
Semenjak kejadian itu, jia li selalu diikuti guru surgawi Chunying setiap kali akan pergi keluar. Pria itu benar-benar tidak menyangka jika pesona yang dimiliki jia li di kehidupan ini bahkan bisa membuat perempuan jatuh hati padanya, lalu bagaimana para laki-laki? Jelas mereka akan tergila-gila dengan jia li. Untuk itu guru surgawi selalu ada disamping jia li untuk menjaganya agar tidak diculik orang. Dan...Jia li sendiri hanya bisa pasrah dengan perlakuan dari calon suaminya yang sangat menyebalkan.
Sementara itu, Zhu telah jia li bebaskan dari rumah pelacuran itu. Meskipun Zhu merasa bersyukur karena bisa bebas berkat jia li, tapi tetap saja hatinya masih sakit karena kenyataan pahit itu. Kenyataan bahwa cintanya di tolak, kenyataan bahwa jia li adalah perempuan dan akan segera menikah. Seandainya Jia Li sedikit membuka hatinya pada Zhu, wanita tidak masalah jika harus menjalin hubungan sesama jenis bahkan menjadi simpanan Jia Li. Tapi… sayangnya itu terlalu mustahil.l karena Jia Li masih normal.
Sekarang Jia Li sedang berada di kamarnya. Ia duduk melamun sambil memandang ke arah taman di luar jendela kamarnya.
"bagaimana, apa kamu suka dengan semua hadiah pernikah yang guru surgawi Chunying kirimkan ?" tanya tong mu.
Jia li melihat ayahnya. Tong Mu berjalan mendekati Jia Li.
"hm…aku sedikit suka ayah. Bagaimanapun ini semua barang-barang yang sangat bagus, langka dan sangat mahal jika di jual lagi ayah. Belum lagi jumlahnya sangat banyak. Guru surgawi Chunying pasti bangrut karna menikah dengan ku" ucap jia li.
Mendengar hal itu Tong Mu mengangguk, dan ia sedikit prihatin dengan calon menantunya karena anaknya memiliki niat untuk menjual semua mas kawin itu. Ucapan anaknya barusan itu terdengar seperti hinaan, jika di pikir-pikir lagi wajar jika Jia Li melakukan hal itu karena ia tidak menginginkan pernikahan itu. Memikirkan hal itu Tong Mu menjadi sedih.
"hm… jia li" panggil Tong Mu.
"ya ayah" jawab Jia Li.
"apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu ini ?" tanya Tong Mu.
"ya...aku bahagia" ucap Jia Li lemah.
"maaf ayah aku harus berbohong. Tapi aku bisa pastikan jika cobaan ini akan berakhir dengan baik" batin jia li.
"baguslah kalau begitu. Setidaknya ayah akan tenang" ucap Tong Mu.
Tong Mu dapat bernapas lega jika putrinya bisa menerima masalah ini dengan lapang dada, meskipun Tong Mu tau jika putrinya pasti dipaksa menikah dengan guru surgawi Chunying. Memikirkan hal ini, Tong Mu menjadi sedikit sedih atas nama Jilli. Jujur saja, Tong Mu sangat mendukung hubungan Jia Li dan Jilli, karena Jilli adalah pria yang sangat baik. Tapi sayangnya Jia Li dan Jilli tidak bisa bersama.
Sebenarnya selama Jia Li dibawa kabur dengan guru surgawi Chunying, Jili selalu datang ke-kediaman Tong Mu hanya sekedar menanyakan 'apakah ada kabar dari Jia Li" atau menanyakan keadaan Tong Mu. Tong Mu juga tahu jika Jili berusaha keras untuk mencari Jia li, namun usahanya belum mendapatkan hasil. Bagaimana tidak, guru surgawi Chunying menyembunyikan Jia Li di kediamannya yang letaknya sangatlah tersembunyi. Jia Li sendiri tidak tau nama tempat itu padahal dia sudah lama tinggal di sana.
Selain itu, Jili terlihat sangat kacau setelah kepergian Jia Li. Pria itu merasa bersalah karena gagal melindungi jia li, dan...ia merasa sangat cemas dan cemburu karna Jia Li bersama pria lain.
Semua masalah Jili itu, biarlah menjadi rahasia Tong Mu. Ya...hal itu Tong Mu lakukan agar Jia Li tidak memikirkan Jili lagi. Karena jika itu terjadi, akan sulit untuk Jia Li melupakannya.
Hari-hari berlalu dengan cepat. Hingga tanpa sadar hari pernikahan pun tiba. Pernikahan Jia Li dan guru surgawi Chunying berlangsung mewah di kediaman guru surgawi Chunying, namun pesta pernikahan mereka hanya dihadiri orang-orang terdekat saja.
Setelah melakukan ritual pernikahan,Jia Li langsung dibawa kedalam kamar pengantin yang mungkin akan menjadi kamar mereka di masa depan. Jia Li disuruh menunggu sampai guru surgawi Chunying datang lalu membuka tudung pengantin berwarna merah di kepalanya.
"lama sekali" gumam Jia Li.
Karena menunggu guru surgawi Chunying terlalu lama, Jia Li keburu mengantuk. Bagi Jia Li hari ini benar-benar melelahkan karena terlalu banyak ritual adat pernikahan yang harus ia lakukan. Benar-benar menyusahkan.
Karna lelah menunggu dan mengantuk, Jia Li lebih memilih tidur di kasur dengan tudung kepala itu masih berada di kepalanya.
Beberapa jam kemudian pintu kamar pengantin itu terbuka. Guru surgawi Chunying masuk lalu berjalan kerah ranjang besar yang kini telah ditempati Jia Li.
Guru surgawi Chunying memang sengaja masuk terlambat. Ia tidak mau Jia Li merasa tegang atau takut di malam pertama mereka.
Guru surgawi Chunying duduk di pinggir ranjang. Ia secara perlahan membuka tudung kepala Jia Li, dan saat wajah cantik Jia Li terlihat pria itu tersenyum mamar.
"cantik" ucap guru surgawi Chunying.
"apanya yang tidak adil ?" tanya guru surgawi Chunying bingung.
"kamu bisa melihat wajahku, tapi aku tidak" ucap Jia Li.
"hm… " untuk sesaat guru surgawi Chunying terdiam.
"baiklah, aku akan membuka topeng ku" guru surgawi Chunying mulai membuka tali mengikat topeng itu secara perlahan.
Saat topeng dibuka, betapa terkejutnya Jia Li saat melihat wajah pria itu. Bahkan matanya berbentuk o saking kagetnya.
"k… k… kau… kau Wang Chunying ?" Jia Li menyentuh wajah pria itu. Jia Li menutup mulutnya, ia benar-benar terkejut bahkan tubuhnya gemetar
"apakah pria itu bangkit dari kubur !?" batin Jia Li. Ingatan mengenai pertemuan mereka pertama kali dan perpisahan mereka yang tragis.
"iya… ini aku… " ucap guru surgawi Chunying atau yang lebih dikenal Wang Chunying. Pria itu dengan lembut menggenggam tangan Jia Li yang menyentuh wajahnya. Sesaat mata mereka bertemu, membuat waktu seolah berhenti dan jantung guru surgawi Chunying berdebar lebih cepat. Guru surgawi Chunying berharap Jia Li tidak mendengar suara debaran jantungnya.
"jadi selama ini guru surgawi Chunying yang selalu memakai topeng perak dan berambut putih itu kamu, pangeran pertama matahari ? Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal ?" tanya Jia Li.
Jujur Jia Li bingung dengan pria itu. Jika saja Wang Chunying memberitahu siapa dia yang sebenarnya pastinya Jia Li akan mempertimbangkan lamarannya dari awal. Dan kejadian waktu di istana selatan itu tidak mesti terjadi, memikirkan hal itu Jia Li menjadi merasa bersalah dengan Jilli, Tong Mu dan kalisari selatan yang harus terluka karenanya.
Tapi setidaknya, Jia Li cukup senang karena Wang Chunying tidak mati. Pria itu masih hidup dan dalam keadaan yang sangat sehat. Tapi kepedulian Jia Li ini bukan karena ia mencintai Wang Chunying tapi, Jia Li peduli pada pria itu karena dia dulunya adalah orang yang sangat baik padanya. Sementara perasaan cinta yang sempat tumbuh untuk pria itu telah hilang karena mereka terlalu lama berpisah dan itu diperparah dengan datangnya sosok baru dalam kehidupan Jia Li yaitu Jilli.
"maaf, aku hanya terlalu takut memberitahu yang sebenarnya. Jujur aku sangat takut kamu membenciku jika kamu melihat wajahku?" ucap Wang Chunying.
"memangnya jika aku membencimu, aku akan dibebaskan ?" tanya Jia Li.
"..." Wang Chunying hanya diam.
"tidak kan ?" jawab Jia Li.
"tidak akan pernah" ucap Wang Chunying tegas.
Jia Li mendesah kasal, lalu berkata "ya, aku tau itu " ucap Jia Li dengan judes.
"mari kita minum ini " Wang Chunying memberikan cangkir giok pada Jia li.
"apa ini ?" tanya Jia Li. Ia mengambil cangkir itu dari tangan Wang Chunying.
"ini adalah minuman yang harus kita minum saat malam pernikahan. Ini sudah jadi tradisi" ucapan Wang Chunying hanya dibalas deheman oleh Jia Li.
Mereka pun meminum minuman itu dengan tangan yang saling dikaitkan.
"kalau begitu aku tidur lebih dulu. Maaf karena aku tidak bisa melakukan hal itu denganmu malam ini. Aku terlalu lelah" ucap Jia Li dengan mata sayupnya.
Wang Chunying yang mengerti maksud Jia Li hanya bisa tersenyum lembut.
"tidak apa-apa. Aku akan menunggu, bahkan jika itu seumur hidup" ucap Wang Chunying.
Namun ucapan itu bagai angin lalu di telinga Jia Li karena terlalu mengantuk. Dengan cepat Jia Li mencari posisi yang nyaman di sudut ranjang untuk tidur. Saat mata indah Jia Li tertutup, ia benar-benar telah terlelap dalam tidurnya.