
Beberapa hari kemudian. Emily dan Arra menjalani kuliah daring atas perintah Dante. Awalnya mereka merasa keberatan, akan tetapi setelah tahu jika semua ini demi kebaikan mereka semua, mereka berdua menerima.
"Lily, kamu bosan tidak?" tanya Arra kepada Emily. Mereka baru saja mengerjakan tugas mereka yang di berikan oleh dosen.
"Sangat, sangat bosan!" jawab Emily sambil menelungkupkan wajahnya di atas meja.
"Bagaimana jika kita keluar, shoping or ke Kafetaria?" Arra memberikan saran.
"No! Kita harus menaati peraturan yang di berikan oleh Daddy," tolak Emily dengan tegas, selain itu dirinya juga tidak berani membantah suaminya.
"Ayolah, Lily!" Arra mulai memprovokasi.
"Sekali tidak ya tidak!" tolak Emily seraya beranjak dari duduknya, keluar dari ruang belajar mereka yang letaknya ada di lantai bawah.
Arra menatap Emily yang sudah keluar dari ruangan tersebut. Dia menjadi punya ide. "Aku sudah seperti tawanan saja! Aku harus bisa keluar dari sini untuk mencari udara segar. Sepertinya ke Kafe sambil melihat pria bule akan sangat menyenangkan," gumam Arra.
Arra berjalan menuju kamarnya, mengambil ponsel dan juga dompetnya. Setelah itu ia segera keluar dari mansion itu dan mencari keberadaan Black.
"Black!" seru Arra kepada pria berkepala plontos dan berkulit gelap.
Black yang sedang berjaga di dekat pintu gerbang menoleh lalu menghampiri Arra.
"Ada apa?" tanya Black ketika sudah berada di depan Arra.
"Black aku merasa bosan di rumah. Aku boleh keluar tidak?" tanya Arra sembari mendekati Black lalu memeluk lengan kekar pria itu.
Black menjadi ketar-ketir dan menahan nafasnya saat Arra memeluknya seperti itu.
"Boleh tidak?" Arra mengelus dada bidang Black dengan gerakan sensual kemudian menatap Black seraya mengerlingkan sebelah matanya.
"Bo-boleh," jawab Black terbata, ia merasa gugup saat di sentuh Arra seperti itu.
"Aaa! Terima kasih, Black. Hari ini kamu terlihat sangat tampan sekali dengan pakaian serba hitam ini." Arra menarik sedikit baju Black dengan gaya centilnya.
"Be-benarkah?" Black tersenyum bahagia seolah ada ribuan kelopak bunga berterbaran di atas kepala.
Black menuruti Arra sembari mengusap jambangnya dengan penuh percaya diri.
Beberapa bodyguard lainnya telah memberikan kode kepada Black agar tidak menuruti Arra, akan tetapi pria berkepala plontos itu sudah terlanjur berbunga karena terkena ajian semar mesem Arra.
"Terima kasih, Black. Muacchhh ...bye." Arra melayangkan kiss bye kepada Black ketika ia sudah keluar dari area mansion itu.
Black tersenyum seraya menyentuh dadanya dengan tangan kanannya.
Arra segera berlari secepat mungkin saat bodyguard lainnya mengejarnya.
"Black! Kita semua akan terkena masalah!" teriak bodyguard lainnya geram pada Black.
Black tersadar lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia pun segera ikut mengejar Arra.
***
"Aku tidak boleh tertangkap!!" Arra lari secepat mungkin kemudian ada mobil mewah berhenti di dekatnya.
"Taxi Nona?" tanya pria yang memakai topi dan kaca mata.
"Iya!!" jawab Arra tanpa pikir panjang, ia segera membuka pintu belakang mobil tersebut dan duduk di sana, tanpa memperhatikan jika di sampingnya ada seorang pria yang tengah menatapnya.
"Cepat jalankan mobilnya!" seru Arra sambil menoleh ke belakang, ia melihat Black dan yang lainnya mengejarnya.
"Kita bertemu lagi, Sayang!" Suara bariton itu membuat Arra membeku seketika. Arra menoleh ke kiri dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat pria yang sangat ia hindari ada di sampingnya.
"What the F*ck!"
***
Kapokkmu kapan Arra🤣🤣
Keluarkan Vote-nya bestie udah hari senin loh 🙏