
Arra menatap pria tampan yang keluar dari mobil mewah yang berhenti di depan mobil yang sedang di naikinya. Kemudian ia menahan Black yang akan keluar dari mobil.
"Jangan Black! Aku tidak ingin ada pertumpaha darah!" Arra berkata tegas kepada pria berkepala plontos itu.
"Arra, tapi—"
"Serahkan semua kepadaku!" Arra dengan penuh percaya diri keluar dari mobil. Dia berdecak sebal saat melihat wajah Carlos yang juga tengah menatapnya.
"Apakah kau sudah bosan hidup!!!" teriak Arra dengan perasaan jengkel luar biasa.
Carlos menyeringai ketika mendengar teriakan gadis bar-bar itu. Ia berjalan mendekati Arra dengan langkah yang tegap.
Mendengar Arra meneriaki Carlos, membuat Black berdebar tidak karuan karena takut jika gadis itu di 'tembak' oleh ketua mafia itu. Di tambah lagi iblis tampan itu berjalan mendekati mobil mereka.
"Pssst!! Arra ... psttt!!" Black memanggil Arra dari dalam mobil, kebetulan gadis itu masih berdiri di dekat pintu mobil tersebut.
"Apa?!" Arra sedikit menundukkan kepalanya, menatap Black dengan raut yang kesal.
"Cepat masuk sini!!!" Black terdengar panik. Jika dirinya tidak sendirian tidak akan merasa takut seperti ini.
"Tidak!! Aku harus memberikan pelajaran kepada Iblis tampan itu!!" Arra menatap tajam Carlos yang sudah berdiri di hadapannya.
"Hai, Sayang. Sudah lama tidak bertemu." Carlos menyapa Arra dengan datar namun bibirnya menyeringai setan, terlihat sangat menakutkan.
"Hah?! Sayang!!" Black tercengang ketima mendengar sapaan Carlos untuk Arra.
"Siapa yang kau sebut, Say—" Arra ingin protes namun ia mengurungkannya ketika baru teringat jika dia dulu memperkenalkan diri kepasa Carlos dengan nama samaran yaitu 'Sayang'.
"Maksudku! Kenapa kau muncul lagi di hadapanku?!" Arra meralat ucapannya dengan nada jengkel.
"Aku hanya ingin menawarkan sesuatu kepadamu!" jawab Carlos menatap datar wajah cantik Arra.
Carlos memberikan sebuah kartu nama kepada Arra. "Datanglah ke sini. Aku mengundangmu makan malam. Special for you, jadi jangan ajak orang lain! Paham!" Carlos berkata dengan penuh penekanan.
"Tidak paham!!" jawab Arra ketus, namun ia menerima kartu nama yang di berikan Carlos.
Carlos menundukkan sedikit badannya, seraya berbisik. "Aku tunggu kedatanganmu!! Datang sendiri, jika tidak, keluargamu yang ada di sini dan yang ada di Indonesia akan aku lenyapkan semuanya!!"
Glek
Arra menelan ludahnya dengan kasar saat mendengar ancaman Carlos yang menakutkan.
"I-iya." Arra menjawab dengan gugup dan takut.
"Aromamu sangat harum, membuat sisi liarku memberontak!" Setelah mengatakan hal yang menggelikan itu Carlos menegakkan badannya lagi, lalu kembali masuk ke dalam mobilnya.
Arra melotot lebar saat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Carlos.
"Dasar iblis tampan mesum!!!" umpat Arra namun hanya di dalam hati.
Mobil mewah Carlos sudah melaju dan semakin menjauh dari pandangan Arra.
"Arra! Kau baik-baik saja?!" Black berseru kepada Arra yang masih berdiri di luar mobil.
"Iya aku baik-baik saja." Arra memasukkan kartu mana yang ada di tangan kirinya ke dalam kantong celananya. Kemudian ia segera masuk ke dalam mobil.
"Iblis itu berkata apa? Dan apa yang di berikan pria gila tadi?!" Black lontarkan berbagai pertanyaan kepada Arra.
"Dia hanya berkata merindukan aku. Apakah kamu tadi tidak dengar jika dia memanggilku dengan sebutan Sayang?" Arra menjawab sambil tertawa pelan, lalu memakai sabuk pengamannya lagi.
Black menelan ludahnya kasar. Saingannya berat.