
“Tidak! Ini tidak bisa di biarkan!” batin Arra, ia harus menyusun rencana.
“Aku tidak akan pernah membiarkan psikopat gila ini mengganggu Emily!” Arra melirik Carlos, tapi kemudian ia meluruskan pandangannya lagi sambil tersenyum miring.
“Tuan Tampan, bisakah kamu mengantarkan aku ke toilet?” tanya Arra kepada Carlos.
“Apakah kamu tidak punya kaki?!” Carlos menjawab dengan nada yang datar dan dingin, lalu menoleh, menatap tajam Arra.
“Aha ha ha, kamu ini lucu sekali dan menggemaskan. Aku bisa jalan tapi aku tidak bisa menurunkan celanaku, dan aku harap kamu bisa membantuku,” ucap Arra membuat Carlos semakin menajamkan tatapannya.
“Ish, murahan sekali sih, aku ini!” Arra merutuki dirinya sendiri, seraya memalingkan wajahnya dan meringis sebal.
“Aku kira kamu adalah gadis bodoh yang polos, tapi ternyata kamu mempunyai jiwa penggoda layaknya seorang jallang!” Carlos beranjak menatap tajam Arra lalu menyuruh gadis itu berdiri dan mengikutinya menuju toilet.
Arra menggertakkan giginya kesal, merutuki Carlos, rasanya ia ingin menyumpal mulut psikopat gila itu.
Sampai di toilet. Carlos meminta salah satu bodyguard-nya untuk membuka ikatan tangan gadis tersebut. “Tapi, sayangnya aku tidak tertarik denganmu. Kamu mempunyai watu 5 menit untuk menyelesaikan urusanmu di toilet itu!” Carlos mendorong dada gadis itu dengan moncong senjata apinya.
Arra sudah di dalam toilet, tangannya kini sudah terbebas, ia segera mengambil ponselnya yang ada di dalam kantong celananya. “Dasar psikopat bodoh! Untung saja mereka tidak menyita ponselku!” ucap Arra, lalu segera membuka ponselnya, ada ratusan panggilan tidak terjawab, dan juga pesan masuk, sebelumnya ia selalu menggunakan mode silent di ponselnya itu.
Arra mengirimkan pesan kepada Emily dengan cepat, mengatakan jika dirinya baik-baik saja, dan jangan khawatir dengan keadaannya. Untung saja di Jet mewah itu bisa untuk memainkan ponsel seperti biasanya, tidak seperti pesawat komersial, karena Jet tersebut di lengkapi dengan sistem yang sangat canggih. Setelah pesan yang ia tulis sudah terkirim, ia segera mematikan ponselnya, dan menyembunyikan ponselnya itu ke dalam Bra-nya, biar aman.
Jauh ribuan kilometer dan berbeda Benua, Emily terkejut saat mendapatkan pesan dari Arra. Ia segera berlari keluar kamar untuk menunjukkan pesan itu kepada Ayah dan suaminya.
“Kamu serius, Sayang?” Hana mendekati putrinya. Emily mengangguk pelan, kemudian menyerahkan ponselnya kepada ibunya.
Hana membaca pesan tersebut dengan serius akan tetapi berakhir berdecak kesal. “Dalam situasi genting seperti ini masih saja bisa bercanda!” ucap Hana lalu memperlihatkan pesan tersebut kepada Dom dan Dante.
“Lily, sampaikan kepada Oma dan Opa jika aku baik-baik saja, dan tidak terluka sama sekali. Aku akan pulang dengan selamat, dan akan selalu memberikan kabar kepada kalian, kalian tenang saja jangan mencariku, aku tidak ingin kalian semua terluka. Dan psikopat gila itu akan jatuh dalam pesonaku, karena aku mempunyai ajian semar mesem dan jaran goyang, he he he.”
Begitulah kiranya isi pesan Arra yang membuat Dante menjadi semakin pusing dengan tingkah cucunya yang paling absurd itu.
“Ya ampun! Dia tidak ada takutnya sama sekali dengan Carlos,” ucap Dante sambil geleng-geleng kepala, tapi setidaknya saat ini dirinya merasa lega karena Arra baik-baik saja.
“Apa yang dia katakan? Jaran goyang? Semar mesem itu apa?” Dom tidak mengerti dengan pesan Arra di kalimat terakhir.
“Itu seperti magic,” jawab Dante asal.
***
Ngakak sama Arra🤣🤣
Jangan lupa like komentar dan Vote ya.