
Dante berjalan menuruni anak tangga, akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara Sonya membicarakan istrinya.
"Bukankah kau adalah suami Hana?" Sonya bertanya kepada Black di ruang tengah.
Tentu saja mendengar hal tersebut telinganya langsung terasa panas, seolah keluar asap.
"WHATTT!!" teriak Dante sambil berjalan menghampiri kedua orang tersebut.
Suara teriakan Dante sangat keras hingga terdengar ke seluruh sudut mansion mewah tersebut.
Owekkk ...owekkk
Baby Luc menangis keras karena terkejut mendengar suara kakeknya.
Sonya langsung mendekap Baby Luc yang menangis, dan menenangkannya.
"Dante kau salah paham!! Sonya, kau juga salah paham!!" Black memandang Dante dan Sonya bergantian.
"Dante adalah suami Hana, bukan aku!" lanjut Black memberikan penjelasan kepada Sonya sembari memundurkan langkahnya. Wajahnya tampak pias saat melihat manik berwarna biru itu menatapnya sangat tajam.
"Lalu bunga lily dan kata-kata romantis untuk istri yang merajuk di tujukqn kepada istri siapa?" tanya Sonya dengan polosnya.
"Sonya!!!" geram Black.
"Black sepertinya kau sudah bosan hidup!" Dante segera menarik kerah Black, lalu menyeret bodyguard-nya itu sampai ke halaman mansion.
"Dante! A-aku bisa menjelaskannya!" Black memohon kepada Dante.
Akan tetapi, Dante sudah sangat kesal kepada pria berkepala pelontos itu.
Bugh!
Dante meninju wajah Black sampai tersungkur.
"Dante, dengarkan aku!"
Bugh!!
*
*
Sementara itu di dalam mansion. Semua pelayan berkumpul di dekat pintu utama semberi melihat Dante yang memukuli Black.
"Ada apa ini?!" seru Hana, menuruni anak tangga, ia terkejut saat melihat para pelayannya gaduh di dekat pintu.
Emily dan Dom baru keluar kamar pun tidak kalah terkejutnya saat melihat keributan itu.
"Nyonya, ini karena aku. Aku mengira kalau Anda adalah istri Black," ucap Sonya penuh sesal dan merasa bersalah.
"Oh, My God!! Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu!" omel Hama pada Sonya.
"Ini sangat seru, Mom. Jarang sekali melihat pertunjukan seseru ini." Dom menjawab sambil tergelak, tapi tawanya berganti teriakan saat istrinya mencubit perutnya.
"Aww! My Lily!!" Dom menatap istrinya yang sedang ia rangkul.
"Bantu pisahkan Dante dan Black!" titah Emily pada suaminya.
"Oke, tapi kau bisa berjalan sendiri? Perutmu 'kan masih sakit," ucap Dom cemas.
"I'm oke," jawab Emily.
Dom mengangguk dan segera berlari ke halaman mansion mengikuti ibu mertuanya yang sudah keluar lebih dulu.
"Dante hentikan!!" seru Dom dan segera menarik tangan Dante yang akan terayun lagi untuk memukul Black.
"Lepaskan aku, biarkan aku menghajar keparat ini! Beraninya dia mengakui Hana sebagai istrinya!" sentak Dante.
"What!! Black, benarkah itu?!" tanya Dom, menatap tajam Black yang sudah berdiri tegak sembari mengusap sudut bibirnya yang robek.
"Ini hanya salah paham!" jawab Black menegaskan.
"Tidak mungkin Black seperti itu," sahut Hana.
Dante menatap tajam Hana. "Sweetieโ"
"Jangan berpikiran macam-macam kepadaku!!" sentak Hana pada suaminya.
Dante langsung diam dan tidak berkata-kata lagi.
"Dengarkan penjelasan Black dan Sonya terlebih dahulu. Karena masalah ini berasal dari Sonya yang salah paham!!" lanjut Hana dengan kesal.
"Bubar kalian semua!!" teriak Hana pada semua pelayan dan bodyguard yang ada di sana.
*
*
"Oh, jadi begitu ceritanya!!" ucap semua orang yang ada di ruang tengah ketika mendengar klarifikasi dari Sonya.
"Oh, jadi bunga waktu itu bukan kamu yang beli, tapi Black!!" geram Emily pada suaminya.
"Bunga? Bunga yang mana?" Dom bingung, tidak mengingatnya.
"Ih! Dasar manusia kayu!!!" umpat Emily.
***
Maaf, baru bisa update ๐๐๐