Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Terlalu meremehkan



"Tuan, di rumah ada penyusup dan membawa kabur Nona Arra," ucap pria berjas hitam itu kepada Carlos yang duduk di jok belakang dengan penuh wibawa.


"Putar arah!!" tegas Carlos dengan suara yang terdengar menakutkan.


"Tapi Tuan, pagi ini Anda harus menemui klien penting. Lagi pula gadis itu bukankah tidak terlalu penting untuk Anda?" ucap pria tersebut yang duduk di balik kemudi.


"Tutup mulutmu!!" sentak Carlos dengan kuat, seraya mengeluarkan senjata apinya dan menodongkannya ke kepala bagian belakang pria tersebut. Entah kenapa ia merasa tidak suka dengan ucapan asistennya itu. Dan ia juga merasa tidak rela jika 'Sayang' pergi dari rumahnya.


"Ba-baik Tuan?" pria tersebut menelan ludahnya dengan kasar, lalu memutar setir mobilnya membuat pengendara yang ada di belakangnya membunyikan klakson dengan keras dan mengumpat kesal.


Mobil yang di tumpangi Carlos melaju dengan kecepatan penuh, membelah jalanan Kota New York yang ramai lancar pada siang hari itu.


***


Arra merinding ketika para bodyguard di rumah tersebut sudah tidak bernyawa, tetesan darah hampir terlihat di lantai yang berwarna putih itu.


"Opa!" Arra menggigil ketakutan di bawah meja makan, baru saja ia melihat pertarungan antara Anak buah Dante dan juga para bodyguard Carlos di depan matanya.


"Arra, kamu tidak apa-apa?" Dante segera menarik Arra dari bawah meja lalu memeluknya dengan erat.


"Ya, aku baik-baik saja, tapi aku syok." Kedua mata Arra berkaca-kaca dan sekujur tubuhnya terasa dingin.


"Kita harus secepatnya pergi dari sini!" Dante segera menarik Arra keluar dari rumah tersebut. Begitu pula para anak buahnya mengikutinya dari belakang.


"Black! Semua selamat? Apakah ada yang terluka?" tanya Dante ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Semua selamat, ada beberapa yang terkena luka tembak," jawab Black lalu menghidupkan mesin mobilnya, dan segera menekan pedal gas mobil tersebut dengan kecepatan penuh. Mereka segera menuju Bandara untuk kembali ke Milan.


"Uncle Black, apakah kita tidak ke rumah sakit dulu? Kasihan yang tertembak," ucap Arra sambil menoleh ke arah mobil yang mengikuti dari belakang, di mana dua anak buah Dante yang tertembak ada di mobil itu.


***


Carlos mengamuk ketika anak buahnya banyak yang tewas, hanya ada tiga orang yang tersisa, di tambah lagi ia tidak menemukan Arra di mana pun berada.


"Kita terlalu meremehkan semut-semut itu!" Carlos berkata dengan nada yang sangat mengerikan, kedua matanya semakin menajam bagai seekor elang yang menemukan mangsanya.


"Siapkan penerbangan sekarang!" titahnya kepada Asistennya itu.


"Baik, Tuan!" jawabnya tegas. Lalu keluar dari rumah itu.


"Dan segera urus jasad mereka!" Carlos memberikan titah kepada tiga bodyguard yang tersisa, kemudian ia segera keluar dari rumahnya itu di ikuti oleh asistennya.


***


Dante dan Arra sudah sampai Bandara. Mereka semua sudah berada di Jet Pribadi milik Dante.


"Kita harus cepat Black! Aku yakin jika Cosa Nostra saat ini mengejar kita!" ucap Dante kepada Black.


"Ya, Polit dan Co-Pilot baru stand-by," jawab Black.


"Arrghhh!!!" teriak salah satu anak buah Dante berteriak keras di salah satu ruangan yang ada di dalam kabin pesawat itu.


"Apa yang terjadi?" tanya Arra kepada Dante.


"Peluru yang bersarang di kakinya di congkel dengan pisau," jawab Dante, membuat tubuh Arra seketika langsung merinding.