
Setelah selesai makan siang siang, guru surgawi Chunying menemani jia li membaca buku. Jia li sendiri tidak terganggu dengan kehadiran pria itu sama sekali, meskipun pria itu terus saja menatapnya.
"jia li" panggil guru surgawi Chunying lembut.
"..."jia li hanya diam. Dia fokus dengan buku bacaannya.
"jia li" panggil pria itu lagi. Kali ini jia li hanya membalas dengan deheman.
Jia li mengangkat wajahnya. Ia menatap guru surgawi dengan mata indahnya itu.
"apa ?" tanya jia li. Ia menatap pria itu dengan malas, malas dan bosan.
"jia li, maukah kamu menikah dengan ku kembali ?" tanya guru surgawi Chunying. Itu adalah lamaran yang ke 1 juta kalinya.
"baiklah, aku akan menikah denganmu" ucap jia li. Setelah mengatakan itu, Jia Li kembali membaca buku.
"oh...begitu" guru sergai menundukan wajahnya. Ia mengira lamarannya ditolak.
3 detik kemudian.
"APAH KATAMU TADI ?" tanya guru surgawi Chunying. Sependengarannya tadi, jia li baru saja menerima lamarannya.
"kamu… kamu menerima lamaran ku ?" tanya guru surgawi Chunying dengan suara terbata-bata.
Jia Li menatap pria itu lalu berkata.
"ya. Memangnya ada cara lain selain menerima lamaranmu ? Meskipun aku menolak ribuan kali kamu tidak akan pernah mau melepaskan ku kan ?" ucap jia li. Ia menatap guru surgawi Chunying sinis.
Mendengar hal itu guru surgawi hanya tertawa pelan. Memang benar jika ia tidak akan pernah melepas jia li meskipun ditolak ribuan kali. Tapi… ia sedikit terluka mendengar ucapan Jia Li tentang pernikahan seakan itu hanya permainan semata. Yah… meskipun begitu, ia cukup bahagia… setidaknya sebentar lagi mereka akan menjadi suami istri lagi.
"tapi aku punya syarat jika ingin menikah dengan ku" ucapan itu menghentikan tawa guru surgawi Chunying.
"apa itu ?" tanya Guru surgawi Chunying.
Kini jia li menatap guru surgawi Chunying serius. Hal itu sedikit membuat guru surgawi Chunying menjadi gugup.
"pertama, kamu harus minta maaf pada ayahku dan meminta restu padanya.
Kedua, aku ingin pulang untuk menemui ayah ku dan teman-temanku sebelum menikah.
Ketiga, jangan kurung aku disini, aku butuh sedikit kebebasan dan aku juga punya kehidupan sendiri yang tidak mungkin ku tinggalkan apalagi kau usik !
Keempat, aku tidak sudi dimadu. Jika suatu hari ada wanita lain di hatimu… aku akan pergi dan kamu tidak berhak melarangku. Bahkan jika aku menikah dengan pria lain kamu juga tidak boleh melarang apalagi ikut campur.
Kelima, beri aku 60% harta yang kamu miliki sebagai hadiah perkawinan. Jika kita bercerai kamu tidak boleh meminta hadiah perkahwinan itu kembali dan kamu juga wajib memberikan kompensasi perceraian padaku dengan jumlah yang ku tentukan sendiri." jia li menatap wajah guru surgawi yang terkejut bukan main.
"Jika kamu tidak setuju dengan semua syaratku..." belum selesai jia li menyelesaikan kalimatnya guru surgawi Chunying telah memotongnya lebih dulu.
"aku bersedia !" ucap pria itu dengan mantap.
"...." kini giliran jia li yang terkejut. Ia kehilangan kata-kata.
"apa dia tidak waras !" batin Jia Li. Jika mereka menikah dan suatu hari bercerai bukankah pria itu akan jadi pengemis… sementara Jia Li akan menjadi janda kaya raya…! Dan… pria itu menerima syaratnya untuk tidak pernah menduakannya… untuk pria sahabat guru surgawi Chunying itu pasti sulit kan.
"baiklah. Aku akan mempersiapkan keberangkatan kita ke tempat ayahmu sekarang. Kita akan berangkat besok " ucap guru surgawi Chunying dengan penuh semangat.
Pria itu langsung pergi meninggalkan jia li untuk mempersiapkan semua keperluannya.
"tu..tunggu...." ucapan jia li diabaikan guru surgawi Chunying. Jujur saja jia li tidak menyangka jika guru surgawi Chunying mau menerima semua syarat yang ia ajukan. Lalu bagaimana kelanjutannya, apakah jia li benar-benar akan menikah dengan pria itu ?
"bagaimana ini ?!" gumam Jia Li… ia menggigit ibu jadinya dan mulai gelisah.
Jia Li mengutuk mulutnya karena tidak bisa mengontrol ucapannya…
*
*
*
Keesokan harinya, guru surgawi Chunying dan jia li pun pergi menemui tong mu. Jujur saja jia li sangat senang karena akan menemui ayahnya. Tapi sayangnya saat telah sampai ke-kediaman ayahnya , jia li hanya bisa bertemu dengan ayahnya sebentar karena guru surgawi Chunying langsung membicarakan hal serius dengan ayahnya. Apalagi jika bukan soal pernikahan mereka. Kini jia li hanya bisa pasrah dan berharap guru surgawi Chunying tidak bersikap kasar pada ayahnya.
Di Sebuah ruangan guru surgawi Chunying sedang berbicara dengan serius dengan tong mu, ayah jia li. Di ruangan itu terasa sangat tegang, dan cukup mencekam. Meskipun tong mu tidak sekuat guru surgawi Chunying, namun pria paruh baya itu lebih baik mati ketimbang harus melihat putrinya terluka.
"jika anda tidak merestui hubungan kami, maka jia li mungkin akan menjadi perawan tua, atau kami akan menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan seumur hidup kami. Apakah kamu mau jia li seperti itu ? Jika orang-orang mendengar hal itu, mungkin Jia Li akan dicap wanita murahan" tanya guru surgawi Chunying. Pria itu menatap Tong Mu dengan wajah datarnya.
"kau...!" tong mu sangat marah dengan ucapan guru surgawi Chunying. Tong mu benar-benar membenci pria itu hingga ke tulang. Tong mu bahkan menganggap guru surgawi Chunying sebagai lintah darat yang ingin menghisap habis darah putrinya.
Setelah perbincangan panjang, akhirnya tong mu terpaksa menerima guru surgawi Chunying sebagai menantunya. Meskipun ia masih belum sepenuhnya menerima guru surgawi Chunying tapi, ia harus melakukannya untuk nama baik putrinya, jia li.
Pertemuan guru surgawi Chunying dan tong mu, juga membahas mengenai tanggal pernikahan mereka. Setelah perdebatan panjang antara dua pria itu, akhirnya pernikahan akan dilakukan 3 hari lagi. Mungkin terdengar gila, bagaimana tidak pernikahan akan dilakukan 3 hari lagi namun persiapan belum ada sama sekali. Padahal pasangan normal yang ingin menikah butuh waktu paling cepat 3 bulan untuk mempersiapkan acara pernikahan. Mungkin pernikahan jia li dan guru surgawi Chunying akan diadakan dengan sangat sederhana mengingat waktu yang sangat mepet.
"aku ingin menemui teman ku terlebih dahulu" ucap jia li pada guru surgawi Chunying.
"teman ? Jika itu pria tidak boleh !" ucap guru surgawi Chunying tegas.
"tidak, dia perempuan" ucap jia li cepat. Temannya memang perempuan, tapi ia bekerja di rumah bordil, siapa lagi jika bukan Zhu.