
Setelah acara minum teh selesai dan permaisuri beserta para istri dari para pangeran telah pergi. Jia Li di ajak makan siang bersama dengan ibu suri tua dan ibu suri. Awalnya Jia Li nampak bingung harus kemana setelah acara selesai karena ayahnya masih belum datang dan Jia Li tidak tau apa-apa mengenai istana ini. Jika Jia Li berkeliaran tanpa tau seluk beluk istana ini, ia takut akan nyasar dan melakukan kesalahan yang akan menyulitkan ayahnya. Tapi siapa sangka ibu suri tua malah menahannya dan mengajaknya makan siang.
Saat ini Jia Li berada di sebuah ruangan yang nampak sangat mengah dan indah milik ibu suri tua. Di ruangan itu terdapat meja yang cukup besar yang telah dipenuhi hidangan enak. Disana Jia Li duduk bersama ibu suri tua dan ibu suri. Karna mau memulai makan Jia Li membuka cadarnya.
"makanan ini nampak sangat enak" gumam Jia Li yang masih bisa di dengar. Jia Li tidak sadar jika sedang di perhatikan karena sibuk menatap makanan di hadapannya.
Ibu suri tua dan ibu suri terpana saat melihat wajah yang sangat mirip dengan mendiang menantu perempuan mereka. Belum lagi kecantikan Jia Li yang sangat mempesona. Saat menyadari hal itu, Jia Li jadi merasa tidak nyaman.
"hem... Apakah ada sesuatu di wajah ku ibu suri tua ?" tanya Jia Li hati-hati.
Ucapan Jia Li menyadarkan Ibu suri tua dan ibu suri.
"hahahha...tidak...aku hanya terpesona melihat kecantikan mu" puji ibu suri.
"ya, Jia Li cicitku memang sangat cantik, dan saat dia dewasa pastilah menjadi kecantikan. Sangat wajar kecantikan harus dijaga agar tidak dirusak orang, benarkan ibu suri" ucap ibu suri tua.
"hahahahah...iya benar ibu suri tua" ibu suri tertawa lembut.
"TUAN Tong Mu TIBA" ucap seorang pelayan.
Tidak lama seorang pria paruh baya masuk keruangan itu.
"ayah" mata Jia Li langsung terlihat ceria. Ia begitu senang melihat ayahnya.
Melihat putrinya dalam keadaan baik, Tong Mu merasa senang.
"salam hormat saya ibu suri tua dan ibu suri, semoga panjang umur ibu suri tua dan ibu suri" ucap Tong Mu memberi salam.
"bangkitlah Tong Mu, ayo duduk di sebelahku" ucap Ibu Suri Tua.
Tong Mu pun duduk di sebelah ibu suri tua.
"wah...Tong Mu terlihat jauh lebih bahagia setelah kembali bersama Jia Li" ucap Ibu Suri.
"hahahahaha... Iya" tawa ibu suri tua terlihat sangat bahagia.
Jia Li tidak bisa fokus dengan pembicaraan mereka karena rasa laparnya. Ia terus menatap makanan di hadapannya. Ibu suri tua dan yang lain melihat hal itu merasa sangat lucu.
"hahaha...baiklah, sebaiknya kita makan" ucap ibu suri tua.
Mendengar hal itu, tanpa ragu memulai makan dengan lahap. Setelah selesai makan. Jia Li duduk di taman, menikmati pemandangan indah taman itu. Sementara Tong Mu masih mengobrol dengan ibu suri tua dan ibu suri.
"dia benar-benar mirip dengan mendiang istrumu" ucap ibu suri.
"iya ibu suri" Tong Mu tersenyum kecil, membayangkan wajah istrinya.
"awalnya aku tidak percaya dengan semua ceritamu, tapi saat melihatnya....aku baru percaya jika reinkarnasi itu mungkin benar-benar ada" ucap ibu suri tua.
"ya ibu suri tua. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan kedia untuk menjadi ayah kembali" Tong Mu terlihat agak sedih.
"ya....jadilah ayah yang baik, jangan mengulangi kesalahan yang membuat mu menyesal pada akhirnya" nasihat ibu suri tua itu membuat Tong Mu sedikit sedih. Namun timbul kasih sayang yang semakin besar untuk Jia Li, dan ia tidak akan mengulangi kesalahannya di masa lalu tetulang.
***
Esokan harinya. Tong Mu terlihat sangat sibuk dengan kudanya. Dia terlihat cukup rapi dan tampan dengan baju berkuda. Jia Li yang baru saja datang menatap ayahnya bingung. Ia bertanya-tanya kenapa ayahnya memakai baju berkuda.
"ayah ingin kemana ?" tanya Jia Li.
Tong Mu menatap anaknya dengan senyum hangatnya.
"ayah akan pergi berburu bersama kaisar dan para bagsawan" Tong Mu berjalan mendekati Jia Li.
"kenapa ? Apakah kamu tidak mau pisah dari ayah ?"
"bukan begitu ayah, Jia Li hanya mau bilang hati-hati." ucap Jia Li.
Jia Li tiba-tiba teringat mengenai lomba perburuan di kekaisaran matahari. Rasa khawatir mulai menyelimuti Jia Li. Ia takut Tong Mu dalam bahaya.
"oh...ya...ayah akan hati-hati"
"ayah harus janji pulang dengan selamat" ucap Jia Li dengan mata yang penuh air mata
"iya, tentu saja ayah akan pulang dengan selamat. Kenapa kamu sedih ?" Tong Mu menatap Jia Likat.
"aku hanya khawatir ayah terluka" ucap Jia Li jujut. Tenang saja, ayah tidak akan terluka. Kamu yang harusnya janji sama ayah untuk selalu gaja diri di rumah" ucap Tong Mu sambil mengelus puncak kepala Jia Li.
"iya ayah" ucap Jia Li sambil tersenyum.
Setelah kepergian Tong Mu, Jia Li memutuskan mampir ke toko obat miliknya. Ia ingin membuat beberapa obat dan mengecek persediaan obatnya. Tentunya Jia Li tidak pergi dengan baju perempuan, ia menggunakan baju pria dan topi rajut untuk menutupi wajahnya.
Jia Li yang diam-diam berkualifikasi / berlatih bela diri, dengan Kun sebagai gurunya. Jia Li juga mempelajari banyak ilmu berkualifikasi dari buku yang ia temukan di perpustakaan di rumah Tong Mu. Untungnya ia memiliki otak yang cerdas jadi dalam waktu singkat ia bisa menerobos dengan cepat. Tentunya dengan kekuatan itu membantunya kabur dari rumah dengan mudah dan bisa membantunya meracik obat.
***
Tidak butuh waktu lama Jia Li telah sampai di toko obat miliknya. Toko obat milik Jia Li kecil, namun terlihat rapi dan bersih. Toko itu menjual beberapa tanaman obat kualitas standar dengan harga yang masuk akal dan beberapa pil obat racikan Jia Li. Meskipun begitu, toko obat milik Jia Li sangat sepi dari pembeli. Ya...mungkin karna toko obat miliknya tidak begitu terkenal.
Kini Jia Li sudah ada di toko obatnya, di dalam toko itu sudah ada niu dan Kun yang sedang bekerja.
"apakah ada yang pemembeli hari ini " tanya Jia Li pada niu.
Niu menggeleng dengan wajah lesu. Melihat hal itu Jia Li mendesah.Jika terus sepi pembeli, tokonya bisa bangkrut. Jia Li mulai memutar otak agar bisa menjual pil-pilnya dan mempromosikan toko obatnya dan mendapat untung. Setidaknya uang modalnya kembali. Jujur saja, Jia Li telah menghabiskan semua tabungannya untuk membuat toko obat kecil, jika terus begini maka Jia Li benar-benar jatuh miskin.
"Kun" panggil Jia Li.
"ya nona" Kun berjalan mendekati Jia Li.
"apa kamu tau tempat pelelangan yang bagus di kekaisaran kita ?" Jia Li menatap Kun sesaat.
"tau nona, tapi...kenapa nona menanyakan hal itu ?" ucap Kun bingung.
"aku ingin menjual obat-obatku disana. Sepertinya jika dijual di toko kita tidak ada yang berminat beli. Wajar saja sih, toko kita masih sangat kecil dan baru buka" Ucap Jia Li dengan senyum yang dipaksakan.
"jika tidak ada pelanggan yang datang, maka kita yang harus mencari pelanggan terlebih dahulu. Jika kita telah memiliki nama dan kepercayaan dari orang-orang maka mereka lah yang mencari kita" tambah Jia Li.
"itu ide yang cukup bagus nona" ucap Kun.
"ya Kun. Kalau gitu, susun semua pil obat kita semuanya sekarang. Kita akan ke pelelangan secepat mungkin" ucap Jia Li semangat.
"baik nona" Kun melakukan perintah Jia Li dengan cepat. Ia menyusun semua kotak pil kedalam tas.
" nona, apa saya ikut ?" tanya niu.
"tidak usah, kamu tunggu disini saja. Kun akan menjaga ku" ucap Jia Li.
Setelah persiapan. Jia Li dan Kun pergi ke tenpat pelelangan.
Tempat dimana semua barang berkualitas tinggi akan di perjual belikan dengan harga yang sangat tinggi. Tempat itu juga salah satu tempat para bangsawan kelas tinggi menghabiskan uangnya.
______
Trima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa kritik dan saran ya, agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi. 😊