
Jet Pribadi Carlos mendarat dengan cantik di landasan udara kota New York setelah menempuh perjalanan selama hampir 7 jam.
"Tuan Tampan, aku lapar!!" rengek Arra kepada Carlos.
"Apakah perutmu itu di penuhi dengan cacing?!" geram Carlos, padahal baru setengah jam yang lalu gadis bodoh itu mengisi perutnya dengan pasta, pikir Carlos.
"Hei! Aku ini warga Indonesia asli, jadi kalau makan tidak pakai nasi tidak kenyang!!" sewot Arra seraya memutar kedua matanya dengan malas.
"Terserah!" Carlos beranjak lalu berjalan keluar dari Jet Pribadinya itu, dan di ikuti oleh Arra dari belakang.
Beberapa pria berbaju hitam menyambut kedatangan Carlos.
"Wah, apakah kamu ini adalah orang penting Tuan?" tanya Arra menggandeng tangan Carlos saat akan menuruni tangga.
Carlos menatap lengannya yang di gandeng oleh Arra.
Arra tersenyum meringis, lalu berkata, "Aku takut ketinggian, jadi pinjam tanganmu dulu Tuan Tampan, he he he." Arra tertawa di akhir kalimat.
"Selamat datang, Tuan dan—" Anak buah Carlos yang menyambut bingung saat melihat gadis cantik yang menggandeng tangan Carlos. Selama ini mereka tidak pernah melihat Carlos dekat dengan wanita manapun.
"Kenalkan aku, Arracelia William. Emh ... Kekasih Tuan Tampan." Arra mengulurkan tangannya kepada beberapa pria berbaju hitam itu.
Carlos langsung menyentak tangannya hingga terlepas dari tangan Arra. "Kau sepertinya ingin cari mati!" geram Carlos menatap tajam Arra.
"Dia adalah tawanan Cosa Nostra! Jadi selalu awasi dia!" titah Carlos dengan tegas, lalu berjalan menuju mobil yang akan membawanya ke rumahnya yang ada di New York.
"Baik, Tuan!" jawab beberapa pengawal itu seraya membungkukkan setengah badannya.
"Maksudnya aku ini adalah tawanan hatinya," ucap Arra kepada beberapa pria tersebut, kemudian mengikuti Carlos yang sudah naik ke mobil mewah berwarna hitam.
"Kenapa kau mengikutiku! Kau seharusnya naik ke mobil yang ada di barisan belakang!" geram Carlos lalu menodongkan senjatanya kepada Arra. Gadis itu bukannya takut tapi malah tertawa cekikikan.
"Sepertinya aku terlalu baik hati kepadamu! Seharusnya aku tadi melemparmu dari atas ketinggian!" geram Carlos seraya menurunkan senjatanya lalu mengambil lakban dan borgol yang ada di pintu mobilnya.
Kedua tangan Arra di borgol oleh Carlos, kemudian bibirnya juga ingin di tutup dengan lakban berwarna hitam.
"Tunggu!" Arra menghentikan Carlos yang sudah melebarkan lakban ke dekat bibirnya. "Apakah kamu tidak ingin menikmati bibirku yang manis dan sexy ini? Muachh ..." Arra memonyongkan bibirnya yang ranum itu.
Carlos semakin kesal di buatnya, kemudian segera menempelkan lakban itu ke bibir Arra dengan kesal.
"Dasar sinting! Sekarang diam dan nikmati perjalananmu, karena sampai di rumah, aku akan mengeksekusimu!! Aku ingin mengeluarkan otakmu dan ingin melihat otak bodohmu itu!" ucap Carlos terdengar tidak main-main. Kemudian memerintahkan sopirnya untuk menjalankan mobil.
"Emphhh!!" Arra meronta dan melotot lebar saat mendengar ucapan Carlos yang mengerikan.
"Argggh!! Apakah aku akan mati konyol di tangannya? Ah! aku harus menyusun rencana agar bisa segera bebas dari psikopat gila ini!" batin Arra kepada dirinya sendiri.
***
Di Milan, Dante dan anak buahnya sudah bersiap berangkat menuju New York menggunakan Jet Pribadinya.
"Semoga kita bisa melawan Cosa Nostra, agar bisa menyelamatkan Arra dengan selamat," ucap Dante kepada para anak buahnya.
***
Jangan lupa dukungannya, like, komentar dan Vote❤
Mampir juga ke karya baru emak ya❤