
Carlos menatap mansion keluarga William dari kejauhan. Mansion tersebut di jaga sangat ketat, sepertinya Dante sudah mempersiapkan semuanya. Kemudian ia menaikkan kembali kaca jendela mobilnya.
“Tuan, kami akan menyiapkan penyerangan,” ucap Asistennya yang duduk di balik kemudi mobil.
“Tahan, Mike.” Carlos berkata tegas.
“Ini adalah kesempatan yang bagus, Tuan. Bukankah Tuan menginginkan Nona William?” tanya Mike.
“Ya, memang, bukan Emily tapi Sayang,” jawab Carlos.
“What?!” Mike menoleh ke belakang, menatap Bos-nya dengan penuh tanda tanya. “Sayang?” tanya Mike.
“Ya, Sayang,” jawab Carlos, membuat asistennya itu kembali menegakkan punggungnya di jok yang ia duduki, kemudian menggaruk kepala dengan raut wajah bingung.
Bukankah ‘Sayang’ adalah sebuah ungkapan rasa cinta dan kasih sayang? Pikir Mike yang sedikit mengerti Bahasa Indonesia.
Mungkin Boss-nya itu sudah jatuh hati kepada Arra. Pikir Mike.
“Jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Mike lagi.
“Apalagi, kalau tidak menunggu ‘Sayang’ keluar dari mansion. Kita tidak perlu melakukan penyerangan Mike, karena pada dasarnya keluarga William tidak bersalah,” ucap Carlos dengan suara beratnya.
Mike geleng-geleng kepala, sepertinya Boss-nya ini sudah terkena virus cinta. Karena baru pertama kalinya Carlos bersikap baik kepada orang yang ingin bermain-main dengan Cosa Nostra.
“Tetap awasi mansion itu!” titah Carlos dengan suara tegas.
“Baik, Tuan,” jawab Mike, meskipun bingung, ia tetap menjalankan perintah Boss-nya.
Carlos meminta Mike untuk melajukan mobilnya kembali, menuju markas mereka yang ada di dekat pelabuhan Milan.
****
Di dalam mansion keluarga William.
Dom menatap sebal pada gadis yang ada di hadapannya. Dirinya yang baru pulang kerja di sambut oleh gadis bar-bar itu. Namun, ia juga merasa bersyukur karena gadis itu pulang dengan selamat.
“Hei, manusia kayu. Apakah kamu tidak merindukan aku?” tanya Arra sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum lebar.
Dom hanya menatap datar Arra kemudian berjalan menuju kamarnya.
“Astaga!” Arra menjadi gemas sendiri dengan Dom yang selalu terlihat datar seperti papan triplek.
Ngomong-ngomong, kenapa aku jadi ingat iblis tampan ya?” ucap Arra kepada dirinya sendiri yang tiba-tiba ingat Carlos, karena sikap Dom sama persis dengan Carlos, datar dan cuek.
Dom sudah berada di dalam kamarnya. Ia melihat istrinya yang sedang menyisir rambut di depan meja rias.
Aroma parfum bunga lily semerbak dan merasuk ke indra penciuman Dom. Sungguh menggoda sisi liarnya.
Emily tersenyum sambil mematut dirinya di depan cermin meja rias. Kemudian ia menoleh, menatap suaminya yang juga tengah menatapnya.
“Uncle sudah pulang.” Emily meletakkan sisirnya, kemudian berjalan mendekati Dom yang masih berdiri di dekat pintu kamar yang sudah tertutup.
“Iya, kamu tidak menyambutku,” jawab Dom seraya menyerahkan tas yang ia bawa kepada istrinya.
“Maaf, aku baru selesai mandi.” Emily tersenyum sambil menerima tas yang di berikan oleh Dom.
“Kenapa tidak menungguku? Ayo, mandikan aku!” titah Dom seraya berjalan menuju kamar mandi.
“A-apa?” Emily melotot lebar, sambil menatap punggung lebar suaminya yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi. Baru kali ini suaminya bersikap manja seperti ini.
“Lily!” seru Dom tidak sabaran.
“Aku datang!” jawab Emily sedikit berseru, kemudian ia meletakkan tas suaminya di atas meja, dan ia bergegas berjalan menuju kamar mandi.
“Uncle, tanganmu masih sakit dan tidak boleh terkena air lebih dulu,” ucap Emily saat melihat suaminya yang sudah polos tanpa sehelai benang, berdiri di bawah guyuran air shower.
“Aku tidak peduli, gosok punggungku,” ucap Dom.
“Tapi, aku sudah mandi!” tolak Emily karena nanti pakaiannya akan basah lagi.
“Kamu melawanku?” tanya Dom datar, menatap istrinya dengan tajam.
“Baiklah!” jawab Emily kemudian memajukan langkahnya, namun tiba-tiba ia menjerit ketika Dom menarik tangannya hingga dirinya jatuh ke pelukan suaminya. “Uncle, lepaskan aku!” rengek Emily karena pakaiannya sudah basah kuyup.
“Sudah terlanjur basah kenapa tidak menyelam sekalian?” Dom langsung memagut bibir istrinya yang ranum dan sudah menjadi candunya itu.
***
Jangan lupa dukungannya bestie❤❤