ketimbang pesta di zamannya. Pesta di zamannya terasa menyenangkan dan meriah, tapi di zaman ini mereka bahkan harus memperhatikan segalanya termasuk kelas sosial, dan mereka juga harus mematuhi banyak sekali peraturan yang sangat mengikat.