
Acara festival tahun baru semakin dekat dan tamu-tamu dari kekaisaran tetangga sudah berdatangan. Ibu kita kekaisaran semakin padat dan semakin nampak meriah. Selain itu ibu kita kekaisaran semakin terlihat hidup baik siang maupun malam dengan banyak lampu-lampu hias, musik, dan para pedagang yang menjual banyak barang-barang menarik. Jalan menjadi sangat padat.
Sementara di istana kekaisaran sendiri, mulai sibuk dengan pesta-pesta atau pertemuan kecil dengan para bangsawan lainnya. Seperti hari ini, Jia Li terpaksa sering datang ke istana karena akan diadakan pesta penyambutan untuk para tamu terhormat.
Jia Li duduk disamping pangeran ke 4 dengan hati yang buruk. Pasalnya pria itu tidak berhenti bicara dan menggodanya. Benar-benar menyebalkan.
" pangeran Zhang Xuemei , bisakah anda menjaga sikap anda saat ini" ucap Jia Li. Ia berusaha menahan amarahnya saat ini. Ya...semenjak tinggal di dunia ini Jia Li lebih banyak sabar.
"tidak sayang ku Jia Li. Hanya di situasi inilah aku bisa begitu dekat dengan mu, jujur aku tidak akan menyia-nyiakannya" ucap Zhang Xuemei manja.
Jia Li memutarkan bola matanya. Ia benar-benar kesal. Ingin sekali rasanya ia memukul kepala Zhang Xuemei ke tembok hingga berdarah.
Tong mu, kaisar, ibu suri, dan ibu suri tua yang melihat kedekatan mereka begitu bahagia. Mereka berpikir jika keputusan mereka sudah benar menjodohkan Jia Li dengan Zhang Xuemei , buktinya sekarang pria itu tidak lagi bersenang-senang dengan para ******. Ia disibukkan dengan mengejar cinta Jia Li, mulai mempelajari tentang politik dan bisnis. Tapi sikap Zhang Xuemei yang begitu perhatian pada Jia Li membuat banyak perempuan yang memujanya menjadi cemburu. Setiap kali mereka melihat Jia Li dan Zhang Xuemei bersama, mereka pasti terus menatap mereka. Mereka selalu menatap Jia Li penuh cemburu dan rasa iri. Sementara Jia Li sendiri tidak terganggu sama sekali, dia mengabaikan mereka. Paling jika itu terdengar Zhang Xuemei, kaisar, ibu suri, ibu suri tua, dan tong mu siap-siap saja lidah mereka akan dipotong.
Perhatian Jia Li teralihkan saat ia melihat sosok yang sangat ia kenal. Pria itu adalah Wang Xuemin dan lian. Wang Xuemin tidak berubah, ia masih tampan tapi...entah kenapa wajahnya terlihat lebih dingin. Seolah menyimpan rasa sakit. Sementara lian, pria itu terlihat jauh berbeda. Sosoknya yang nampak ceria dan penuh semangat di mata Jia Li dulu, sekarang tidak terlihat lagi. Pria itu terlihat sangat menyeramkan dengan aura membunuh di sekelilingnya, membuat siapa saya merinding. Ingin rasanya Jia Li menegur mereka, namun ia harus menahan diri. Ia harus menunggu waktu yang tepat untuk mengobrol dengan mereka.
"apa yang kamu lihat ?" tanya Zhang Xuemei penasaran. Ia tidak suka Jia Li mengacuhkannya.
"bukan apa-apa pangeran" ucap Jia Li malas. Jujur saja Jia Li ingin sekali kabur dari Zhang Xuemei, namun itu tidak mudah. Pria itu seperti permen karet sisa yang sangat menjijikkan, tahukan betapa sulitnya menyingkirkan permen karet itu jia menempel pada sesuatu benda.
Acara pesta penyambutan berlangsung cukup lama. Karena merasa lelah, Jia Li pergi dengan alasan ingin ke kamar mandi. Ya...meski pesta berlangsung dengan meriah dan megah, tapi bagi Jia Li ini bosan sangat membosankan.
Saat ini Jia Li berada di salah satu taman kekaisaran.
"hah.." desah Jia Li.
Ia merasa lega setelah kabur dari pangeran ke 4 dan juga pesta yang sangat membosankan itu. Jika membicarakan pesta Jia Li jadi rindu dengan suasana pesta gilanya bersama teman-temannya di kehidupannya dulu. Tempat dimana siapa saja bisa bersenang-senang tanpa perlu memikirkan kasta dan peraturan yang sangat mengikat. Mereka besar bergaul dengan siapa saja baik miskin, kaya, tua, muda yang penting hidupmu menenyangkan.
"kau wanita buruk rupa" ucap seseirang di belakang Jia Li.
Mendengar suara itu Jia Li menatap asal suara itu. 3 gadis berdiri di belakangnya. Jia Li yang melihat itu bisa menebak jika mereka mungkin salah satu putri bagsawan yang iri padanya.
"apakah kamu Jia Li, tunangan pangeran ke 4 " tanya salah satu gadis.
"bukan urusan mu" Jia Li hendak pergi, namun tangannya ditahan oleh salah satu gadis itu.
"mau kemana kau !" ucap salah satu gadis.
"mau kemanapun aku, bukan urusan mu. Lagipula kau itu siapa, beraninya denganku" wajah Jia Li datar dan ina menatap 3 gadis itu dengan tajam.
"aku putri pedada menteri. Apa kau tau ayahku sangat berkuasa !" ucap gadis itu sombong.
"aku putri bangsawan yu"
Jia Li hanya diam.
"kau sebaiknya membatalkan pertunangan mu dengan pangeran ke 4. Kau gadis yang sangat jelek dan sangat bodoh, jangan bermimpi ingin jadi istri pangeran ke 4 !!" ucap putri perdana menteri itu
"ya... Kau itu benar-benar tidak pantas. Bahkan untuk jadi pelayan pangeran ke 4 kau masih tidak pantas" ucap putri bangsawan mo.
"menjijikan" ucap putri bangsawan mo.
"kau dengar tidak....ah...aku tau...diakan begitu bodoh, jadi dia mana mungkin mengerti !" ucap putri perdana menteri.
Jia Li yang mendengar hal itu mulai panas. Namun ia mencoba sabar. Jia Li lebih memilih pergi, namun gagal karena putri pedada mentri menarik lengan Jia Li hingga terjatuh.
Melihat Jia Li terjatuh 3 gadis itu tertawa.
"ah...kesabaran ku sudah habis" geram Jia Li. Ia bangkit kemudian langsung menendang putri pedada menteri itu hingga terjatuh.
"aaaahh. ." teriaknya.
"kau..." belum selesai putri bangsawan mo itu bicara Jia Li sudah membantingnya terlebih dahulu. Putri bangsawan yu ingin kabur, namun dengan gerakan cepat Jia Li melempar batu yang berukuran sedang hingga membuat putri bangsawan yu itu pingsan.
"kau....berani melakukan ini padaku...." geram putri pedada menteri sambil menunjuk Jia Li.
Jia Li mendekati putri perdana menteri itu cepat, ia menindih tubuhnya dan menarik rambutnya hingga kepalanya tertarik ke belakang. Putri perdana menteri itu berteriak kesakitan. Jia Li tidak masalah dengan teriakan gadis itu karena ia yakin tidak akan ada yang mendengarkan karena semua orang sibuk di tempat perjamuan. Dan jarak taman ini dan tempat perjamuan cukup jauh.
"apa kau tidak mengenal siapa ayah ku hem... biar ku beritahu, nama ayahku Tong Mu. Orang yang tidak hanya terkenal sangat kaya tapi juga terkenal akan perilaku sadisnya. Bahkan kaisar saja harus berhati-hati dengan ayahku. Dan akan kuberi tau hal lainnya, aku Jia Li adalah gadis yang paling di sayang ibu suri tua, ibu suri, kaisar, bahkan pangeran ke 4 mengejar cintaku. Tapi ... kau berani denganku ? Hanya putri perdana menteri biasa, tapi yang berani menindas dan mengancam ku ?" suara Jia Li penuh penekanan.
Mereka jelas tau, tapi mereka pura-pura tidak tahu. Mungkin mereka berpikir jika Jia Li gadis lugu yang mudah ditindas. Padahal kenyataannya, Jia Li adalah wanita yang suka memberontak di kehidupan sebelumnya, ia tidak segan-segan menghancurkan siapa saja yang mencoba menyakitinya, Jia Li berani melakukan itu karena ayahnya orang yang sangat kaya dan berkuasa.
Dari jarak yang begitu dekat, putri perdana menteri itu bisa melihat dengan samar wajah cantik Jia Li yang ditutup cadar terawang warna biru gelap. Di balik cadar itu putri perdana menteri juga bisa melihat senyum Jia Li, senyum yang menyeramkan. Ia semakin ketakutan saat melihat sorot mata tajam Jia Li. Tubuhnya terasa gemetar dan mulai lemas.
"aku mau tau jadinya jika aku melaporkan kejadian ini pada mereka...ah...aku yakin nasibmu akan sangat menyedihkan !!! " ucap Jia Li penuh penekanan.
"tidak...tidak, aku mohon maaf. ..aku...aku tidak akan mengulangi ini lagi" ucap putri perdana menteri gemetar sambil mengeluarkan air mata.
"ck..ck tidak semudah itu nona. " Jia Li menarik rambut Puteri perdana menteri itu lagi dengan keras lalu memukul wajahnya hingga lebam. Sama halnya dengan 2 gadis lain, Jia Li memukul wajah mereka hingga lebam sebagai peringatan untuk mereka.
Jika mereka ingin mengadu, maka mengadu lah. Lagi pula orang tua mereka tidak akan berani melawan tong mu dan kasar. Kecuali jika mereka ingin cepat mati.
_____
Terima kasih sudah baca novel ini. Jangan lupa like ya agar aku makin semangat nulisnya, comment (kritik dan saran ya), agar penulisan ku kedepannya bisa lebih bagus lagi dan aku jadi semangat nulis. 😊.