
Sonya berdiri di depan pintu ruang rawat pasien VIP sembari menatap kertas yang ada di tangannya.
“Sepertinya ini ruangannya,” gumam Sonya, lalu mengetuk pintu tersebut. Dan tidak berselang lama pintu tersebut terbuka dari dalam.
“Iya?” Hana yang membuka pintu tersebut. “Apakah kau adalah babysitter yang di maksud oleh Black?” tanya Hana sembari memperhatikan gadis Asia yang ada di depannya.
“Iya, Nyonya, aku Sonya,” jawab Sonya tersenyum tipis sembari membatin.
“Kalau begitu silahkan masuk. Kami sudah menunggumu sejak tadi,” ucap Hana mempersilahkan masuk Sonya.
“Lily, Dom, ini babysitter-nya,” ucap Hana kepada anak dan menantunya.
“Masih sangat muda.” Lily berkomentar sembari memperhatikan penampilan Sonya dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Apakah kau gadis Asia?” tanya Lily.
“Iya Nona, namaku Sonya dan berasal dari Indonesia,” jawab Sonya tersenyum tipis.
Dom dan Dante saling pandang lalu menatap Hana.
“Hana, bukankah dia satu negara denganmu,” ucap Dom.
“Iya, Black sebelumnya sudah memberitahukannya kepadaku. Maaf, karena aku yang lupa memberitahukan kepada kalian semua,” jawab Hana tersenyum tipis.
“Hana?” batin Sonya, sembari menatap Hana dengan kening yang berkerut.
“Apakah dia istrinya Mr. Black? Cantik sekali,” batin Sonya.
“Salam kenal semuanya, aku akan bekerja dengan baik dan giat,” ucap Sonya penuh semangat.
“Kau sungguh bersemangat sekali,” ucap Hana menggunakan bahasa Indonesia.
“Iya, Nyonya,” jawab Sonya tersenyum malu.
“Kau bisa berkenalan dengan cucuku dulu. Setelah itu kau bisa langsung bekerja besok pagi, karena Lily dan anaknya besok akan pulang ke mansion. Oh, iya, apakah kau tidak keberatan jika bekerja 24 jam di rumah kami?” tanya Hana kepada Sonya.
“Tentu, Nyonya, saya bersedia,” jawab Sonya, penuh semangat.
“Bagus! Kau akan mendapatkan gaji yang seimbang dengan pekerjaanmu,” ucap Hana, senang karena bisa bertemu dengan Sonya yang merupakan warga Negara Indonesia juga.
Emily tersenyum saat Sonya mendekat ke arahnya yang sedang memangku bayinya.
“Ini namanya Baby Luc,” ucap Emily kepada Sonya.
“Putri Anda sangat cantik Nona,” puji Sonya sembari menatap bayi yang tidur pulas di pelukan Lily.
“Bagaimana menurut Daddy, apakah Sonya akan menjadi babysitter yang baik untuk Baby Luc?” bisik Hana pada suaminya.
“Kita coba masa kerjanya 3 bulan dulu,” jawab Dante.
“Baiklah,” jawab Hana mengikuti kata suaminya.
*
*
Setelah berkenalan dengan seluruh keluarga William, Sonya berpamitan pulang dan akan langsung datang besok pagi ke mansion. Begitu pula dengan Dante dan Hana harus berpamitan pulang untuk mandi dan berganti pakaian.
“My Dom, apakah kau bisa membantuku?” tanya Emily pada suaminya yang terlihat sangat mengantuk karena tadi malam tidak bisa tidur.
“Apa yang kau butuh ‘kan?” Dom berjalan mendekati istrinya yang masih memangku putrinya.
“Sepertinya Baby Luc mengeluarkan amunisinya,” jawab Emily tersenyum meringis.
“Oke, baiklah,” jawab Dom lalu segera mengambil alih putrinya dari pangkuan sang istri.
“Apakah kau tidak jijik?” tanya Emily saat menatap suaminya meletakkan bayinya di tempat khusus untuk mengganti popok bayi.
“Tidak sama sekali. Karena dulu aku merawatmu seperti ini,” jawab Dom membuat Emily terharu.
“Sungguh?” tanya Emily pada suaminya yang mengganti popok putrinya dengan telaten dan tidak merasa jijik sama sekali.
“Iya, My Lily. Aku sudah mencintaimu sejak masih menjadi embrio.” Dom menjawab sambil tertawa pelan.
“Sangat tidak masuk akal, akan tetapi cintamu kepadaku sungguh nyata.” Emily tersenyum penuh haru, baru sadar jika dia cintai suaminya dengan begitu besar.
“I Love You, My Dom,” ucap Emily sembari memberikan finger heart kepada suaminya.
“Hemm,” jawab Dom hanya berdehem saja dengan datar dan sangat menyebalkan.
“Ah, aku sangat menyesal mengatakan cinta kepadamu!” sungut Emily.
Dasar manusia kayu!!
****
Jangan lupa dukungannya❤