
Arra menghentikan tawanya ketika Carlos menatapnya dengan sangat tajam. Kemudian ia mengalihkan pandangannya, menatap sekitarnya, baru menyadari jika dirinya saat ini berada di dalam Jet Pribadi yang sangat mewah.
"Di mana ini?" Arra bergumam di dalam hati. Tiba-tiba rasa takut menyelimuti perasannya.
Carlos mendesah kasar, lalu bertanya kepada Arra, "siapa namamu?"
"Sayang," jawab Arra asal karena ia sedang ketakutan.
"Sayang?" Carlos mengernyitkan kening, kemudian ia menodongkan senjata apinya kepada Arra lagi. "Jangan mencoba membodohiku! Katakan siapa namamu sebenarnya dan kenapa kamu memakai jaket Nona William?" sentak Carlos dengan nada tinggi, membuat jantung Arra berdetak tidak karuan, bukan karena terpesona dengan Carlos akan tetapi dirinya semakin ketukutan.
"Apakah kamu tuli!! Namaku Sayang!!! S A Y A N G!" Arra sampai mengeja nama yang ia sebutkan dalam bahasa Indonesia, sambil menatap sebal kepada pria yang sedang menodongkan senjatanya kepadanya.
"Oh, astaga! Aku mulai lagi melawan pria gila ini!" Arra merutuki dirinya di dalam hati.
"Maaf," cicit Arra seraya mengerjapkan kedua matanya berulang kali dan memperlihatkan puppy eyes-nya yang seperti seekor anak kucing yang menggemaskan.
Carlos melihat Arra seperti itu pun langsung memalingkan wajahnya, namun tidak menurunkan senjatanya.
"Dan jaket ini adalah pemberian Emily." Arra memberikan penjelasan lagi kepada Carlos.
"Maaf, apakah aku boleh tahu ke mana kamu akan membawaku pergi? Dan kenapa kamu menginginkan Emily yang sudah memiliki suami?" tanya Arra dengan pelan dan lembut, agar pria itu tidak marah.
"Bukan urusanmu!" jawab Carlos dengan nada datar dan sangat dingin. Ia menurunkan senjatanya, menatap Arra dengan sangat tajam.
"Tentu saja urusanku! Kamu membawaku, oh! Tepatnya kamu menculikku dan memisahkan aku dengan keluargaku! Kamu masih bisa berkata ini semua bukan urusanku?! Dasar sinting!" umpat Arra, lalu segera melipat bibirnya, karena ia selalu lepas control jika sedang kesal.
"Dengarkan aku, Saya—" Carlos menghentikan ucapannya, rasanya ia enggan dan lidahnya terasa gatal saat akan memanggil nama gadis itu dengan sebutan 'Sayang'.
Arra bergidik membayangkan jika dirinya di lempar dari pesawat Jet tersebut dari atas angkasa, pasti tubuhnya aka hancur terburai jika benar terjadi.
"Aku harus memikirkan sesuatu. Ayo, Arra kamu pasti bisa berpikir dengan otak bodohmu ini!" batin Arra, memejamkan kedua mata dengan erat. Seolah ada lampu di atas kepala, Arra langsung membuka kedua matanya, memberikan penawaran kepada Carlos adalah jalan satu-satunya agar pria tersebut tidak membunuhnya.
"Tuan tampan. Bagaimana jika aku yang menggantikan Emily? Aku tidak kalah cantik dan sexy, di tambah lagi aku masih Virgin," ucap Arra memberikan penawaran, gadis tersebut berbicara dengan lugas, akan tetapi jantungnya saat ini sedang berdegup sangat kencang.
Carlos menaikkan salah satu alisnya, menatap gadis yang ada duduk di sampingnya itu dengan selidik. "Kamu yakin?!" Carlos sepertinya tertarik dengan tawaran gadis gila itu.
"I-iya aku sangat yakin!" jawab Arra mantap, di sela kegugupannya.
"Baiklah, mulai sekarang kamu akan menjadi tawananku!" ucap Carlos tersenyum iblis.
"Hei!! Ini tidak sesuai perjanjian! Kenapa kamu malah menjadikan aku tawananmu?!" sentak Arra, geram dengan pria tersebut.
"Karena aku tetap ingin Emily! Bukan gadis bodoh sepertimu!" desis Carlos, menatap tajam Arra.
"Tidak! Ini tidak bisa di biarkan!" batin Arra, ia harus menyusun rencana.
***
Bestie, emak mohon banget kalau habis baca kasih like 🥺🥺 satu Like berarti satu dukungan buat Emak.
Dan berikan Vote untuk karya ini agar tetap bertahan di rangking 2🙏🥺🥺
Terima kasih semuanya, and happy reading🥰