"Jia Li 2"

"Jia Li 2"
50



Keesokan harinya.


"bagaimana keadaanmu ?" tanya Wang Chunying pada Jia Li.


Pria itu duduk di samping istrinya sambil mengelus dengan lembut kepala Jia LI. Sementara Jia Li sama sekali tidak terganggu dengan apa yang Wang Chunying lakukan padanya. Wanita itu dengan fokus menulis buku tentang obat-obatan.


"iya, aku baik." ucap Jia Li tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.


"hm… apa benar ? Jika masih sakit katakanlah, aku akan panggil tabib terbaik untuk merawat mu" 


"aku juga seorang tabib Wang Chunying. Aku tau dengan jelas kondisi tubuhku ini" ucap Jia Li.


"hem...baiklah" ucap Wang Chunying.


Wang Chunying menyembunyikan wajahnya di leher Jia Li. Menghirup lakus aroma tubuh Jia Li. Hal itu membuat Jia Li kaget.


"HAI Wang Chunying hentikan" ucap Jia Li. Jia li mendorong tubuh Wang Chunying, namun sayangnya Wang Chunying memeluknya sehingga Jia Li hanya bisa pasrah.


Wang Chunying menatap Jia Li lekat.


"istriku " panggil Wang Chunying lembut.


Jia Li juga menatap Wang Chunying.


"apa ?" tanay Jia Li.


"nanti malam, apa boleh kita melakukannya lagi ? Aku janji akan melakukannya dengan lembut" pertanyaan itu membuat wajah Jia Li kemerah.


Tanpa sadar Jia Li mengangguk. Ya...jangan salahkan dirinya karena otak dan hatinya tidak bisa bekerja sama.


Melihat persetujuan Jia Li, Wang Chunying tersenyum dengan lebar sampai-sampai gigi putihnya terlihat.


"baiklah, aku harus pergi sekarang, dan jangan lupa nanti malam"  Wang Chunying mengecup kening Jia Li lalu menghilang.


"astaga, ada apa dengan tubuh ini ?" tanya Jia Li pada dirinya sendiri setelah Wang Chunying menghilang.


Jia Li tidak tau harus berbuat apa sekarang. Ia bahkan tidak mengerti dengan dirinya sekarang. Kenikmatan sekaligus penyiksaan yang Wang Chunying berikan kemarin malam memang membuat Jia Li mabuk kepayang. Seandainya ia tahu rasanya akan senikmat ini mungkin ia sudah melakukannya sejak dulu. Tapi, apakah rasanya akan sama jika bukan Wang Chunying yang melakukannya ? Tentu itu berbeda. Saat Jia Li bersama dengan Alber Jia Li tidak segila ini. Maksudnya adalah, tubuhnya menggilai sentuhan pria itu. 


Jia Li menggigit bibirnya karena pikiran kotornya di pagi hari. Jia Li sangat malai dengan pikirannya sendiri. 


*


*


*


"tolong hentikan, ini sakit" mohon seorang wanita.


Wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Bagaimana tidak, wajahnya yang dulunya cantik kini telah penuh luka dan lebam. Bajunya juga sudah penuh dengan darah, bau dan compang-camping. Dia benar-benar mirip gelandangan.


Suara cambukan terus terdengar diiringi dengan teriakan yang terdengar memilukan dari penjara bawah tanah.


"sakit ?!! Lalu apakah kamu memikirkan akibat perbuatanmu saat memulai rencana licikmu ?" tanya Liu Bei. Ia menatap wanita itu penuh jijik, ia terus mencambuk wanita itu.


Siapa saja melihat Liu Bei pasti akan bergidik ngeri karena pria itu terlihat sangat mengerikan. Seolah hati nuraninya telah mati.


Tidak jauh dari Liu Bei, Shen sedang duduk manis sambil membaca buku yang Jia Li tulis. Meskipun tulisan Jia Li tidak bagus, namun hal itu tidak mengurangi kekaguman akan kecerdasan tentang obat-obatan yang Jia Li miliki. Istri gurunya itu benar-benar hebat jika soal obat.


"sudah hentikan liu bei, nanti dia bisa mati" ucap Shen tanpa mengalihkan pandangannya. 


"tapi guru, dia pantas mendapatkannya" ucap Liu Bei.


"ya, aku tau. Tapi kau harus menahan diri karena master belum menemuinya" ucap Shen mengingatkan.


"baiklah" ucap Liu Bei pada akhirnya.


Alasan kenapa  Liu Bei marah adalah karena wanita itu merencanakan hal licik untuk menjebak Wang Chunying kemarin malam adalah wanita bernama Wei, pelayan Jia Li sendiri. Padahal Jia Li cukup baik dengan para pelayan, tapi dengan tidak tahu dirinya wanita bernama Wei mencoba menggoda suami tuannya. Sungguh menjijikkan.


Liu Bei menatap Wei penuh penghinaan.


Tidak lama kemudian Wang Chunying datang. Kedatangan Wang Chunying seperti angin segar untuk wanita itu. Wei berharap Wang Chunying bisa mengingatnya. Ya… mengingat tentang siapa mereka di kehidupan dahulu saat bersama. 


"mana dia" tanya Wang Chunying dingin pada Shen.


"itu dia guru" ucap Shen sambil tunjuk kearah gadis yang telah menjadi tersangka.


"Wang Chunying, ini aku istrimu Wei. Aku adalah permaisurimu dari kehidupan sebelumnya. Apa kamu ingat " teriak Wei mencoba mengingatkan Wang Chunying akan masalalu. 


Semua orang yang mendengar hal itu menjadi terkejut. Bagaimana tidak, wanita sinting itu berani memanggil guru surgawi Chunying dengan namanya, padahal cuman Jia Li yang diperbolehkan memanggil namanya.


Sementara itu Wang Chunying yang mendengar hal itu juga terkejut. Dengan cepat Wang Chunying memerintahkan semua orang untuk pergi. Sehingga cuman ada ia dan Wei di ruangan itu.


Yah… gadis yang telah menjadi tersangka itu adalh Wei, gadis yang selama ini ditugaskan menjadi pelayan Jia Li.


"katakan siapa kamu " tanya Wang Chunying serius. Ia menatap Wei tajam.


"aku, aku istrimu Wei dari kehidupan sebelumnya. Dulu kau adalah kaisar dari kekaisaran yang sangat maju dan aku adalah permaisurimu, pernikahan kita berjalan dengan baik dan kita saling mencintai. Tapi karena siluman rubah yang licik, kita jadi terpisah. Karena itu, karena itu di kehidupan ini aku mencarimu agar kita bisa bersama lagi" ucap Wei dengan air mata. 


"..." Wang Chunying hanya diam.


"tapi, saat aku menemukanmu… siluman rubah itu kembali datang menggodamu. Itu sebabnya aku menggunakan rencana licik ini agar kamu  bisa mengingatku kembali Wang Chunying. Mengingat waktu-waktu yang kita habiskan bersama" ucap Wei.


Wang Chunying hanya diam. Dia menatap Wei tajam. Wanita itu memiliki wajah yang tidak mirip dengan Wei di kehidupan masa lalu, wajah Wei di kehidupan sebelumnya jauh lebih cantik. Ya...mungkin wanita tidak tau caranya merawat tubuhnya sendiri di kehidupan sekarang karena dulunya ia selalu dirawat oleh para pelayan dengan baik. Tapi Wang Chunying cukup yakin jika mereka adalah orang yang sama.


Saat Wang Chunying sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, Wei tidak berhenti menceritakan hal bohong tentang kehidupan masa lalunya dan Wang Chunying. Wanita itu meyakinkan jika ia dan Wang Chunying saling mencintai, sementara Jia Li adalah orang ketiga yang merusak kebahagiaan mereka.


"apakah kamu tidak ingat dengan ku. Ini aku Wei, istri sah mu di kehidupan sebelumnya. Aku permaisuri mu Wang Chunying" ucap Wei yang tidak hentinya menyakinkan Wang Chunying.


Tiba-tiba Wang Chunying tertawa keras.


"istri ? Permaisuri ? saling mencintai ?" ucap Wang Chunying seolah tidak mengerti.


Wei mengangguk kecil. Entah kenapa ia mulai takut dengan saat mendengar tawa Wang Chunying yang terdengar jahat.


"heh…" Wang Chunying tertawa sinis. 


"apakah kamu pikir aku menganggapmu istriku ?" ucapan itu membuat Wei terkejut. Wei pikir, Wang Chunying tidak ingat sama sekali tentang kehidupan masa lalu.


"dulu, saat aku menjadi kaisar, permaisuri atau kaisar cuman jabatan dimataku. Bahkan aku tidak peduli jika kamu sebagai permaisuri bercinta dengan pengawal penjara rendahan sekalipun, karena sejatinya aku memang tidak pernah menganggapmu sebagai istriku. Alasan aku bisa menikah denganmu di kehidupan dulu karena kamu anak bangsawan yang berpengaruh, intinya kamu hanya sebagai alat politik saja. Sama halnya dengan para selir yang memenuhi harem ku. Kau dan para selir dimataku sama, bedanya kamu dan para selir cuman beda pangilan saja, tapi selebihnya sama. Kecuali Jia Li. Ya...bagiku dia satu-satunya istriku, dan cuman dia yang berhak menjadi ibu dari anak-anakku. " ucapan itu membuat Wei terkejut, ia tidak menyangka jika Wang Chunying  selama ini cuman sebagai alat politik.


"Wang Chunying, kamu bohong kan ?" Ucap Wei dengan suara gemetar.


"bohong, tentu saja tidak. Ini memang hukum yang telah ditetapkan di kekaisaran dimana pernikahan cuman alat politik, tidak lebih" ucap Wang Chunying.


Suara Wang Chunying benar-benar menyakiti Wei. Wanita itu masih belum bisa menerima kenyataan jika Wang Chunying tidak pernah mencintainya. Selama ini ia berpikir jika Jia Li lah orang yang merebut Wang Chunying darinya. Makanya saat ingatan kehidupan  masa lalu kembali muncul Wei ingin mengulang masa lalunya dengan Wang Chunying lagi, tanpa rubah penggoda Jia Li. 


Secara kebetulan Wei bekerja di kediaman guru surgawi Shen, yang akhirnya mempertemukannya lagi dengan Wang Chunying 6 tahun lalu. Meskipun Wang Chunying selalu memakai topeng, namun dari perilaku dan bentuk fisiknya, Wei dengan cepat mengenali Wang Chunying. Maka dari itu Wei berpikir jika mereka memang dijodohkan karena kembali dipertemukan. Semenjak pertemuan itu, Wei berusaha menarik perhatian Wang Chunying, namun Wang Chunying selalu mengabaikannya. Bahkan pria itu tidak pernah menganggapnya ada. Hal ini diperparah dengan kemunculan Jia Li kembali.


 Wang Chunying semakin menjaga jarak dengan wanita lain, dan terus mengemis cinta Jia Li seakan hanya Jia Li yang ada di dunia ini. Hal itu membuat wei dikuasai cemburu, hingga memikirkan cara licik untuk mendapatkan Wang Chunying kembali.Tapi, sepertinya harapan itu harus putus.


"AAAAH…" teriak Wei saat sambutnya ditarik paksa oleh Wang Chunying. 


"sakit, tolong lepaskan" pinta Wei. 


"sakit ! Lalu bagaimana Jia Li yang kau fitnah dan di hujan dengan ribuan panah saat itu ?!" teriak Wang Chunying. Lalu Wang Chunying menarik kambut Wei hingga tubuhnya ikut keseret, pria itu lalu membanting kepala Wei kedinding hingga berdarah.


"asal kau tau, karena dirimu aku sampai salah paham dengan Jia Li. Karena dirimu


... Jia Li harus menderita hingga akhirnya meninggal. Karena kamu, aku menjadi menderita kehilangan cintaku !!!" Wang Chunying menatap Wei penuh kebencian.


Wei hanya bisa menahan rasa sakit dan menangis. Ia tidak bisa melawan Wang Chunying yang sangat kuat.


"dulu aku baik padamu. Aku membiarkan kami memiliki posisi permaisuri hingga ajal menjemputmu asalkan kamu membiarkan aku dan jia li hidup bersama. Tapi kau dengan jahatnya menyiksanya !"  geram Wang Chunying. Ia benar-benar seperti binatang buas yang terlihat sangat menyeramkan.


Wang Chunying tidak berhenti membenturkan kepala Wei ke tembok. Mungkin sebentar lagi Wei benar-benar mati dengan kepala bocor.


"lagipula alasan terbesarmu menikah denganku cuman ingin menjadi permaisuri kan, bukan karena mencintaiku. Kau sama busuk nya dengan keluargamu yang memanfaatkan kekuasaan ku untuk memperbanyak harta sendiri" hina Wang Chunying.


Mendengar hal itu Wei terkejut. Memang benar awalnya Wei menikah dengan Wang Chunying hanya karena kekuasaan, namun saat bertemu dengan Wang Chunying ia menjadi jatuh cinta. Dan cinta itu semakin tumbuh besar.