Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Salah sasaran



"Lily jaketmu bagus, apakah aku boleh memakainya?" tanya Arra ketika mereka sudah berada di dalam mobil. Dua gadis itu duduk di jok belakang, sedangkan Dom duduk di depan tepat di samping Black yang sedang mengemudi mobil.


"Kamu boleh memilikinya," jawab Emily tersenyum tipis kepada keponakannya itu.


"Ah, terima kasih!" Arra sangat senang, lalu segera memakai jaket berbahan denim yang merk-nya sudah mendunia, sudah di pastikan jika harganya sangat mahal.


Mobil yang di kendarai Black melaju dengan kecepatan penuh menuju Bandara pada malam hari itu, di kawal oleh dua mobil bodyguard yang melaju di depan dan belakang mobil mereka.


Dari sisi lain, anak buah Carlos sudah menghadang di ujung jalan sebelum berbelok menuju area Bandara.


Black menghentikan mobilnya dengan mendadak saat mobil bodyguard yang ada di depannya juga berhenti mendadak.


"Ada apa?!" seru Black seraya menyembulkan kepalanya di jendela mobil tersebut.


Dor ... Dor ... Dor


Terdengar suara tembakan yang memberondong mobil yang ada di depan mereka. Black dan Dom segera mengambil senjata mereka yang mereka simpan di laci daboard.


Emily dan Arra ketakutan sambil berpelukan dengan erat. Bodyguard yang ada di mobil belakang segera keluar dan mendongkan senjata ke arah anak buah Carlos yang berjumlah 10 orang.


"Kalian tetaplah di dalam! Dan kunci mobilnya!" titah Dom kepada Emily dan Arra sebelum dirinya keluar dari mobil bersama Black.


"Lily aku takut!" Arra ketakutan.


"Ayo bersembunyi!" Emily langsung meloncat ke jok yang paling belakang.


Di luar mobil, peristiwa beradarah telah terjadi. Beberapa bodyguard Dante telah tewas karena di tembak oleh para penjahat itu.


"Kalian tidak akan pernah lolos dari Cosa Nostra!" teriak seorang pria berbaju hitam dan berwajah menyeramkan, seperti bekas siraman air keras.


Dor!


Dom menembak pria tersebut tepat di bagian dada, dan pria tersebut langsung tewas di tempat.


"Dom!" teriak Black yang sedang melawan beberapa pria yang ingin mendekati mobil yang di naiki oleh Emily dan Arra. Black melihat Carlos berdiri di sisi jalan mengarahkan senjata api ke arah Dom.


Dom menoleh dengan cepat ia menghindar saat Carlos menembaknya dengan senjata api.


Dor!


"Arggh!!" Dom berteriak saat lengan kirinya tertembak.


Black yang berhasil melumpuhkan para anak buah Carlos langsung menghampiri Dom yang tersungkur di jalan beraspal.


"Dom!" Nafas Black terengah kemudian ia segera merobek kemejanya untuk mengikat tangan Dom yang terluka agar menghentikan darah yang terus mengalir dari tangan yang terkena tembakan itu.


"Aku tidak apa-apa, Black! Lily, Arra!" teriak Dom saat pintu mobil sudah terbuka.


Ternyata Carlos menembak tangan Dom hanya untuk mengalihkan perhatian.


Black segera berlari menuju mobil, melihat ke dalam sana. Lily dan Arra sudah tidak ada.


"Lily!" Dom berjalan tertatih menghampiri Black. "Black istriku!" Dom menangis dan memaki dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga istrinya.


"Uncle!" Lily berseru sambil menyembulkan kepalanya dari jok belakang.


"Lily!" Dom segera masuk ke dalam mobil dan memeluk istrinya dengan erat. "Syukurlah kalian tidak apa-apa!"


Dom dan Black bernafas lega, namun hanya sesaat ketika mendengar jawaban Emily.


"Mereka menculik Arra," ucap Emily dengan bibir yang bergetar ingin menangis karena keponakannya di culik mafia karena dirinya.


***


"Hei! Lepaskan aku!" teriak Arra saat tangannya diikat serta kepalanya di tutup dengan kain hitam.


"Diam!" teriak Carlos.


"Kamu yang diam bedebah sialan!" umpat Arra kedua kakinya bergerak tidak beraturan, membuat Carlos yang duduk di sebelahnya menjadi kesal.


"Kamu mau diam atau aku tembak!" ancam Carlos seraya menempelkan moncong senjata apinya ke pelipis Arra.