
Saat Jia Li ingin kembali ke perjamuan. Suara seseorang menghentikan langkahnya.
"wah...tuan muda Li yang terkenal memakai baju perempuan " dari suaranya itu milik perempuan. Jia Li mencari siapa pemilik suara itu.
Dari salah satu gang yang tepat di sampingnya muncul seorang pria ? . Dia perempuan tapi memakai baju pria. Perempuan itu memiliki wajah yang cantik, dan tubuhnya cukup kekar untuk seorang perempuan.
"siapa kau ?" tanya Jia Li tanpa basa-basi. Ia agak terkejut dengan perempuan itu, ya...bagaimana ia bisa tahu jika ia tuan muda li ?
Cuman bawahannya dan Jiili dan para pelayannya yang mengetahui rahasia nya selama ini.
"hahahaha...siapa aku ? Perkenalkan nama ku Yimin. Jabatanku di istana adalah jenderal bintang 3" ucap Yimin bangga dan sedikit sombong.
"apa maumu ?" tanya Jia Li lagi.
"tidak banyak. Hmm...maukah kamu menjadi teman ku?" ucap Yimin yang mirip pernyataan cinta.
"hah...?" Jia Li tidak berpikir Yimin akan mengatakan itu.
"apakah kurang jelas ? Biar ku ulang. Aku mau jadi temanmu ?" hcap Yimin lagi.
"kenapa ?" tanya Jia Li. Matanya menatap yimin penuh selidik.
"karna... karna kamu menarik. Pasti menyenangkan punya teman seperti mu " ucap Yimin yakin dengan senyum lebar di bibirnya.
Jia Li menatap Yimin lekat. Perempuan itu sangat sulit di tebak, dia selalu berpikir di luar batas sama sepertinya. Tapi sifatnya yang sulit ditebak itu cukup membuat Jia Li tertarik, apalagi… dia seorang jenderal dan itu sangat luar biasa mengingat… kebanyakan wanita di tempat ini tidak begitu tertarik dengan hal itu. Meskipun mereka tertarik, kebanyakan dari mereka tidak berani untuk mengujudkannya, atau bisa jadi dilarang oleh keluarganya untuk masuk ke bidang militer.
"baiklah. Kita berteman mulai sekarang" ucap Jia Li.
"hahahaha...bagus-bagus" ucapnya sambil merangkul Jia Li.
"wanita ini sok akrab sekali sih !" batin Jia Li.
"katakan padaku, dari mana kamu tau jika aku menyamar menjadi tuan muda Li ?"tanya Jia Li penasaran.
"hem....aku pernah melihatmu beberapa kali, dan beruntungnya aku punya indra penciuman yang bagus, jadi dengan mencium bau tubuhmu tidak sulit mengetahui siapa kamu sebenarnya." ucap Yimin yang hanya di balas deheman oleh Jia Li.
"oh" ucap Jia Li mengerti.
"ohya. Apa boleh aku bertanya ?"tanya yimin.
"apa ?" ucap Jia Li.
"kenapa kamu menyamar menjadi pria ?" Yimin terlihat penasaran.
"itu hanya cara agar aku tetap aman dari para buaya darat. Dunia ini sengat kejam untuk perempuan " ucap Jia Li singkat tapi mampu membuat yimin mengerti.
Semenjak hari itu Jia Li dan Yimin semakin dekat. Mereka benar-benar menjadi teman baik sekarang. Sifat dan pemikiran mereka yang hampir sama membuat mereka semakin dekat.
Tanpa terasa 2 hari telah berlalu sejak pertemuan itu. Hari ini Jia Li sedang duduk sambil menyiapkan peralatan berkudanya. Jia Li dan Yimin akan berkuda hari ini.
Sebenarnya hari ini beberapa bangsawan perempuan akan mengadakan pesta teh, sementara para pria akan berburu. Karna Yimin adalah perempuan jadi ia tidak boleh ikut serta meskipun ia seorang jenderal hebat, asalnya ini sudah di atur dalam undang-undang dan ia juga tidak mau ikut serta dalam pesta teh. Bagi Yimin perkumpulan seperti pesta teh itu sungguh membosankan. Sementara Jia Li memilih tidak hadir dalam pesta teh itu, karena merasa tidak nyaman dengan orang-orang di sana (mereka semua memiliki hati yang busuk).
Lagipula pesta teh itu bukan acara resmi yang diwajibkan datang, jadi ia bebas.
Yimin dan Jia Li akhirnya memutuskan untuk berkuda di luar ibu kota kekaisaran. Setelah mempersiapkan semuanya Jia Li pergi seorang diri ke gerbang keluar ibukota. Sebenarnya Kun memaksa untuk ikut, namun Jia Li melarangnya. Jia Li benar-benar tidak ingin waktunya dan Yimin diganggu, lagipula Jia Li takut membuat yimin merasa tidak nyaman.
"kamu sudah lama menunggu ?" tanya Jia Li pada yimin.
Yimin terlihat gagah dengan kuda coklat yang ia tunggangi.
"tidak begitu lama Jia Li" yimin menatap Jia Li. Jia Li memakai setelan baju pria berwarna putih, baju yang benar-benar menyamarkan bentuk tubuh Jia Li. Baju itu membuat Jia Li tampak lebih tinggi, lebih berotot dan nampak kuat. Ia juga menunggangi kuda berwarna hitam yang benar-benar nampak gagah.
"hmm...nona Jia Li, apakah anda benar-benar bisa berkuda" yimin sedikit khawatir.
"aku bisa. Sangat bisa. Apakah jenderal mau bertaruh dengan nona muda yang lemah ini ?" mendengar hal itu yimin tertawa. Tawa yang sangat mempesona.
"wah, apakah nona Jia Li menantang saya" tanya yimin.
"tidak...aku.." belum selesai Jia Li menjelaskan yimin memotong ucapannya.
"ah...apa aku salah bicara ya… ?" tanya Jia Li pada dirinya sendiri.
Jia Li menatap punggung yimin yang semakin menjauh. Dengan malas Jia Li mulai memecut pantat kudanya agar berlari lebih cepat, ia mengejar yimin.
"sebaiknya anda menyerah Jia Li" teriak jenderal yimin. Perempuan cantik bertubuh kekar itu melajukan kudanya dengan sangat cepat. Dia benar-benar sangat gagah, sangat di sayangkan Yimin dilahirkan sebagai perempuan.
Jia Li yang mendengar hal itu merasa tertantang. Ia sudah lama tidak merasakan hal seperti ini sebelumnya. Merasa bersemangat, jantung yang berdebar, dan merasa ingin menan.
Angin yang menerpa rambut Jia Li tertiup dengan indah, wajahnya yang cantik terlihat sempurna dan jubahnya berkibar. Sosok Jia Li seperti pria cantik yang mempunya sejuta pesona. Seandainya Yimin tidak tahu jika Jia Li seorang gadis, ia yakin akan jatuh cinta pada Jia Li. Sosoknya yang penuh pesona benar-benar membuat siapa saja terpesona.
Jia Li memacu kudanya agar bisa berlari lebih cepat.
"saya tidak akan kalah dari anda nona yimin" ucap Jia Li penuh percaya diri. Jia Li tersenyum indah.
Yimin terkejut. Ia tidak menyangka jika Jia Li mampu menyaingi dia. Jia Li dan yimin hanya berjarak satu meter dan secara perlahan Jia Li mulai mengunggulinya.
"hah... Dia hebat juga" batin yimin.
Kemudian yimin memecut kudanya kembali, yimin tidak mau kalah. Jika ia kalah maka martabatnya sebagai jenderal wanita akan sedikit rusak. Dia harus menang. Tapi sayangnya ini tidak mudah, karna Jia Li telah terbakar dengan ambisi untuk menang.
*
*
*
"ha...hah...hah..." Jia Li dan yimin.menarik napas kasar. Mereka benar-benar kelelahan karena saling kejar mengejar. Ya... Meskipun lomba akhirnya di menangkan oleh yimin, tapi Jia Li cukup puas.
"kau ... Hebat.." pujian yimin.
"hehehehe...tapi...aku masih kalah dari kamu yimin" ucap Jia Li.
Jia Li turun dari kuda. Lalu ia mengikat tali kudanya ke batang pohon. Yimin juga melakukan hal yang sama.
Setelah itu mereka duduk di pinggir danau. Melepas kelelahan.
"wah...tempat ini tidak pernah berubah ya . Masih tetap indah" ucap yimin
"yah... Indah" ucap Jia Li.
"ohya...apa kau tidak lelah berpakaian seperti pria ?" tanya yimin.
"sebenarnya aku tidak nyaman. Dadaku terasa sesak, dan bajunya cukup berat. Tapi mau bagaimana lagi. Ini salah satu caraku untuk melindungi diri pria hidung belang" ucap Jia Li. Yimin yang mendengar itu tidak tahan menahan tawa.
"yah... kau perempuan yang cerdas" puji yimin.
"terima kasih" ucap Jia Li.
Cukup lama mereka mengobrol, hingga tanpa terasa hari sudah menjelang siang. Meskipun siang, cuaca di sekitar danau tetap sejuk dan indah.
"Jia Li" panggil yimin.
"iya ?"
"tunggu sebentar disini, aku ingin mencari sesuatu yang bisa kita makan ya " mendengar hal itu Jia Li hanya mengangguk.
"baiklah, jika terjadi sesuatu berteriaklah. Aku akan kesini secepat mungkin" ucap yimin.
"ya. Hati-hati" setelah mendengar jawaban Jia Li, yimin pergi kedalam hutan.
Kini hanya tinggal Jia Li sendirian di sana. Cukup lama Jia Li menunggu Yimin, namun gadis itu tidak juga kembali. Tiba-tiba Desya melihat sesuatu di pinggir hutan, ia seperti melihat seseorang disana.
"siapa itu ?" tanya Jia Li, namun tidak ada jawaban.
Karena merasa penasaran Jia Li berjalan mendekat. Semakin ia mendekatti pinggir hutan, Jia Li mulai melihat dengan jelas siapa sosok yang ada di sana.....