Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Cinta Dominic (TAMAT)



Emily tertawa terbahak ketika masuk ke dalam kamarnya. Namun tawanya mereda ketika mendengar suaminya muntah di dalam kamar mandi. Emily bergegas ke kamar mandi untuk mengetahui keadaan suaminya.


“Uncle, baik-baik saja?” tanya Emily yang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Ia melihat Dom mengeluarkan isi perutnya di wastafel.


“Jangan ke sini!” tegas Dom ketika Emily ingin melangkah menghampirinya.


“Tapi--”


“Aku baik-baik saja.” Dom menjawab seraya membasuh wajahnya dengan air mengalir dari kran wastafel. Dom menegakkan badannya, seraya berkacak pinggang dan mendongakkan kepalanya. Rasa mual dan muntah yang baru saja terjadi menyisakan pusing luar biasa di kepalanya.


Emily berinisiatif mengambil handuk kecil yang ada di dalam rak kamar mandi, lalu menyerahkan kepada suaminya.


“Maaf ya, karena aku Uncle jadi seperti ini,” ucap Emily dengan raut cemas, menatap Dom yang sedang mengelap wajahnya dengan handuk yang baru saja di berikan.


Dom menghela nafas pajang, seraya melempar handuk yang ada di tangannya ke keranjang baju kotor yang letaknya di sudut kamar mandi. Kemudian ia menatap istrinya yang berdiri di hadapannya, seraya meletakkan salah satu tangannya di pundak Emily.


“Aku rela menjalani semua ini demi anak kita dan juga kamu.” Dom berkata dengan pelan, menatap istrinya semakin dalam. Tatapan pria kayu itu yang biasanya datar kini terlihat lembut.


Mendengar ucapan suaminya, tentu saja dada Emily berbunga-bunga dan seolah ada pelangi yang bersinar di atas kepalanya. Ia merasa di sayangi dan di cintai oleh suaminya.


“Terima kasih, Uncle,” ucap Emily lalu menubruk dada bidang suaminya. Memeluk tubuh kekar itu dengan erat.


“Aku juga berterima kasih, karena kamu sudah mengandung anakku. Kamu tahu My Lily, jika kamu adalah anugerah dan juga kebahagiaan terbesar yang di berikan Tuhan kepadaku,” ucap Dom membalas pelukan istrinya.


“Aku mencintai Uncle,” ucap Emily, lalu sedikit mengurai pelukannya, mendongak dan menatap suaminya sambil tersenyum manis. Kemudian ia berjinjit dan mengecup bibir suaminya yang tebal dan sexy itu.


“Aku juga sangat mencintaimu, dari saat kamu masih embrio sampai saat ini,” jawab Dom sebelum membalas ciuman istrinya.


Emily tertawa penuh kebahagiaan, kemudian ia memanggut bibir suaminya dengan lembut, Dom membalasnya tidak kalah lembut. Mereka hanya berciuman saja, menyalurkan rasa kasih sayang dan cinta, tanpa adanya gairah dalam diri mereka.


Akhir kisah cinta Dominic Toretto yang mencintai Emily sejak masih di dalam kandungan hingga sampai saat ini.


Cintanya tidak pernah tergerus usia, justru cintanya kepada Emily semakin bertambah. Apakah di dunia nyata ada kisah cinta yang seperti di alami Dom? Mungkin di belahan bumi lain sana ada. Siapa tahu, he he he.


...TAMAT


...


But, jangan khawatir, akan ada ekstra part sampai Emily melahirkan nantinya. Dan kita saksikan bersama bagaimana si manusia kayu yang biasa datar dan kaku harus mengasuh bayinya.


Jangan dulu hapus Uncle Dom dari rak buku kalian yak. Tetap berikan dukungan, like, vote, komentar and gift semampu kalian. He he he.


I Love You All, muach ...❤❤