
"pusing ? Apa perlu aku bawakan kamu pulang ?" tanya Zhang Xueme pada Jia Li.
Jia Li menatap pria yang duduk di sampingnya itu dengan lesu.
"kau tidak sehat" ucap yimin yang ikut khawatir.
"tidak, aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing, sebentar lagi juga membaik" ucap jia li mencoba meyakinkan yimin dan Zhang Xueme.
"sungguh ?" Zhang Xueme merasa tidak yakin. Ia sangat tau jika jia li memiliki fisik yang lemah, gadis di sampingnya sangat mudah sakit. Hal itu membuatnya khawatir.
Jia li mengangguk pasti.
"ya, aku baik. Dan...terimakasih sudah peduli " dari balik cadarnya jia li tersenyum lembut. Zhang Xueme yang berada sangat dekat dengan jia li bisa melihat hal itu dengan samar. Senyum jia li benar-benar mampu membuat Zhang Xueme salah tingkah.
"i...itu wajar kan, aku kan calon suamimu " Zhang Xueme mengalihkan wajahnya, ia takut jia li melihat wajahnya yang mungkin sudah merah seperti tomat.
Yimin yang mendengar hal itu tertawa.
Dari kejauhan ada banyak mata tajam yang tedus saja mengawasi mereka. Salah satunya adalah seorang gadis yang terbakar dengan api cemburu karena kedekatan jia li dan Zhang Xueme.
"jia li" panggil gadis itu dengan suara yang lembut. Tapi saat nama jia li disebut beberapa orang nampak terkejut.
Jia li menatap wajah wanita yang memanggil namanya. Dia adalah lien hu, putri kedua dari seorang menteri kekaisaran selatan yang cukup terpandang. Gadis itu memang selalu mencari masalah dengan jia li, tapi selama ini jia li selalu mengabaikannya. Ia bahkan sering menggoda Zhang Xueme, namun sayangnya pria itu telah memantapkan hati dan pikirannya hanya untuk jia li meskipun ia tidak tahu wajah jia li yang sebenarnya.
"ada apa nona lien hu ?" tanya jia li. Meskipun ia mabuk, ia mencoba untuk mengendalikan dirinya.
"selama ini setiap kali ada acara atau perlombaan nona Jia Li tidak pernah mau menunjukkan bakatnya. Padahal semua orang sangat ingin melihat bakat terpendam jia li. Benarkan putri juan" lien hu menatap putri juan yang duduk di sebelahnya.
Putri juan juga salah satu orang yang sangat membenci jia li. Ia merasa sangat iri karena jia li mendapat banyak cinta dari banyak keluarga kekaisaran. Padahal jia li cuman anak bangsawan yang tidak jelas sedangkan dia adalah putri kandung kaisar.
"iya, saya sangat ingin melihat bakat jia li. Saya yakin ibu kekaisaran juga ingin melihatnya" ucap putri juan. Ia menatap permaisuri dengan penuh harap mau membantunya menindas jia li. Tentu Saja permaisuri akan membantu, putri juan kan anak kandungnya.
"hahahaha...benar, saya sangat ingin melihat nya" mendengar hal itu jia li sudah tidak bisa menolak lagi. Jika ia menolak.maka itu sangatlah tidak pantas, namanya bisa saja tercoreng karena menolak.
"tapi jika jia li tidak bisa menunjukkan bakat juga tidak masalah. Mungkin jia li butuh banyak berlatih lagi" ucapan permaisuri itu membuat Tong mu sangat marah. bagaimana tidak, ucapan itu adalah penghinaan secara tidak langsung.
kaisar selatan yang mendengar itu meneguk ludahnya kasar. bagaimana tidak, sepupunya yang terkenal sadis itu pasti akan melakukan hal yang mengerikan jika permaisurinya berni menyakiti atau mempermalukan putrinya dan ia sebagai kaisar tidak akan mampu menolong permaisurinya. bukan karena tidak mau, tapi masalahnya dia tidak mampu menandingi kekuatan yang Tong Mu miliki.
Zhang Xueme juga mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia sangat benci dengan permaisuri itu. Yimin juga sangat marah melihat sikap sok akrab putri juan dan permaisuri.
Sementara jilli hanya diam, ia percaya jia li dapat mengatasinya dengan baik. Sementara lian dan Wang Xuemin hanya bisa diam.
Tempat perjamuan semakin heboh karena banyak bangsawan yang menyuruh jia li menunjukkan bakat.
Ya...memang benar jika selama ini jia li tidak pernah menunjukkan bakatnya. Meskipun di minta ia akan menolaknya secara halus, dan ibu suri tua yang selalu mengetahui keinginan jia li mendukungnya. Sehingga tidak pernah ada orang yang berani membantah. Tapi sayangnya ibu suri tua dan ibu suri tidak hadir karena masalah kesehatan. Wanita itu sudah tua dan butuh banyak istirahat.
Zhang Xueme terkejut. Ia menatap jia li. "apa kamu yakin ? Jika kamu tidak mau aku akan membantumu untuk menolak ini "
"iya jia li. Bilang saja, jika tidak mau pangeran akan membantu mu" ucap yimin yang terlihat khawatir
"tenang saja, aku bisa sedikit menari" ucap jia li.
Jia li pun pergi ke ruang ganti, ia ingin mengganti baju yang lebih nyaman untuk menari.
"nona, ini baju yang anda inginkan" ucap niu sambil memberikan sebuah baju merah darah yang sangat indah. Baju itu seperti baju pengantin dengan beberapa sulaman benang emas dan mutiara putih di bajunya yang membuat baju itu nampak sangat mewah dan sangat indah. Baju yang akan membuatmu semakin terlihat cantik dan memancarkan uara keindahan bagi siapa saja yang memakainya. Sebenarnya baju itu akan jia li jual di tempat pelelangan dengan harga yang sangat tinggi tapi nampaknya tidak bisa.
"baiklah, bantu aku memakainya" ucap jia li. Niu dan nain mulai memasangkan jia li baju.
"nona ada apa ?" tanya niu khawatir. Ia menatap jia li yang tampaknya sedikit mabuk.
"aku baik-baik saja" jia li terus memijat kepalanya yang terasa ******.
"tapi nona " kedua pelayan itu nampak cemas pada nonanya.
"aku tidak apa-apa. Percayalah" ucap jia li. Mendengar jawaban itu baik niu maupun niaun hanya bisa diam.
Setelah mengganti bajunya, jia li pergi ke perjamuan. Suap untuk menari. Semua orang yang melihat kedatangan jia li mereka sangat kagum dengan baju yang jia li kenakan. Baju itu benar-benar indah, bahkan lebih indah dari baju permaisuri dan para putri yang hadir. Baju itu dibanjiri pujian dari banyak orang, namun putri juan, lien hu dan permaisuri tidak. Ia menatap jia li penuh iri.
Baik itu Zhang Xueme, jiili, lian atau Wang Xuemin. Mata mereka selalu tertuju pada jia li. Mereka terpesona dengan penampilan jia li pada saat ini.
Jia li berjalan ke tengah aula lalu naik keatas panggung, saat ia menatap ke langit malam yang cerah penuh bintang. Jia li tiba-tiba teringat kekasihnya dulu, Acara. Karna Jia li dan Acara sering sekali bersama menikmati pemandangan langit malam yang penuh bintang. Meskipun jia li dan pria itu sering bersama tapi mereka sering sekali bertengkar, namun mereka akan saling mencintai. anggap saja pertengkeran itu bumbu cinta yang manis dan takan pernah bisa di lupakan.
Jia li mulai menari, Menari tarian yang ia buat sendiri. Tarian itu jia li dengan hati yang terluka, tarian yang menggambarkan cinta seorang seorang gadis yang harus kandas. Tarian jia li begitu lembut indah dengan musik yang terdengar sangat sedih.
Tapi jika diperhatikan lebih baik, sorot mata jia li kosong. Ia melamun tentang Kebersamaannya dengan Acara. Jilli yang seolah tau apa yang jia li pikirkan hanya bisa menatapnya dengan sedih, hatinya terluka melihat Jia Li masih mencintai pria lain, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. lagupula cinta tidak bisa kamu atur atau di ubah sesuka maumu, itu tumbuh tanpa kamu sadari.
Penonton menatap kagum pada tarian jia li. Putri juan dan lien hu yang melihat itu malah semakin marah dan iri. Tiba-tiba putri juan memiliki pikiran licik, ia menghancurkan gelang mutiaranya lalu melempar mutiara itu di lantai aula. Ia berharap jia li terjatuh karena kakinya sakit terpijak mutiara itu.
Jia li yang masih sibuk dengan pikirannya tidak begitu memperhatikan langkahnya. Sehingga kaki jia li tanpa sengaja terinjak beberapa mutiara itu, ia terjatuh ke belakang dan masuk kedalam kolam ikan kecil yang menghiasi di pinggir panggung. Cadar yang jia li kenakan juga ikut terlepas, sehingga wajah cantik yang selama ini tersembunyi terungkap.
______
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊