Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 18



Pagi harinya, Emily sudah terbangun dari tidurnya. Dia hanya tidur tiga jam saja tadi malam itu pun saat menjelang pagi.


"Huh!" Emily dengan susah payah beranjak dari tempat tidur karena perutnya terasa sakit. "Aduh, kenapa mulas sekali ya?" gumam Emily sembari menoleh pada suaminya yang masih terlela.


Dom sangat keterlaluan. Pria itu asyik tidur tanpa memedulikannya.


Emily dengan langkah tertatih keluar dari kamarnya, karena rasa mulas di perutnya semakin tidak tertahankan.


"Mom! Mommy!" teriak Emily memanggil ibunya.


"Lily, apakah kau baik-baik saja? Kau ingin melahirkan?" salah satu pelayan menghampiri Emily lalu membantu wanita hamil duduk di ruang tengah.


"Sepetinya iya. Perutku sakit sekali, Bi," jawab Emily meringis kesakitan.


"Kau tunggu di sini. Aku akan membangunkan Hana dan Dante," ucap pelayan itu, segera berlari menuju lantai atas. Tidak berselang lama Hana dan Dante menuruni tangga dengan langkah tergesa.


Hana langsung memeluk putrinya yang sudah kesakitan, begitu pula dengan Dante.


"Apakah rasa sakitnya sudah sering, Sayang?" Dante bertanya dengan cemas.


"Iya, Dad. Ini sangat sakit sekali, rasanya aku mau mati." Emily menjawab sambil menggertakkan gigi ya dengan rapat, karena rasa sakit itu kembali datang di perutnya.


"Eh, tidak boleh berkata seperti itu. Memang seperti ini proses menjadi seorang ibu," ucap Hana lalu segera mengelus perut putrinya yang terasa kencang.


Para pelayan di mansion itu ikut panik dan cemas saat melihat Emily akan melahirkan. Salah satu di antaranya segera memanggil Black untuk menyiapkan mobil untuk membawa Emily ke rumah sakit.


Dante segera menggendong putrinya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Black.


"Aku bantu." Black membantu Dante mendudukkan Emily di dalam mobil.


Karena mereka semua panik, sampai tidak menyadari jika mereka telah melupakan sesuatu.


"Black! Segera jalankan mobilnya!" titah Dante kepada Black yang sudah duduk di balik kemudi. Dante dan Hana duduk di jok belakang, mengapit Emily yang kesakitan.


"Mom, celanaku basah," ucap Emily sambil memegangi tangan ayahnya dengan kuat.


"Ya Tuhan! Black, tambah kecepatan mobilnya!!!" seru Hana sangat panik.


"Oke ... Oke ..." Pria berkepala pelontos itu menjadi ikut tegang, lalu menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di rumah sakit.


*


*


Dom baru bangun dari tidurnya. Pria datar tanpa ekspresi itu tidak menyadari jika istirnya sudah di bawa k rumah sakit.


"My Lily?" Dom menoleh ke samping, istrinya tidak ada di sana. Dom segera beranjak mencari keberadaan istrinya tapi dia tidak menemukan Emily. Kemudian, ia keluar dari kamar, mungkin Emily sedang berada di ruang makan, mengingat waktu sudah menunjukkan jam 6 pagi waktu setempat.


"Dom! Kau berada di rumah?" tanya salah satu pelayan kepada Dom yang baru keluar dari kamar.


"Ada apa memangnya? Tentu aku di rumah karena baru bangun tidur," jawab Dom dengan santainya.


Pelayan tersebut menepuk jidatnya sendiri dengan kesal dan juga gregetan dengan Dom. "Bukan itu maksudku. Aku pikir kau ikut ke rumah sakit? Astaga kenapa kau tidak siaga sekali?!" omel pelayan tersebut.


"Rumah sakit?" beo Dom dengan wajah yang bingung.


"Dom! Kenapa kau mendadak bodoh! Lily akan melahirkan Dom!!!" kesalnya, rasanya ingin menimpuk wajah Dom yang datar itu.


"What!! Kenapa tidak bilang dari tadi?!" Dom sangat terkejut dan panik. Dia segera berlari keluar mansion lalu kembali masuk lagi menghampiri pelayan itu. "Bibi, rumah sakit mana?"


"Astaga, Dom!!"


****


Timpuk Uncle bareng-bareng yuk, kok gemes banget sih😤