
Hubungan Jia Li dan Wang Chunying semakin membaik setiap harinya, meskipun Jia Li belum bisa melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan baik. Lebih tepatnya Jia Li belum bisa menerima Wang Chunying sebagai suaminya. Semua butuh waktu. Tapi, Jia Li telah membuka hatinya dan mencoba untuk Wang Chunying.
"kamu sedang apa istriku ?" tanya Wang Chunying penuh perhatian.
Ia mendekati Jia Li yang duduk dengan lesu sambil menatap keluar jendela.
"kau sangat bosan" ucap Jia li tanpa menatap Wang Chunying.
"bosan ? Apakah kamu mau bermain ke-kediaman ayah mertua ?" tanya Wang Chunying. Pria itu selalu perhatian padanya.
"hm… aku tidak mau kesana " ucap Jia Li. Ia merasa bosan kesana karena ayahnya akan selalu mengomel dan menasehatinya tentang pernikahan. Itu terlalu membosankan.
"lalu mau kemana ? Jika itu rumah pelacuran TIDAK BOLEH !" ucap Wang Chunying tegas.
"siapa juga yang mau kesana" Jia Li menatap Wang Chunying dengan wajah ditekuk.
"lalu kemana ?" tanya Wang Chunying.
"aku bosan disini, apa bisa kita pergi ke gunung atau tempat indah lainnya. Aku butuh menghirup udara segar agar tidak stres" ucap Jia Li.
"kau, ingin pergi ke gunung hanya berdua ?" tanya Wang Chunying.
"memangnya kenapa ? Apa kamu tidak mau pergi dengan ku kesana, jika tidak aku bisa pergi dengan pelayan ku " ucap Jia Li.
Mendengar hal itu Wang Chunying sangat senang, saking senangnya jantungnya berdebar tidak karuan dan wajahnya memerah.
"tidak, aku mau" ucap Wang Chunying cepat.
"..." Jia Li hanya diam.
"jadi kapan kita akan pergi ?" Wang Chunying terlihat begitu semangat. Ya… lagipula sangat jarang Jia Li mau menghabiskan dengannya dan itu hanya berdua.
"secepatnya sih" ucap Jia Li.
"baiklah, kalau begitu sekarang saja. Aku tau gunung mana yang punya pemandangan indah. Aku yakin kamu akan suka istriku " ucap Wang Chunying cepat dan juga penuh semangat.
"sekarang ? Kamu yakin ?" tanya Jia Li. Ia merasa ragu karena pergi ke gunung pasti memerlukan waktu dan juga persiapan mengingat tempat ini sangat sulit transportasi. Tapi… Jia Li lupa jika Wang Chunying adalah guru surgawi yang sangat hebat.
"tentu saja" ucap Wang Chunying penuh percaya diri.
Beberapa orang yang melihat Wang Chunying pasti dapat melihat cinta yang sangat besar untuk Jia Li dari sorot manaya. Pria itu begitu memanjakan Jia Li dan tidak pernah sekalipun marah para gadis itu meskipun sering sering bersikap tidak sopan. Hal itu membuat banyak pelayan perempuan yang melihatnya menjadi iri, bahkan sebagian dari mereka memiliki niat untuk memanjat ke ranjang hangat milik Wang Chunying di masa depan.
"aku akan merebutnya darimu !" gumam seseorang dari kejauhan saat melihat kemesraan Wang Chunying dan Jia Li.
*
*
*
"ah… ini luar biasa " Jia Li terlihat begitu bahagia saat melihat pemandangan yang luar biasa di atas gunung.
Gunung cukup tinggi. Dari puncak gunung kita bisa melihat pemandangan di bawahnya yang sangat luas. Bahkan terdapat bunga liar yang tumbuh disekitar gunung. Hal ini membuat gunung ini semakin indah.
Karena terlalu senang, Jia Li tidak sadar jika Wang Chunying telah memeluknya dari belakang.
"kau suka pemandangan di sini ?" tanya Wang Chunying dengan lembut.
"aku sangat suka, ini semua sangat indah" ucap Jia Li. Senyum lebar tidak lepas dari wajah Jia Li dan itu membuat Wang Chunying bahagia.
"Jia Li kamu perempuan yang unik, bagaimana bisa kamu bisa puas hanya dengan pemandangan ini ?" batin Wang Chunying.
"apakah kamu mau aku buatkan istana disini untukmu disini ?" tanya Wang Chunying.
"..." ucapan itu membuat Jia Li kaget, pasalnya itu terdengar mustahil, membangun istana di gunung di tempat asal Jia Li mungkin bisa saja terjadi karena mereka memiliki peralatan canggih yang bisa membantu atau mempermudah pekerjaan, tapi disini… peralatan itu tidak ada dan jika masih ingin membangun istana di pegunungan pasti pekerjaan akan sangat sulit dan resiko kematian pekerja sangat tinggi.
"membangun istana di atas gunung ? Bukannya itu sangat sulit dan sedikit berbahaya ?" batin Jia Li.
Jia Li menatap Wang Chunying dengan penuh keraguan.
"istana ?" tanya Jia Li.
"iya, apa kamu mau ?"
"hm...emang bisa ?" tanya Jia Li meremehkan.
"heheheh...tentu saja bisa, apa yang tidak bisa kulakukan untuk mu ?" tanya Wang Chunying sombong.
Cukup lama Jia Li terdiam. Melihat Wang Chunying yang sombong dan penuh percaya diri, Jia Li sedikit yakin jika pria itu mampu membangun istana di sini. Tapi… jika pria itu bicara 'apa yang tidak bisa dilakukannya untuk Jia Li' tentu ada, yaitu… melepaskan Jia Li.
"dia sombong sekali seakan dia bisa melakukan apa saja untuk ku !" batin Jia Li.
"mesepalkan ku " ucap Jia Li dengan senyum kecil.
Ucapan Jia Li barusan membuat Wang Chunying marah. Pria itu melepas pelukannya, lalu menatap Jia Li tajam.
"buang pikiran itu jauh-jauh dari kepalamu. Aku tidak mau kepalamu yang cantik itu harus pusing memikirkan cara pelarian yang akan selalu gagal !" ucap Wang Chunying. Pria itu terlihat kesal.
Jia Li memutarkan matanya.
"yaaaa aku tau" ucap Jia Li.
"jadi, kamu mau membangunkan istana untukku disini ?" tanya Jia Li.
"ya, akan kubuatkan istana yang sangat megah. Lebih megah dan indah dari istana kekaisaran manapun" ucap Wang Chunying. Pria itu masih terlihat kesal pada Jia Li, namun ucapannya membuat Jia Li senang.
Melihat Jia Li yang senang itu, kemarahan Wang Chunying sedikit menghilang.
_____
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊