Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
S2. Ada sesuatu di matanya



Sonya tersenyum tanpa dosa saat Black menatapnya tajam.


“Maaf, Black, anggap saja rezeki.” Sonya masih memperlihatkan senyum pepsodent-nya sembari mengambil alih Baby Luc yang anteng di pangkuan Black.


Black mendengus kesal lalu beranjak dari duduknya.


“Ternyata kau adalah gadis yang paling menyebalkan yang pernah aku temui!” umpat Black sebelum berlalu dari sana menuju kamarnya yang terletak di paviliun di belakang mansion tepatnya di dekat taman belakang.


Black keluar dari mansion menuju pavailiun dengan perasaan kesal luar biasa.


“Hei, Black! Apa yang terjadi?” tanya Dante pada Black yang melintasi taman belakang.


Black mendekati Dante dan Hana yang sedang bermesraan di taman belakang seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.


“Hei! Menjauh!” Dante menutup hidungnya saat Black sudah berada di dekatnya.


“Ini ulah cucumu! Seenaknya saja mengeluarkan amunisinya di telapak tanganku!” Black menunjukkan tangan kanannya pada Dante dan Hana.


Dante dan Hana bukannya prihatin tapi justru sebaliknya pasangan suami istri itu malah tertawa bersama, seolah senang dengan penderitaan Black.


“Kalian sungguh keterlaluan!” umpat Black.


“Hei, jangan marah. Kata warga Indonesia, kalau ada bayi yang membuang amunisinya di badanmu, bertanda jika kau sebentar lagi akan mendapatkan jodoh,” ucap Hana masih tertawa keras.


“Omong kosong!” Black segera berlalu dari sana menuju kamarnya.


“Ish, dia kebanyakan bergaul dengan Dom makanya sikapnya menjadi sangat menyebalkan,” ucap Dante sembari menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menatap Black yang sudah memasuki pavilliun.


Hana tertawa sambil menganggukkan kepala, setuju dengan ucapan suaminya.


*


*


Baby Luc merespon dengan senyuman tipis, dan membuat Sonya tergelak.


“Senyumanmu adalah jawaban yang tepat, Luc.” Sonya menggendong anak asuhnya itu lalu memindahkannya ke dalam box bayi. “Nanny akan menghangatkan susu untukmu.” Sonya mencium baby Luc dengan lembut, lalu beranjak dari sana menuju lemari pendingin yang ada di sudut kamar tersebut. Di dalam lemari pendingin itu ada stok ASI baby Luc. Tidak hanya itu saja, di kamar itu juga di sediakan mesin penghangat susu agar memudahkan Sonya mengurus baby Luc.


“Astaga bau sekali!” Black menutup hidungnya saat akan melepaskan pakaiannya di dalam kamar mandi.


Sebenarnya Black tidak menyukai anak-anak. Baginya anak-anak sangat menyusahkan dan menggelikan seperti saat ini yang dia alami.


Black membuang semua pakaiannya ke dalam tempat sampah. Kemudian ia segera membersihkan diri.


Tetap saja dalam hal ini yang dia salahkan adalah Sonya. Karena gadis itu sudah menitipkan baby Luc kepadanya.


“Aku akan memberikan perhitungan pada gadis itu!” kesal Black.


*


*


Selesai membersihkan diri. Black kembali ke mansion untuk kembali berjaga. Jika Dom tidak ada kegiatan di luar rumah, maka perkerjaannya adalah membantu berjaga di mansion tersebut.


“Hei, Black,” sapa Sonya yang kebetulan berada di taman belakang sendirian. Hana dan Dante sudah tidak ada di sana, mungkin sudah masuk ke dalam bangunan mewah itu.


“Kenapa kau berada di sini? Kau tidak boleh meninggalkan baby Luc sendirian!” omel Black, tanpa menjawab sapaan gadis itu.


“Nyonya Hana yang memerintahkan aku ke sini agar istirahat sejenak,” jawab Sonya.


“Black untuk yang tadi maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja,” lanjut Sonya sembari menatap Black dengan tenang.


“Heum!” jawab Black datar dan segera berlalu dari sana.


“Kedua mata itu kenapa menyimpan banyak kesedihan?” batin Black saat beberapa detik menatap kedua mata Sonya yang terlihat tenang akan tetapi penuh dengan kesedihan.