"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
39



Jia Li duduk disebuh kursi dengan menundukan wajahnya. Entah kenapa dia agak gelisah. Tiba-tiba sekelompok orang memasuki aula. Dia adalah guru surgawi Chunying, guru surgawi shen dan para muritnya. Melihat kedatangan mereka kaisar, Tong Mu dan Jia Li memberi hornat pada mereka seperti biasanya. 


@@@@


Jia Li sedikit pun tidak memandang guru surgawi Chunying. Dia terus mengalihkan pandanganya ke tempat lain. Ya...memang terbilang tidak sopan, tapi ini cara Jia Li untuk memberitau ketidak sukaannya pada guru surgawi Chunying. Jia Li harap kodenya itu dapat dimengerti. 


Seingat Jia Li guru surgawi Chunying memiliki rambut putih yang mencolok dengan topeng perak. Dan Jia Li benar-benar tidak tertarik dengan pria berambut putih itu.


Saat mereka beberapa orang yang melihat wajah Jia Li yang sangat cantik tanpa penutup wajah mereka terpesona. Sangat wajar jika Jia Li dapat menarik perhatian guru surgawi Chunying  dan guru surgawi Jilli yang luar biasa. Tapi kedua pria itu sebenarnya tidak begitu tertarik dengan wajah cantik Jia Li. Mereka punya alasan tersendiri, seperti Jilli yang menyukai Jia Li karena  pengetahuannya tentang obatan, tapi siapa tau jika rasa suka itu berubah menjadi cinta. Sementara Chunying, dia menyukai Jia Li karena hatinya yang baik dan perasaannya yang sangat tulus. Perasaan itu berubah menjadi cinta dan tumbuh semakin besar.


Guru surgawi Chunying yang melihat Jia Li di hadapannya tersenyum lebar. Bahkan deretan gigi putih itu terlihat. 


Shen yang melihat gurunya tersenyum lebar terkejut. Ini pertama kalinya ia melihat gurunya tersenyum.


Tiba-tiba seseorang muncul "maaf aku terlambat" 


"guru surgawi Jilli !?" semua orang dihadapan itu terkejut dengan kedatangan Jilli.


"oh...ada guru surgawi Chunying dan guru surgawi Shen juga rupanya" Jilli nampak binging dengan kehadiran mereka di aula. Namun senyum indah tidak pernah lepas dari wajahnya. 


"..." guru surgawi Chunying dan Shen hanya diam. Mereka menatap Jilli dengan bingung pasalnya mereka tidak tahu jika Jilli akan datang, lagipula kenapa dia harus datang ?


Karena Guru surgawi Chunying dan Shen tidak kunjung menjawab, Jilli menatap Jia Li dengan senyum hangat lalu berkata 


"apakah kamu marah karna aku datang terlambat ?" tanya Jilli pada Jia Li.


"tidak. Kamu datang tepat waktu Jilli" ucap Jilli lembut. Ia menatap pria itu dengan senyum indah di bibirnya.


Kedekatan Jia Li dan Jilli membuat semua orang yang melihatnya terkejut. Bahkan Tong Mu sebagai ayahnya terkejut melihat kedekatan mereka.


Jia Li kemudian sedikit membungkuk seolah meminta permohonan maaf ke arah guru surgawi Chunying.


"seya minta maaf guru surgawi Chunying. Saya menolak lamaran anda" ucap Jia Li dengan lancar. Ucapan yang mampu mengejutkan siapa saja yang mendengarnya.


Jilli yang tidak tau jika kekasih hatinya di lamar pria lain bahkan terkejut bukan main saat mendengar hal itu.


Ucapan itu membuat siapa saja yang mendengarnya terkejut. Bagaimana tidak, seorang gadis kecil yang tidak berharga berani menolak guru surgawi Chunying yang sangat luar biasa.


Guru surgawi Chunying menatap Jia Li dengan wajah penuh kekecewaan, keterkejutan, amarah, dan sedih yang bercampur jadi satu.


"APAH ! Ke..Kenapa ?" tanya guru surgawi Chunying.  Pria itu mulai marah.


"karna saya tidak menyukai guru surgawi Chunying. Saya menyukai guru surgawi Jilli. Saya mencintainya. Selain itu, guru surgawi jili telah melamar saya 2 hari lebih cepat dari guru surgawi Chunying."jelas Jia Li.


"...." guru surgawi Chunying kehilangan kata-kata. Ia tidak pernah menyangka jika lamarannya akan ditolak, dia tidak menyangka jika Jia Li tidak mencintainya lai, bahkan gadis itu menyukai pria lain. 


Saat ini hati guru surgawi Chunying hancur berkeping-keping. 


Jia Li kemudian menatap Jilli. Ia berjalan kearah pria itu dengan senyum kecil yang nampak sangat mempesona.


Jilli yang melihat hal itu juga tidak menyangka jika Jia Li lebih memilih dia daripada guru surgawi Chunying. Jangan tanya betapa bahagianya dia saat ini .


"trimakasih sudah memilihku" ucap Jilli. Ia mengambil tangan Jia Li lalu menggenggamnya dengan edat seakan tidak ingin dipisahkan. 


Jia Li tidak menjawab ia hanya tersenyim lembut. Wajah cantiknya terlihat begitu bahagia dan terlihat jelas ketulusan yang Jia Li berikan pada jiilj. Hal yang akan membuat siapa saja menjadi ini. 


Saat Jia Li dan Jilli berdiri berdampingan mereka terlihat seperti pasangan yang sangat sempurna. Jia Li yang cantik penuh pesona dan Jilli dengan paras rupawan, membuat mereka seperti dewa dan dewi yang sedang dimabuk cinta.


Guru surgawi Chunying yang melihat itu menggebalkan tangannya. Hatinya hancur seketika tanpa sisa. Ia merasa di hianati oleh istrinya sendiri. Guru surgawi  Chunying benar-benar lupa, jika dia lah yang menghancurkan cinta suci mereka di kehidupan dulu dan di kehidupan ini Jia Li bukan lah istrinya lagi. Jadi… Jia Li bebas memilih siapa pria yang ingin dinikahi.


Tapi peduli apa, guru surgawi Chunying terlalu egois, terobsesi, dan mencintai Jia Li terlalu berlebihan hingga ketulang-tulangnya. Jadi… mana mungkin ia membiarkan Jia Li bahagia dengan pria lain selain dia.


"kau tidak bisa melakukan ini padaku...!" desis guru surgawi Chunying. Aura menyeramkan keluar dari tubuh pria itu. Membuat semua orang disana menjadi takut. Mereka juga terkejut dengan kemarahan guru surgawi Chunying yang tiba-tiba.


Jia Li yang merasakan aura itu menjadi takut. Ia berlindung dipelukan Jilli.  Jiilli yang melihat hal itu memeluk Jia Li lebih erat seakan takut gadis itu terluka. Tapi sayangnya perilaku Jia Li dan Jilli malah membuat guru surgawi Chunying semakin marah.


"menjauhlah dari istriku !" ucap guru surgawu Chunying. Pria itu dengan cepat berdiri di sepan Jia Li dan Jilli. Lalu memisahkan mereka.


Tanpa memberi Jilli kesempatan untuk melawan, guru surgawi Chunying melempar tubuh Jilli kedinding. Karna terlalu kuat dinding itu hancur karna lemparan guru surgawi Chunying.


Tong Mu berusaha menarik dengan Jia Li. Melindungi putrinya yang mencoba mendekati Jilli. Jia Li kini berada di dalam pelukan Tong Mu, pria itu memeluk Jia Li agar ia tidak berbuat bodoh.


Guru surgawi Chunying yang melihat  Jia Li seperti itu semakin marah. Hatinya benar-benar hancur tanpa sisa melihat istri yang telah dia tunggu dan dia cari selama ini menyukai pria lain.


Guru surgawi Chunying dengan membabi buta menghajar Jilli tanpa ampun. Kekuatan Jilli dan guru surgawi Chunying yang tidak sebanding membuat Jilli tidak berdaya.


Jia Li menatap guru surgawu shen dan muritnya. 


"kenapa kalian tidak menghentikan mereka ? Jika seperti ini terus Jilli akan mati !!!" ucap Jia Li.


Mereka menatap Jia Li.


"semua ini karna nyonya menolak lamaran guru dan lebih memilih pria itu. Jadi pantas dia mendapatkan pukulan dari tuan. Lagipula kami tidak akan mampu melawan tuan. Dia sangat kuat jauh dari kami semua" ucap guru surgawi shen.


"kau...!" Jia Li menggertakan giginya. Dia marah.


"jika nyonya ingin menyelamatkan Jilli caranya cukup mudah" guru surgawi shen nampak sangat nenang seolah tidak terjadi apa-apa.


"caranya ? Apa caranya ?" kata Jia Li cepat.


" terima saja lamarannya" ucapan itu keluar begitu lantar dari mulut shen.


"apah !?"  Jia Li menatap shen bodoh. Ia merasa di permainkan disini. 


"iya nyonya. Terima saja lamarannya. Jika nyonya lambat mengambil keputusan guru surgawi Chunying benar-benar akan membunuh guru surgawi Jilli" ucap Shen. Pria itu tampak santai, Shen benar-benar terlihat tidak peduli dengan Jilli bahkan jika dia mati 


"baiklah aku terima lamaran mu guru surgawi Chunying" teriak Jia Li supanya pria itu bisa mendengar.


Seketika guru surgawi menatap Jia Li.


"apa kau bilang ?" tanya guru surgawi Chunying memastikan.


"aku...aku terima lamaran mu. Tapi...aku mohon jatan lukai Jilli lagi" mohon Jia Li. Wajah cantiknya telah basah dengan air mata dan wahannya telah memerah karna marah. Ia marah dan sedih karna Jilli di pukuli karna dirinya.


Guru surgawi Chunying tertawa sinis. Dia tidak habis pikir kenapa Jia Li harus memohon padanya dan mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan pria lain.


"dia menjual dirinya sendiri hanya untuk pria itu !" batin Chunying. Rasa sakit itu kembali Chunying rasakan, dan kali ini terasa sangat sakit seperti jantungnya telah ditunjuk oleh pedang tumpul yang sangat menyiksanya. Tapi rasa sakit itu sama sekali tidak berdarah. 


"t...tidak jia...li. janga." ucap Jilli terputus-putus. Pria itu telah sekarat.


"diam kau !" guru surgawi Chunying menendang kepala Jilli agar tidak bicara lagi.


"tidak, berhenti memukulnya aku mohon" pinta Jia Li.


"aku sudah menerima lamaran mu, jadi jangan pukuli Jilli lagi. Disini akulah yang bersalah" ucap Jia Li dengan air mata.


Guru surgawi Chunying berjalan kearah Jia Li yang masih berada di dalam pelukan Tong Mu.


"baiklah, kalau begitu ikut aku sekarang !" ucap guru surgawi Chunying tegas.


"apa...apa maksut..." belum selesai ucapannya, tangan jia li ditarik paksa oleh guru surgawi Chunying  paksa. Hal itu membuat pelukan Tong Mu terlepas.


"guru surgawi Chunying jangan kasari anak ku" ucap Tong Mu.


Karna tersinggung guru surgawi Chunying melempar Tong Mu cukup jauh. Akibat hal itu Tong Mu batuk darah.


"AYAH !!!" teriak Jia Li. 


Jia Li hendak berlari menemui ayahnya namun lengannya ditahan oleh guru surgawi Chunying. Pria itu malah menyeret Jia Li pergi menjauh. Karna Jia Li terus memberontak guru surgawi Chunying terpaksa membuat gadis itu pingsan.


Jilli yang telah sekarat hanya bisa melihat Jia Li dibawa pergi oleh guru surgawi Chunying. Tanpa sadar air matanya jatuh. Ia merasa begitu bodih dan lemah karna gagal melindungi gadis yang dia cintai. 


Tementara Tong Mu, pria itu menanam kebencian yang sangat besar atas perlakuan kasar guru surgawi Chunying pada durinya dan putrinya. 


Sedangkan kaisar. Pria itu hanya diam mematung. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Melihat keponakannya tidak sadarkan diri  didalam gendungan guru surgawi Chunying yang semakin menjauh, yang hanya bisa ia lakukan adalah terdiam.