
tidak, dia perempuan" ucap jia li cepat. Temannya memang perempuan, tapi ia bekerja di rumah bordil, siapa lagi jika bukan Zhu.
@@@
"baiklah, kau akan ditemani liu bei dan beberapa orang-orang ku" ucap guru surgawi Chunying. Pria itu tidak bisa pergi karena harus mempersiapkan pernikahannya dengan jia li dengan cepat.
"ya..." jawab jia li. Saat jia li baru beberapa langkah meninggalkan guru surgawi Chunying, suara pria itu kembali terdengar.
"Dan satu hal lagi...jangan pernah berpikir untuk lari, karena aku akan menangkapmu dan memberi hukuman yang sangat berat untuk mu !" ucap pria itu tegas. Guru surgawi Chunying menatap jia li tajam seakan itu bisa menusuk Jia Li.
"iya, aku tau" ucap Jia Li lemah. setelah mengatakan itu jia li pergi tentunya ditemani liu bei beserta anak buahnya.
Saat ini jia li mengenakan pakaian pria. Sosok jia li benar-benar terlihat sangat mempesona, bagaimana tidak, dengan paras rupawan, sikap yang terlihat dermawan, berpendidikan dan kaya itu benar-benar cukup membuat banyak perempuan yang melihatnya terpesona. Bahkan liu bei dan anak buahnya mengakui pesona yang jia li miliki memang luar biasa. Tapi liu bei dan anak buahnya bingung, kenapa jia li pergi menggunakan baju pria, dan mereka lebih bingung saat jia li memasuki rumah bordil. Mencoba menghentikan Jia Li, namun gadis itu tidak peduli dengan ucapan mereka.
"tuan muda li" teruak seorang wanita saat jia li memasuki ruangan khusus yang biasanya digunakan.
Wanita itu langsung berlari ke arah jia li lalu memeluk tubuh jia li dengan sangat erat. Jia li yang belum siap dengan hal itu akhirnya terjatuh dan wanita itu berada di atas tubuh jia li.
"ZHU ! Tenang lah !" ucap jia li.
Wanita itu menatap jia li dengan air mata. Jia li menatap wajah zhu lekat. Jia li bisa melihat ada kerinduan yang sangat dalam dari mata zhu. Jia Li likir itu adalah hal yang sedikit berlebihan, namun ia sedikit tersentuh karena Zhu merindukannya.
"kenapa kamu menangis ?" tanya jia li.
"itu karena tuan muda li tidak pernah menemuiku lagi ? Saya pikir tuan Li tidak akan pernah datang lagi" ucap Zhu dengan isak tangis.
"aku minta maaf" ucap jia li. Ia merasa bersalah.
Liu bei dan anak buah mereka yang melihat itu sangat kaget bukan main. Pasalnya interaksi keduanya sangat salah dimata mereka, apalagi saat melihat Zhu menatap jia li penuh cinta. Itu cinta ! Bagaimana jika guru surgawi Chunying melihat hal ini, ia pasti sangat marah.
hubungan guru surgawi Chunying dan Jia Li kini telah membaik, tapi jika Zhu masuk kedalam hubungan mereka dengan cara menggoda Jia Li dan Jia Li tergoda... tentu hubungan guru surgawu Chunying dan Jia Li akan kembali rusak.
Tak ingin mengambil resiko, liu bei memerintahkan salah satu anak buahnya untuk melapor hal ini pada guru surgawi Chunying.
Sekarang jia li duduk disamping zhu sambil menikmati tehnya. Zhu terlihat begitu genit dengan jia li, bahkan wanita itu sengaja membuat baju atasannya sedikit terbuka agar jia li tergoda. Ia bahkan tidak malu dilihat liu bei dan anak buahnya, yang ada di pikiran wanita itu sekarang adalah bagaimana cara menggoda jia li.Tapi sayangnya jia li masih normal, ia masih suka dengan pria.
Liu bei dan anak buahnya yang melihat hal itu tidak kuasa menatap zhu yang begitu cantik dan seksi. Jujur saja jika jia li benar-benar laki-laki, mungkin mereka bisa menjadi pasangan yang sangat cocok saat ini.
"kemana saja tuan muda li selama ini ?" tanya zhu.
"aku pergi ketempat yang sangat jauh karena ada masalah mendadak, dan... mungkin ini akan menjadi hari terakhirku menemuimu" ucap jia li dengan lembut.
Ucapan jia li malah membuat zhu kembali menangis.
"kenapa ?" tanya zhu.
"karna aku akan segera menikah" ucapan jia li membuat Zhu terkejut bukan main.
"me...menikah ?" ucap zhu.
"ya...menikah. ini tidak akan menjadi masalah jika aku datang ke rumah bordil saat aku sendiri, tapi ini akan menjadi masalah jika aku menikah zhu. Lebih tepatnya tidak sopan jika aku terus datang ke rumah bunga setelah menikah, bagaimanapun....hmm...aku harus menghormati pasanganku dan menghargai dia" ucap jia li lembut.
Jia li menatap wanita yang telah ia anggap sebagai sahabat itu.
"la...lalu bagaimana...dengan ku ?" tanya zhu dengan air mata yang turun dengan deras di matanya.
"aku akan meminta Kun untuk menebusmu, jadi...kamu bisa bebas dari tempat ini dan memulai hidup yang baru dengan baik" ucap jia li. Setelah mengatakan itu, Jia Li tersenyum lembut, ia memiliki niatan untuk membebaskan Zhu dari dulu, namun karena tebusan Zhu sangat besar jadi Jia Li harus menabung terlebih dahulu.
"...." muka nya senang, Zhu malah semakin sedih. Wanita itu menangis semakin keras. Membuat jia li semakin bingung.
"kenapa kamu tidak mau membawaku ? Apakah kamu tidak menyukaiku ?" tanya zhu.
Jia li agak sedikit bingung dengan pertanyaan zhu.
"ayo jawab ?" desak zhu.
"aku menyayangimu zhu. Karna kau wanita yang baik dan kamu sahabatku " ucap ja li lembut.
"kamu jahat !" ucap zhu sambil memukul dada jia li.
Hal itu sedikit membuat jia li merasa sakit. Liu bei yang melihat itu ingin menyerang zhu, namun jia li memberi isyarat agar tidak ikut campur.
"tenang lah zhu. Kenapa kau begini ? Kenapa kau bilang aku jahat ? Memangnya apa salahku ?" tanya jia li.
"apa salah mu ? Apakah kamu tidak tahu jika aku menyukaimu selama ini !" tanya Zhu emosi.
"ap...apah ?" jia li tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"aku menyukaimu tuan muda li. Bawa aku bersamamu, jika aku tidak bisa menjadi istri atau selirmu tidak apa-apa. Aku bahkan rela menjadi pelayan rendahan yang penting aku bisa bersamamu " ucap Zhu serius.
Jia li kehilangan kata-kata. Ia tidak tahu harus menanggapinya bagaimana, ia bahkan masih belum sadar dari keterkejutannya.
"ada apa ini !!!" batin Jia Li.
"tuan muda li, bawa ku bersamamu. Tidak masalah jika tidak menjadi istri atau selir dan hanya bisa menjadi pembantu aku tidak apa-apa, asalkan aku bisa bersamamu aku rela" Ucap Zhu lagi disela tangisnya.
"..." Jia Li masih bungkam. Ia tidak mengerti apa yang terjadi.
"tuan Muda Li" ucap Zhu lagi. Wanita cantik dan seksi itu mencoba mendekati Jia Li lebih dekat.
"ah… Zhu… to...tolong jangan bersikap seperti ini " ucap Jia Li.
Jia Li mencoba menjauhi Zhu namun wanita itu terlalu agresif padanya. Liu bei dan beberapa anak buahnya yang melihat hal itu menjadi sedikit iri pasalnya Jia Li akan tetap memiliki sejuta pesona baik dia menjadi laki-laki maupun perempuan.
"MENJAUH KAU DARI TUNANGAN KU DASAR KAU ****** SIALAN !" ucap seseorang yang muncul secara tiba-tiba. Ya...pria itu adalah guru surgawi Chunying.
Guru surgawi Chunying melempar tubuh Zhu kedinding. Hal itu membuat Zhu muntah darah. Tapi hal itu tidak membuatnya puas, pria itu akan menyerang zhu lagi namun jia li dengan cepat mencegahnya.
"apa yang kamu lakukan !" jia li malah.
"aku memberi pelajaran pada ****** sialan ini karena telah berani menggodamu !" ucap suru surgawi Chunying.
Jia Li bisa melihat kemarahan dan kecemburuan dari wajah pria itu. Itu sedikit membuatnya senang, namun… ini bukan saatnya untuk bersenang-senang di atas penderitaan Zhu.
"aku tau kamu marah. Tapi kau tetap tidak boleh bersikap seperti itu padanya, ia wanita. Tidak seharusnya seorang pria memukul wanita, apalagi dia sangat lemah. Apa kamu ingin disebut bajing4n yang suka menindas wanita !" seru jia li.
Setelah mendengar omelan jia li, guru surgawi Chunying terdiam. Pria itu diam hanya karena tidak mau jia li marah apalagi membencinya karena tindakan yang baru saja ia lakukan.
Zhu menatap jia li sedih. Meskipun ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, wanita itu bersyukur karena jia li mau membelanya.
Jia li berdiri tepat di hadapan guru surgawi Chunying. Mencegahnya mendekati Zhu.
"zhu. Aku menghargai perasaanmu untukku, tapi... Aku tidak tertarik dengan wanita" suara jia li itu menghancurkan cinta dan harapan yang selama ini zhu pendam di dalam hatinya untuk jia li.
"apah ?" mendengar hal itu Zhu terkejut bukan main.
"ba...bagaimana bisa ?" zhu menatap jia li. Wanita itu tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Jia li menatap Zhu lembut.
"aku... seorang perempuan Zhu. Selama ini aku menyamar menjadi laki-laki untuk melindungi diriku srndiri dari bajing4n" ucap jia li lembut sambil menatap zhu lembut.
"...." Zhu kehilangan kata-kata. Tapi yang jelas ia sangat sedih, kecewa, marah dan itu benar-benar menyakiti perasaannya.
*
*
*
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊