Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ektra Part 12



Black mengikuti temannya menuju Gedung Putih yang tidak jauh dari pusat Kota. Kedua pria itu memasuki gedung tersebut yang dijaga oleh dua security berbadan besar. Black dan temannya disuruh menunjukkan kartu identitas. Setelah pemeriksaan selesai kedua pria itu baru diperbolehkan masuk ke dalam gedung tersebut.


"Wow!!" Black terkejut ketika sudah di dalam gedung itu. Ternyata itu bukan gedung sembarang gedung, melainkan sebuah tempat ilegal yang di gunakan untuk menjajakan pijat plus-plus.


Banyak gadis-gadis cantik di sana hanya berpakaian minim. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang hanya memakai cilini dilim dan kaca mata busa.


"Kau sering datang ke tempat ini?" tanya Black kepada temannya.


"Hanya saat gajian saja," jawab temannya itu sambil terkekeh. "Jika Dante tahu maka kepala kita akan dipenggal olehnya." lanjutnya sembari menepuk pundak Black saat melihat seorang gadis cantik yang menurutnya baru di sana.


"Tapi, kau malah melanggar peraturannya, dan sekarang malah mengajakku ke sini." Black berdecih sebal pada temannya itu.


"Karena yang dilanggar itu yang enak!"


"Aku tidak mau. Aku tidak yakin jika mereka aman." Black mengurungkan niatnya, takut terkena penyakit menular. Dia ingin pergi dari sana, akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan seorang gadis yang keluar dari sebuah kamar.


"Kau harus mau, Sexy. Aku sudah membayarmu mahal!" Pria hidung belang itu menarik kembali gadis itu ke dalam kamar. Akan tetapi gadis itu tidak mau, dan berteriak meminta tolong, tapi semua orang di sana tidak ada yang peduli dengannya.


Black mengedarkan pandangannya. Temannya sudah masuk ke dalam kamar lainnya, di temani dua wanita. Lalu pandangannya kembali beralih pada gadis yang berteriak meminta tolong.


"Dia gadis baru di sini. Dan ini adalah pengalaman pertamanya. Anda, tertarik dengannya, Tuan?" tanya seorang wanita sexy berambut pirang yang tiba-tiba ada di sampingnya.


"Apakah aku bisa mendapatkannya?" tanya Black. Dia tidak ada maksud lain, hanya ingin menolong gadis yang di seret ke dalam kamar itu oleh pria hidung belang.


"Tentu, asal Anda membayarnya," jawab wanita itu dengan gaya sensual.


"Berapa?" tanya Black seraya menepis tangan wanita itu yang sedang meraba dadanya.


"Deal!" ucap Black tanpa pikir panjang.


"Oke, Anda akan segera mendapatkannya." Wanita tersebut menjentikkan tangan kirinya, tidak berselang lama ada seorang pria berbadan besar menghampirinya. "Berikan gadis yang ada di kamar itu kepada Tuan tampan ini." Ucapnya seraya menunjuk Black.


"Baik, Madam." Pria tersebut patuh lalu segera masuk ke dalam kamar di mana gadis malang itu masih menjerit meminta tolong.


"Hei! Kenapa kau membawanya keluar!!! Aku sudah membayarnya mahal!!" teriak pria hidung belang tidak terima karena santapan makan malamnya di bawa keluar oleh bodyguard yang ada di sana.


"Tuan tampan ini membayarnya 5 kali lipat!!!" ucap Wanita yang di panggil 'Madam' itu.


"Tapi—"


"Sttt! Aku akan menggantinya dengan dua gadis, bagaimana?" ucap Madam kepada pria hidung belang itu. Tentu saja pria itu langsung mau.


"Sonya! Sekarang kau layani Tuan tampan ini!" ucapnya kepada gadis yang terlihat ketakutan itu.


"Aku ingin membawanya ke tempat istimewa. Bukankah aku sudah membelinya dengan harga mahal," ucap Black kepada Madam.


"No! Anda hanya membayar jasanya saja, Tuan. Jika Anda ingin membelinya, Anda harus membayar dua kali lipat lagi," jawab Madam sambil tersenyum manis.


Black mengumpat lalu mengeluarkan dompetnya, dan memberikan kartu debitnya kepada Madam.


"Anda sangat royal sekali. Dan sekarang gadis ini adalah milik, Anda." Madam menarik gadis yang bernama—Sonya—mendekatkannya pada Black.