Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
S2. Bantu aku, Black



"Maaf, karena sikap ibuku pasti mengejutkanmu," ucap Black kepada Sonya yang duduk di ruang makan.


"Lebih parah lagi. Ibumu mengira kalau aku ini calon istrimu!" Sonya menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


Black menggaruk kepalanya yang botak, dia menjadi merasa tidak enak hati dengan gadis itu.


"Aku akan menjelaskannya kepada Ibu. Maaf, sudah membuatmu tidak nyaman. Tidak seharusnya aku membawamu ke sini," ucap Black kepada Sonya.


"Eh! Tidak begitu maksudku. Aku senang berada di sini, dan maaf karena kata-kataku menyinggungmu," jawab Sonya sembari menatap Black yang juga tengah menatapnya, karena saat ini pria itu duduk di dekatnya.


"YUHUU!! Ini aku mengambil wine dari ruang bawah tanah! Kita harus merayakan kebahagiaan ini!" seru Rose kepada Black dan Sonya.


"Bu, wine itu kadar alkoholnya tinggi!" Black menatap wine yang sedang di angkat oleh ibunya.


"Hei! Wajar kalau mengandung alkohol karena minuman ini beralkohol! Dasar bodoh!" umpat Rose kepada putranya.


"Ck!" Black berdecak sebal saat melihat ibunya sulit untuk di berikan pengertian.


"Tidak apa-apa, aku pernah meminumnya saat di mansion," jawab Sonya pada Black.


"Kau pernah meminumnya? Kapan?" tanya Black terkejut.


"Saat bersama dengan Nona Emily, mungkin ada dua minggu yang lalu," jawab Sonya sambil tersenyum meringis.


"Dengar kata Sonya! Dia tidak akan mabuk!" Rose dengan penuh semangat membuka tutup wine itu dengan giginya. Lalu mengambil dua gelas dan menuangkan wine tersebut di sana.


Rose memberikan dua gelas wine tersebut kepada Sonya dan putranya.


Black dan Sonya segera menenggak wine tersebut sampai tandas.


"Arghhh! Kenapa rasanya berbeda?" Sonya terbatuk lalu menjulurkan lidahnya saat rasa wine begitu pahit dan sedikit manis di lidahnya.


"Jangan minum lagi," cegah Black.


"Tidak apa-apa. Meski rasanya aneh, tapi enak," jawab Sonya sambil menyodorkan gelasnya kepada Rose.


"Hi hi hi, dengan senang hati aku akan menuangkannya untukmu," ucap Rose lalu menuangkan wine itu ke gelas Sonya. Wanita paruh baya itu pun tidak mau kalah, meminum wine langsung dari botolnya.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja," jawab Soya yang sudah menghabiskan wine di gelasnya.


*


*


*


Dua jam kemudian.


Black menatap kesal pada Sonya dan ibunya yang sudah mabuk sambil merebahkan kepala mereka di atas meja.


"Kalian ini benar-benar keterlaluan!!" geram Black.


"Beri aku satu gelas lagi!" racau Sonya sambil memejamkan kedua matanya yang terasa berat.


"Jangan membuatku kesal Sonya!!!"


"Hei! Kenapa kau memarahiku? Memangnya aku salah apa?" tanya Sonya dengan suara yang tidak begitu jelas.


Black tidak mendengarkan ucapan Sonya. Pria berkepala botak itu sedang berpikir, bagaimana caranya membawa Sonya kembali ke mansion dengan keadaan seperti ini? Dirinya akan di gantung di pohon cabai kalau Dante dan Hana mengetahui keadaan Sonya.


Black beranjak untuk mengangkat ibunya, membawanya ke dalam kamar.


"Ibu selalu saja seperti ini! Apakah ibu kesepian?" ucap Black setelah merebahkan ibunya di atas tempat tidur.


"Hem ... Ibu kesepian, Black, maka dari itu berikan ibu cucu yang lucu," racau Rose lalu tidak berselang lama mendengkur.


Black menghela nafas panjang saat mendengar racauan ibunya. "Tunggu sebentar lagi, Bu, bersabarlah." Black segera keluar dari kamar ibunya menuju ruang makan. Kedua matanya melotot saat melihat Sonya berdiri sambil melepaskan celananya.


"Hei! Apa yang sedang kau lakukan!" seru Black.


"Mau buang air kecil! Kenapa celanaku susah di lepas! Kau mau membantuku, Black!!" jawab Sonya.


"Apa?! Ti-tidak, aku tidak bisa!" jawab Black dengan cepat. Akan tetapi ...