Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Bertemu Carlos



Emily menatap heran karena ada tiga mobil bodyguard yang mengiringi mobil yang di tumpanginya bersama dengan suaminya. Ia menoleh ke arah Dom yang duduk tegap di sampingnya dengan tatapan lurus ke depan, seperti biasa raut wajah Dom terlihat datar, akan tetapi salah satu tangan Dom sejak tadi menggenggam tangannya dengan sangat erat.


“Uncle, sebenarnya kita akan makan malam di mana?” tanya Emily yang sudah ke sekian kalinya bertanya kepada suaminya tapi tetap saja tidak mendapatkan jawaban dari suaminya.


“Kamu akan tahu nanti,” jawab Dom menoleh ke arah istrinya yang sangat cantik menawan.


“Ah, aku tahu, kamu ingin memberikan kejutan untukku ‘kan?” tebak Emily, kedua matanya berbinar kemudian memeluk lengan kekar suaminya dengan sangat erat.


“Iya, ini akan membuatmu terkejut setengah mati,” batin Dom, mengepalkan salah satu tangannya dengan sangat kuat.


Mobil mereka berhenti di salah satu restoran mewah yang ada di pusat Kota Milan. Dom dan Emily keluar dari mobil bersamaan, dari sisi pintu yang berbeda.


Emily mengedarkan pandangannya menatap restoran mewah yang ada di hadapannya. Terlihat sepi pengunjung, namun ada beberapa bodyguard yang berjaga di depan Restoran tersebut, akan tetapi bodyguard tersebut bukanlah utusan ayahnya.


“Ayo!” Dom menggandeng tangan istrinya memasuki restoran tersebut.


“Dom! Kamu yakin akan masuk ke sana bersama Nona Lily saja?” tanya Black saat dirinya dan teman-temannya di tahan oleh bodyguard Carlos.


“Aku yakin,” jawab Dom lalu melanjutkan langkahnya sambil menggandeng tangan istrinya.


Emily mengernyitkan keningnya, banyak pertanyaan yang berputar di otaknya.


Suasana restoran mewah terlihat romantis, dengan gaya klasik khas Italy, dan sepertinya sudah di persiapkan dengan sangat matang. Di tengah restoran tersebut meja yang di hias dengan lilin yang cantik.


“Uncle menyiapkan ini semua?” tanya Emily berbinar.


“Tidak,” jawab Dom seraya menggenggam tangan istrinya dengan sangat kuat saat mendengar suara langkah kaki menghampiri mereka.


Emily semakin di landa rasa bingung, baru saja akan melontarkan pertanyaan kepada Dom namun suara seorang pria mengejutkannya.


“Selamat datang, Nona William. Aku sudah menunggumu sejak tadi,” sapa pria yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Pria muda, tampan dan memiliki tatapan yang sangat tajam.



Visual Carlos ya gaes😁


Pria tersebut berjalan menghampiri Emily, tersenyum tipis kepada gadis cantik yang sudah menjadi incarannya selama ini.


“Aku kira kamu datang sendirian. Tapi, tidak apa-apa,” ucap Carlos lalu mengulurkan tangannya.


Dengan penuh keraguan Emily menyambut tangan Carlos, mereka berjabat tangan.


“Ternyata kamu lebih cantik dari yang aku kira, Nona William,” puji Carlos seraya mengecup punggung tangan Emily dengan mesra.


Emily terkejut lalu segera menarik tangannya dengan kuat hingga terlepas dari genggaman tangan Carlos.


“Wow! Menarik sekali.” Carlos menatap wajah cantik Emily dengan penuh damba, baru kali ini ada wanita yang berani menolaknya.


“Tutup matamu! Tuan Eugino!” Dom murka karena tidak rela istrinya di tatap seperti itu oleh pria lain.


“Apa masalahmu, Tuan Toretto?” Carlos bertanya dengan nada pelan tapi penuh penekanan, bibirnya tersenyum miring, terlihat sangat mengerikan. Aura pembunuh melekat pada pria itu, sungguh menakutkan!


“Lily adalah istriku! Kami ke sini untuk memberitahumu jika dia adalah My Lily!” jawab Dom penuh penekanan.


Carlos tersenyum tipis, terkesan santai.


“Aku harap kamu jangan pernah mengganggu istriku atau mengharapkan Lily menjadi istrimu!” tegas Dom.


“Sebenarnya ada apa ini?” Lily tidak mengerti dengan semua ini.


“Kita ke sini untuk menemui pria ini yang menginginkan dirimu!” jawab Dom terdengar datar dan sangat dingin.


“Apa?!” Lily tidak percaya, tapi melihat sikap Carlos yang menurutnya sangat menjijikkan membuat Lily yakin dengan ucapan suaminya.


“Kita pergi dari sini!” Dom menarik tangan Emily, ingin keluar dari restoran tersebut namun langkah mereka terhenti saat membalikkan badan ada para bodyguard Carlos yang mengepung seraya menodongkan senjata api ke arah mereka berdua.


“Uncle!” Emily memeluk tangan suaminya dengan sangat kuat, tubuhnya bergetar ketakutan.


“Kalian pikir bisa semudah itu keluar dari restoran ini!” ucap Carlos dengan sinis.


***


Deg-degan aku tuh🥺🥺


Bestie jangan lupa komentar, like dan kasih Vote❤❤💃