Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
S2. TAMAT



Black menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Sonya sudah melepaskan seluruh celananya. Sebagai pria normal tentu saja dadanya berdebar-debar tidak karuan saat melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Dan sesuatu di bawah sana menjadi terbangun karena ulah Sonya.


“Sonya! Jangan mendekatiku!” Black memundurkan langkahnya saat Sonya mendekatinya dengan setengah naked.


“Aduh! Antarkan aku ke kamar mandi! Aku sudah tidak tahan!” Sonya berbicara sambil berjalan sempoyongan, kini ia sudah berada di hadapan Black. “Aku sudah tidak tahan!” rengek Sonya lalu meletakkan kepalanya yang terasa berat di bahu Black.


Jangkun Black naik turun tidak beraturan, sambil melirik Sonya dengan perasaan tidak karuan. Dengan terpaksa, ia membawa Sonya kamar mandi yang tidak jauh dari dapur.


“Masuklah,” ucap Black kepada Sonya, ketika mereka sudah sampai di depan kamar mandi.


“Aku tidak mau! Takut, hih,” ucap Sonya.


“Ck! Sonya!” Black sudah mulai kesal dengan tingkah Sonya yang sedang mabuk.


“Di dalam sana ada hantu ... hi hi hi ... aku takut, ayo temani ...,” rengek Sonya sambil menduselan wajahnya di dada bidang Black. Tingjah Sonya yang seperti itu, membuat Black semakin tidak terkendali.


“Ayo, aku temani.” Black dengan sabar menuntun Sonya ke dalam kamar mandi, lalu mendudukkan gadis yang sedang mabuk itu di atas kloset kamar mandi. “Sekarang kau bisa baung air kecil,” ucap Black kepada Sonya yang terlihat mendongak dengan kedua mata yang setengah terpejam sambil memonyongkan bibirnya.


Black menggelengkan kepala saat melihat bibir Sonya yang begitu menggoda, lalu segera menekan pembuangan air di dekat Closet, setelah di rasa Sonya sudah selesai buang air kecil.


“Sonya sudah selesai.” Black bersabar menghadapi Sonya yang sedang kehilangan kewarasannya.


“Hemm.” Sonya hanya berdehem pelan menanggapinya, lalu ia segera berdiri namun ia hampir saja kehilangan keseimbangan dan akan terjatuh ke lantai, beruntungnya Black dengan sigap menarik gadis itu dengan cepat.


“Hi hi hi, lagi-lagi kau menjadi dewa penolongku. Terima kasih Black,” ucap Sonya sambil tertawa cekikikan.


Black hanya bisa menghela nafas lalu menuntun Sonya keluar dari kamar mandi.


“Kau tahu Black, sejak saat pertama kali aku sudah mengagumimu.”


“Benarkah?” tanya Black, dan Sonya menganggukkan kepala sambil tertawa.


Kini Sonya sudah duduk di ruang makan. Black mengambil celana Sonya, dia akan membantu gadis itu memakai celana lagi. Tentu saja hal tersebut penuh tantangan, karena ia harus melihat milik Sonya, semoga saja imannya kuat.


“Iya, kau adalah dewa penolongku. Kau masih ingat pertemuan kita di gedung putih? Di sana aku pertama kali menginjakkan kakiku di Italia. Kau tahu Black kenapa aku berada di sana?”


Black menghentikan kegiatannya, dia menatap wajah Sonya dengan dalam. Sebenarnya dia ingin tahu tentang hal itu, akan tetapi Black tahu diri dan tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain.


“Katakan, kenapa kau berada di sana?” tanya Black, semakin penasaran.


“Ini adalah nasib burukku. Ayahku dan ibu tiriku membawaku ke Negara ini dengan alasan aku akan mendapatkan perkerjaan, tapi ternyata aku di jual kepada seorang mucikari .... hiks ... hiks ...” Sonya terisak saat menceritakan itu semua.


Tapi beberapa detik kemudian, Sonya kembali tertawa lalu mendongak menatap Black. “Untung kau datang tepat waktu dan menyelamatkanku,” lanjut Sonya sambil tersenyum menatap Black.


Black tertegun ketika mendengar kisah pahit Sonya. Dia menatap wajah Sonya dengan lembut, lalu salah satu tangannya terangkat untuk mengelus pipi putih dan mulus itu.


“Kau begitu menderita. Bagaimana bisa orang tuamu mempunyai hati iblis seperti itu.” Black menjadi ikut sedih saat melihat Sonya meneteskan air mata.


“Terima kasih, jika dulu kau tidak menolongku, mungkin aku tidak akan bertemu dengan keluarga William yang begitu baik. Dan aku ingin membalas semua jasamu.” Sonya menyipitkan pandangannya karena kepalanya semakin terasa berat.


“Jangan di bahas lagi masalah itu. Aku tulus menolongmu,” jawab Black, lalu melanjutkan aktifitasnya untuk memakaikan celana pada kedua kaki Sonya.


Namun gerakan Black itu terhenti saat Sonya menahan kedua tangannya. “Black, aku menyukaimu,” bisik Sonya.


“Aku ingin menyerahkan hidup ini kepadamu, sebagai balasan atas semua jasamu,” lanjut Sonya masih berbisik.


Black memejamkan kedua matanya sesaat, lalu menatap Sonya. “Sonya, kau sedang mabuk. Jangan asal bicara,” ucap Black.


Sonya tertawa cekikikan lalu menangis lagi tidak jelas, kemudian ia menarik tengkuk Black dan mencium bibir Black yang tebal itu.


Black terkejut dengan tindakan Sonya, dia berusaha untuk melepaskan ciuman itu akan tetapi Sonya semakin memperdalam ciuman tersebut. Sebagai seorang pria, Black tentu saja menjadi terangsang, dadanya berbebar tidak karuan, dan sekujur tubuhnya berdesir hebat.


“Sonya ...” ucap Black di sela ciuman tersebut.


“Black, apakah kau menyukaiku?” tanya Sonya.


“Lebih dari itu,” jawab Black.


Sonya melepaskan ciuman tersebut lalu menatap Black dengan pandangannya yang kabur.


“Black--”


Cup


Black mencium bibir Sonya lagi, dia tidak membiarkan Sonya untuk mengeluarkan suara. “Kau ingin melakukannya denganku?” tanya Black dengan deru nafas yang sudah memburu karena dia sudah di kuasai gairah.


“Iya,” jawab Sonya.


Black tersenyum lalu dengan gerakan cepat, ia mengangkat tubuh Sonya dan membawa gadis itu menuju kamarnya.


***


Black merebahkan Sonya di atas tempat tidurnya dengan perlahan dan tanpa melepaskan ciumannya. Salah satu tangannya ia jadikan tumpuan dan tangan yang lainnya ia gunakan untuk melepaskan celana panjangnya.


Dia sudah tidak tahan lagi, kemudian ia mengarahkan senjatanya ke arah lembah Sonya yang sudah tidak berpenghalang sama sekali.


“Sakit!!!” Sonya merintih sakit sambil mencengkeram bahu Black dengan kuat.


Black menghentikan gerakannya, lalu menatap wajah cantik Sonya. “Apakah ini pertama kalinya untukmu?” tanya Black.


Sonya mengangguk sebagai jawaban.


“Aku akan melakukannya dengan perlahan,” ucap Black, lalu ia segera melepaskan pakaian mereka berdua.


Saat ini mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang. Tubuh Sonya yang sintal, ****, putih dan mulus membuat Black semakin bergairah.


Tapi, dia harus bersabar, mengingat ini adalah pengalaman pertama Sonya. Jadi, dia harus melakukan pemanasan lebih dulu agar membuat Sonya merasa rileks.


Sonya terus melenguh dan mendesaah ketika seluruh tubuhnya di sentuh oleh Black. Puas melakukan pemanasan, akhirnya Black memosisikan dirinya. Dia memegang senjatanya yang sebesar pegerlangan tangan orang dewasa menuju lembah Sonya yang sudah basah itu.


“Aw!! Sakit!” Sonya menjerit kesakitan saat merasakan benda tumpul berusaha memasuki inti tubuhnya.


“Tahan ... sakitnya hanya sebentar.” Black berusaha untuk melakukan sebaik mungkin, agar Sonya tidak kesakitan. Setelah beberapa menit berjuang membobol pertahanan Sonya, akhirnya dia berhasil, senjatanya sudah masuk sempurna meski tidak sepenuhnya.


“Oh yeah!” Black mengerang dan menggertakkan giginya saat merasakan kenikmatan yang tiada terkira. “Kau sungguh luar biasa, Sonya!” Black dengan perlahan mulai bergerak maju mundur.


Awalnya Sonya kesakitan, tapi lama kelamaan dia mulai menikmati permainan panas itu.


Percintaan panas itu pun segera di mulai, hingga mereka mencapai pelepasan bersama. Black menyemburkan benihnya ke dalam rahim gadis yang sudah sepenuhnya menjadi miliknya itu.


*


*


*


Sonya terlelap ketika mereka sudah selesai melakukan penyatuan. Black tersenyum sambil menatap Sonya yang berada di pelukannya. Dia tidak ingin semua ini berakhir begitu saja, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Dom untuk memperpanjang cuti mereka berdua.


“Kau melakukannya dengan Sonya, Black?!” tebak Dom dari ujung telepon.


“Maaf, kami tidak bisa menahannya lagi,” jawab Black sambil tertawa pelan.


“Sudah kuduga, kalau kalian selama ini saling mengagumi! Tapi, kau harus menikahinya, jangan mempermainkannya!” Dom mengingatkan Black.


“Iya, aku akan segera menikahinya,” jawab Black tertawa senang.


“Kau mendapatkan jackpot besar? Bagaimana rasanya?” gurau Dom.


“Sungguh menakjubkan!” jawab Black.


“Setelah ini kau akan menjadi seorang budak cinta! Rasakan itu Black!” Dom tertawa pelan, kemudian ia segera menutup panggilan telepon itu.


“Tidak masalah kalau menjadi budak cinta.” Black bergumam sambil meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian ia menatap Sonya yang menggeliat dalam tidurnya, dan tidak berselang lama gadis itu mengerjab dan membuka kedua matanya.


Sonya memegang kepalanya yang terasa sakit, bukan hanya itu saja yang di rasakannya akan tetapi tubuhnya juga terasa remuk, dan bagian sensitifnya terasa perih.


“Kau sudah bangun?” tanya Black.


Sonya terkejut kemudian ia menoleh ke arah Black yang sedang memeluknya.


“Black!” Sonya memekik tertahan sambil sedikit menjauhkan diri dari sisi pria itu.


“Kenapa? Kau tidak ingat kejadian beberapa saat yang lalu?” tanya Black.


Sonya menyipitkan kedua matanya sambil meringis, kemudian ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Sonya memejamkan kedua matanya dengan erat sambil merutuki dirinya di dalam hati.


“Maaf, aku sudah menggodamu ya?” tanya Sonya.


“Tidak sama sekali, kita melakukannya atas dasar saling suka,” jawab Black tersenyum lalu menarik Sonya ke dalam pelukannya lagi.


“Black, apa maksudmu?” tanya Sonya dengan kening yang berkerut.


“Jangan banyak tanya, setelah ini kita menikah!” Black berkata lalu mencium bibir Sonya dengan sangat rakus.


“Black, masih sakit, jangan dulu.” Sonya menahan tangan Black saat akan menyentuh area sensitifnya.


“Maaf, punyaku sudah melukai milikmu.” Black menatap wajah cantik Sonya.


Sonya tersenyum malu. “Jadi benar kau akan menikahiku?”


“Iya, bukankah kita saling menyukai dan mencintai?” jawab Black.


“Benarkah? Kau mencintaiku?” Sonya tidak percaya dengan ucapan Black yang baru saja dia dengar.


“Astaga! Mau berapa kali pun kau bertanya, jawabannya akan tetap sama. Aku mencintaimu!” Black menjadi gemas dengan Sonya.


“He he he, aku juga mencintaimu, Black.” Sonya berkata sambil mencium bibir tebal Black.


“Terima kasih, Sonya,” jawab Black lalu membalas ciuman Sonya dengan lembut diiringi dengan ungkapan kata cinta yang tiada henti terucap dari bibir Black.


...TAMAT


...


Akhirnya udah tamat aja, kisah Black dan Sonya memang sedikit. 😁🙏


Aku ucapkan banyak terima kasih untuk pembaca setiaku, yang udah mengawal kisah ini dari awal sampai akhir.


Semoga kalian sehat selalu dan di limpahkan banyak rezeki, aminn.


See You ... di karya aku yang lainnya ❤😘