
Seorang anak laki-laki tampan berjalan ke arah balkon. Ia melihat gurunya yang sepertinya ingin pergi kesuatu tempat.
"guru Surgawi Shen,, anda ingin kemana ?" tanya seorang anak laki-laki pada pria yang dia panggil Guru Surgawi Shen.
"aku akan ke timur Liu Bei" ucap Guru Surgawi Shen itu. Tanpa menunggu balasan dari anak itu, dia langsung terbang ke langit dengan kecepatan yang luar biasa
"untuk menemui guruku" tambah Shen dalam hati.
Liu Bei hanya bisa diam saat melihat guru besarnya pergi dengan sangat cepat.
Guru Surgawi Shen selama ini menunggu kebangkitan gurunya selama ini. Alasan kenapa ia begitu menantikan kebangkutan gurunya karna gurunya adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya, tidak hanya guru dia juga sudah seperti keluarga bagi Shen, dan juga panutannya. Bagi Shen, gurunya adalah orang yang paling berharga baginya. Orang yang shan panggil guru adalah orang yang sangat berjasa dalam hidupnya, karena dialah ia bisa menjadi seperti sekarang ini. Dulu sebelum bertemu dengan gurunya, hidup Shen begitu sengsara. Shen kehilangan orang tuanya saat masih berusia 5 tahun, setelah kematian orang tuanya ia menjadi pengemis dan ia selalu diejek. Bahkan diperlakukan kasar oleh banyak orang itu bukan lah hal biasa untuknya.
Saat umur Shen 12 tahun, ia bertemu dengan seorang pria yang mau menampungnya, dan mau mengangkatnya menjadi murid. Dan waktu itu chen adalah murid pertamanya. Mulanya gurunya hanyalah orang yang tidak begitu terkenal dalam ilmu beladiri, namun lambat laun kekuatan gurunya semakin berkembang dan semakin terkenal. Dalam waktu 30 tahun, gurunya akhirnya mampu menjadi orang terkuat di dunia saat itu. Dan Shen, berdiri di samping gurunya dengan bangga. Ia bangga menjadi muridnya.
Tapi dibalik harum namanya, Shen bisa melihat kesedihan, kerinduan dan sakit hati yang mendalam. Hal itu karena gurunya patah hati, dan luka di hatinya tidak dapat disembuhkan, meskipun sudah ribuan cara dilakukan. Rindu pada sang kekasih hati itulah yang malah membuat gurunya semakin rapuh dan semakin lemah. Hingga suatu hari gurunya tiba-tiba menghilang tanpa jejak, seseorang mengatakan jika gurunya melompat ke sumur reinkarnasi. Apakah Itu berarti dia akan hidup kembali suatu hari nanti, tapi entah kapan.
"jika kau menemukan seseorang yang kau cintai, jagalah dia dengan baik. Dia tidak akan datang 2 kali" ucapan itu adalah ucapan yang paling sering gurunya ucapkan. Kalimat yang selalu Shen ingat dalam dirinya.
Setelah kepergian gurunya, Shen lah yang menggantikan posisi gurunya mengurus perguruan bela dirinya. Dan selama itu juga Shen menunggu kebangkitan gurunya. Hingga tanpa Shen sadari sudah ribuan tahun berlalu telah berlalu, tapi gurunya belum juga bangkit. Shen berharap, ia bisa bertemu dengan gurunya itu lebih cepat, setidaknya sebelum ia meninggal.
Saat Shen telah sampai dimana energi kuat itu berasal, ia terkejut. Seingatnya tempat ini adalah daerah kekaisaran timur laut, tapi... sekarang tempat ini seperti di landa bencana alam yang maha dahsyat. Rumah-rumah warga dan istana kekaisaran yang sangat megah kini telah rata dengan tanah, yang tersisa hanya beberapa puing-puing bangunan yang sudah tidak terbentuk. Tempat itu semakin terlihat menakutkan karena terdapat mayat banyak tersebar di tanah.
Shen berjalan. Mengamati kota kekaisaran yang kini telah hancur. Dari kejauhan Shen bisa mendengar suara tangisan, jeritan, dan suara orang minta tolong. Memang terdengar begitu menyedihkan, tapi hal itu tidak membuat Shen tergerak untuk menolong mereka. Dia hanya penasaran tentang pemilik energi itu, jika Shen tidak peduli dengan suara manusia minta tolong itu.
"makhluk lemah, memang pantas mati" batin Shen itu sambil tersenyum.
Langkah Shen berhenti saat pria itu kembali merasakan energi yang sangat kuat dari suatu tempat. Tak ingin menunggu lama, ia terbang dengan cepat menuju asal energi itu, saat ia sampai di sebuah taman kekaisaran, Shen melihat ada pria yang memakai baju bangsawan sedang di siksa dengan sangat sadis oleh seseorang berambut putih dengan baju yang sudah berlumuran darah.
Sosok berambut putih itu berdiri memunggungi Shen, sehingga ia tidak bisa melihat siapa sosok itu. Padahal Shen sangat penasaran dengan sosok itu dan sosok itulah alasan kenapa dia kemari. Shen berdiri tidak jauh dari mereka, dari tempatnya berdiri ia melihat sosok berambut putih itu menghisap energi dari tubuh pria bangsawan itu.Tubuh pria bangsawan itu sudah sangat kurus sampai-sampai tulangnya terlihat, dan kedua tangan dan kakinya terputus. Pria bangsawan itu seperti mayat hidup dan… terlihat sangat menyedihkan.
Saat pria bangsawan itu menyadari kehadiran Shen, ia menatap Shen, dengan penuh harap agar Shen mau menolongan. Sosok berambut putih yang melihat hal itu berbalik dan menatap Shen dengan wajah datarnya. Saat Shen melihat wajah sosok berambut putih itu, dengan cepat ia berlutut. Memberi hormat pada sosok berambut putih itu.
"guru, selamat atas kebangkitan anda" ucap Shen pada pria itu.
Melihat Shen memberi hormat pada sosok berambut putih itu, putuslah harapanku untuk ditolong. Pria itu hanya bisa berharap mati lebih cepat. Jauh di dalam hatinya, ia menyesali perbuatannya. Seandainya waktu bisa diulang, ia ingin kembali kemasa lalu dan memperbaiki semuanya. Tapi kenyataannya waktu tidak akan pernah kembali. Liu Changhai hanya bisa menyesali segala perbuatannya. Ya...pria itu adalah Liu Changhai, pangeran pertama dari kekaisaran timur laut yang lahir dari seorang selir rendahan yang bermimpi menjadi kaisar.
*
*
*
Tahun terus berganti dengan cepat, tanpa terasa sudah 6 tahun. Kini Jia Li sudah berusia 17 tahun, dia benar-benar sudah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Kulitnya yang berwarna putih susu begitu lembut, wajah yang sangat cantik, tubuhnya yang bisa dikatakan seksi. Tapi tubuh indah Jia Li bukan lah standar kecantikan di dunia ini, kebanyakan pria lebih suka wanita bertubuh kurus. Sementara Jia Li memiliki dada dan bokong yang bisa dikatakan besar, belum lagi karna model baju yang Jia Li kenakan jadi menjadi tampak lebih gemuk. Jia Li sendiri tidak peduli dengan pendapat orang lain tentang tubuhnya, hanya saja memiliki dada besar sedikit merepotkannya. Apalagi saat ia harus menutupi dadanya saat menyamar menjadi pria, itu sedikit membuatnya sesak. Ya...Jia Li cukup sering menyamar menjadi pria, apalagi saat pergi dari rumah sendirian seorang diri. Ya...itung-itung untuk melindungi diri dari pria hidung belang.
Sementara itu, bisnis Jia Li semakin berkembang. Ia bahkan sudah mewujudkan cita-citanya untuk membuka restoran, koto perhiasan, penginapan, dan pabrik kain. Toko obat Jia Li juga sudah sangat maju sekarang. Meskipun begitu, Jia Li masih belum memberitahu ayahnya mengenai usahanya, Jia Li merasa enggan memberitahu ayahnya. Sementara itu, untuk menjalankan bisnis Jia Li selalu menyamar menjadi pria yang selalu dipanggil tuan muda Li. Nama palsu Jia Li sudah cukup tenar di ibu kota kekaisaran, bahkan sampai kekaisaran tetangga karena keahliannya meracik obat dan pengobatannya. Karena keahliannya itu juga, Jia Li sering dijuluki dewa obat.
Saat ini Jia Li sedang duduk malas di pondok kecil di taman belakang rumahnya, dia hanya sendiri. Jia Li memang suka sendiri, karena hanya dengan begitu ia bisa berpikir dan bekerja. Angin bertiup lembut menerpa rambut hitamnya, udara yang begitu segar membuat Jia Li merasa nyaman, dan suara-suara alam menjadi musik yang bisa mengantarnya tidur nyenyak. Jia Li sangat ingin sekali tidur, namun ia harus menyelesaikan tulisannya. Tulisan itu mengenai manfaat dari beberapa tanaman obat yang baru saja Jia Li temukan, ia harus segera mencatatnya sebelum lupa.
"sebaiknya kamu tidur" ucap seorang pria yang muncul secara tiba-tiba.
Jia Li menatap pria itu tanpa ekspresi. Pria itu adalah guru surgawi Jilli yang selalu di eluh-eluhkan banyak orang. Karena dia orang yang sangat ahli dalam ilmu beladiri, selain itu ia juga cukup hebat dalam pengobatan dan pembuatan pil. Ia bahkan memiliki banyak murid. Hubungan Jia Li dan Jilli dimulai dari 6 tahun yang lalu saat pil obat racikan Jia Li menjadi perbincangan dan incaran penguasa dunia, termasuk Jilli. Obat buatan Jia Li yang sangat unik, langka dan sangat bagus membuat Jilli penasaran. Jiili lantas mencari tahu siapa pembuat obat itu. Bagi Jiili tidak sulit mencari tahu tentang Jia Li, mengingat ia memiliki banyak anak buah yang sangat cerdas. Semenjak mereka saling mengenal, Jilli selalu datang ke tempat Jia Li secara diam-diam, hanya sekedar mengganggu gadis itu. Jia Li sendiri merasa agak terganggu dengan kehadiran Jilli, namun seberapa keras Jia Li mengusir pria itu, itu akan percuma. Pria itu tidak akan pergia, meskipun dia pergia itu cuman sesaat. Jadi, Jia Li hanya bisa pasrah.
"kenapa kau disini leluhur Jilli" ejek Jia Li.
"jangan panggil aku seperti itu, aku bukan leluhurmu" pria itu kesal.
Alasan kenapa Jia Li memanggil pria itu leluhur adalah karena usia pria itu sangatlah tua. Usia pria itu sekitar 500 tahun, itu cukup terdengar gila di telinga Jia Li, tapi inilah kegilaan dari dunia yang ditinggalinya sekarang. Dunia dimana sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan. Alasan kenapa Jilli bisa memiliki umur yang panjang dan awet muda adalah karena ia berkualifikasi dan mengkonsumsi sesuatu yang bisa membangkitkan energi dan juga memperbaiki sel-sel di dalam tubuh yang bisa mencegah penuaan dan memiliki umur panjang. Jadi tidak heran kenapa jilli masih memiliki wajah yang sangat tampan dan masih terlihat sangat muda. Iya seperti pria berumur 20 tahun.
"kau kan memang sudah tua, sangat wajar aku panggil kau leluhur" ucap Jia Li. Meskipun wajah Jia Li di tutup cadar, namun aura kecantikan Jia Li terpancar jelas.
"pokoknya kamu tidak boleh panggil aku seperti itu !" ucap pria itu yang sedikit kesal.
"tidak ada hanya mau melihatmu ?" sebelah alis Jia Li terangkat.
"hem... Untuk apa melihat wajahku ? Apakah untuk melepas rasa rindu atau hanya ingin mengganggu ku ?" ucapan Jia Li membuat pipi pria itu memerah.
"kau ini, apakah aku tidak boleh di datang sebagai teman ?" ucap Jilli yang nampak salah tingkah. Sejujurnya ini pertama kalinya ia bersikap begitu akrab pada perempuan.
"hem... Ya boleh-boleh saja. Tapi kau tidak mesti datang tiap hari, itu sedikit mengganggu ku" ucap Jia Li jujur. Ucapan Jia Li sedikit membuat Jilli sedih, tapi Jia Li tidak peduli. Ia sangat kesal pada Jilli yang datang hampir setiap hari menemuinya, dan yang paling menyebalkan dia datang secara tiba-tiba lalu pergi pun secara tiba-tiba. Jelas pria itu seperti hantu. Selain itu, jika sampai ketahuan orang, pastinya mereka akan salah paham. Karena didunia ini pria dan wanita yang bukan suami istri tidak bisa terlalu dekat. Ini masih terlalu tabu.
Jiili bangkit dari tempat duduknya.
"kau ingin kemana ?" tanya Jilli.
"aku ingin makan siang dengan ayah ku, sebaiknya kamu pulang. " ucap Jia Li.
Setelah mengatakan itu, Jia Li pergi. Jiili menatap kepergian Jia Li dengan sedih. Pria itu ingin memaksa Jia Li, namun tidak berani.
"ada apa dengan ku ?" ucap Jilli yang merasa bingung dengan dirinya sendiri sambil menyentuh dadanya. Entah kenapa setelah kepergian Jia Li, hatinya terasa kosong.
**
Jia Li berjalan dengan sangat anggun ke ruangan belajar ayahnya. Namun saat di sana, ruangan itu kosong. Saat Jia Li bertanya dengan pelayan, ia berkata jika ayahnya sedang berada di ruang penerimaan tamu. Jia Li lantas pergi ke sana untuk menemui ayahnya.
Setelah sampai di ruangan penerimaan tamu, Jia Li melihat ayahnya sedang berbicara dengan beberapa pria yang sangat Jia Li kenal. Mereka adalah para menteri, dan diantara mereka ada pria tampan yang begitu menyebalkan. Dia adalah pangeran ke 4. Ya...setelah pertemuannya dengan pangeran ke 4 di rumah bordil 6 tahun yang lalu, pria itu selalu datang ke tempatnya. Jia Li sangat ingin mengusirnya, namun mengingat statusnya ia harus menahan diri, apalagi jika di depan ayah atau para bangsawan. Jia Li harus menahan emosinya, kalau tidak nama ayahnya pasti menjadi jelek.
"susah sekali hidup di dunia ini, aku harus selalu bersikap manis dan menahan emosiku. Jika ini di dunia ku sebelumnya, aku pasti sudah menghajar pria itu !" batin Jia Li. Gadis itu terlihat sangat kesal.
Melihat kedatangan Jia Li, Tong Mu tersenyum kecil. Wajah Tong Mu yang terlihat datar tanpa ekspresi tiba-tiba tersenyum lebar melihat Jia Li.
"hormat pada para bangsawan dan pangeran ke 4" ucap Jia Li sambil membungkukan tubuhnya.
"Jia Li, ada apa nak ?" tanya Tong Mu yang begitu lembut. Sikap Tong Mu yang begitu lembut pada putrinya bukan lagi rahasia umum, semua orang di ibu kota bahkan tahu jelas jika Tong Mu sangat menyayangi putrinya.
"tidak apa-apa ayah. Saya pikir ayah sendiri, saya tidak tahu kalau ayah ada kamu. Kalau begitu sebaiknya saya permisi dulu" ucap Jia Li sopan.
Saat Jia Li hendak pergi. Tong mu menahan Jia Li.
"bisakah kamu menemani pangeran ke 4 berkeliling sebentar nak" Tong Mu merasa kasihan pada pangeran ke 4 yang selalu diabaikan putrinya. Setiap kali mereka bertemu, putrinya pasti menghindari pangeran ke 4, setiap kali pangeran ke 4 mengajaknya jalan Jia Li pasti menolak dengan seribu alasan. Jia Li baru mau bersamanya jika ibu suri tua, ibu suri, kaisar, atau Tong Mu yang memintanya. Jika tidak, jangan harap Jia Li mau dekat dengan pangeran ke 4.
"baiklah" jawab Jia Li pasrah. Ia tidak mau membuat ayahnya malu.
Mendengar hal itu pangeran ke 4 itu tersenyum lebar. Hatinya merasa sangat senang dan jantungnya berdebar lebih cepat. Perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Jia Li dan Zhang Xuemei berkeliling rumah tong mu. Mereka berjalan berdua tanpa ada yang mengganggu. Semua yang melihat mereka lebih memilih menjauhi, mereka takut mengganggu. Sebagian lain berdoa semoga Jia Li dan Zhang Xuemei dapat bersama.
"aku baru tau taman di kediaman calon ayah mertua begitu indah" Jia Li menatap Zhang Xuemei jengkel. Ia tidak suka pria itu memanggil ayahnya seperti itu.
"bukannya ini bukan pertama kali pangeran berkeliling rumah saya. Seharusnya anda sudah hafal dengan tempat ini " ucap Jia Li. Jia Li nampak kesal, namun di mata Zhang Xuemei, Jia Li nampak sangat imut.
"iya memang, tapi entah kenapa setiap kali aku datang terasa berbeda. Hem...apa karna ada kamu ?" goda Zhang Xuemei.
Jia Li memutarkan matanya. Ia merasa jengkel dengan pria mata keranjang itu.
"huh...berhenti berbicara aneh pangeran" ucap Jia Li kesal.
Melihat hal itu, Zhang Xuemei tersenyum kecil. Jia Li bukan tipe wanita yang mempan dirayu, jika wanita lain mungkin mereka sudah terbang ke langit ke 7. Mungkin itulah yang membuat Zhang Xuemei menyukai Jia Li. Dia berbeda dari yang lain.
_______
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊.