Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 16



Ketika Dom masuk ke dalam mansion. Semua orang terkejut melihat penampilan barunya.


“Sudah aku duga jika mereka akan heboh.” Dom berbicara pelan seperti gumaman yang tidak jelas. Dia menjadi malu dan juga jengkel karena di tatap dan di puji semua pelayan yang melihatnya. Tidak terkecuali Dante dan Hana.


“Dom kau kah itu?” Hana yang sedang bermesaraan dengan suaminya di ruang tengah terkejut melihat menantunya itu.


“Stop menatapku seperti itu!” Dom segera berjalan menuju kamarnya sambil membawa rangkaian bunga lily di tangannya.


“Dom, kata warga Indonesia, Cieee ... cieeee ...” Hana menggoda Dom yang terus berjalan tanpa memedulikannya.


“Dia pasti sedang sangat malu sekarang ini,” ucap Hana kepada suaminya.


“Jangan menggodanya lagi atau nanti dia akan marah,” ucap Dante sambil beranjak dan menarik tangan istrinya. “Ke kamar yuk!” ajaknya.


“Mau apa? Ingat nanti encoknya kambuh!” tolak Hana.


“Women On Top!” Dante berbisik sambil mengerling nakal.


“Ish, Daddy! Ayo kalau begitu.” Hana tersipu malu lalu memukul lengan kekar suaminya gemas, kemudian baru beranjak dari sana sambil menggandeng tangan suaminya.


*


*


*


Dom mengetuk pintu kamarnya yang masih di kunci istrinya. “My Lily, aku sudah memangkas rambutku dan aku membawa hadiah untukmu. Per favore, apri la porta (Tolong, buka pintunya)” seru Dom sambil mengetuk pintu.


Emily yang sedang bermain game di ponselnya langsung berhenti saat mendengarkan seruan suaminya.


“Benarkah dia sudah memangkas rambutnya?” Emily beranjak dari tempat tidurnya seraya meletakkan ponselnya di atas tempat tidur. Ibu hamil itu berjalan menuju pintu kamar, lalu membukanya sedikit. Kemudian menyembulkan kepalanya. Kedua matanya membola sempurna saat melihat penampilan baru suaminya. Dia langsung membuka pintu kamar dengan lebar.


“Kau sangat tampan sekali. Meskipun kurang sedikit macho, tapi aku sangat suka.” Emily berkata di sela pelukan suaminya.


“Kau memujiku atau mengolokku?” Dom sepertinya sangat sesitif karena rambut panjangnya di pangkas menjadi pendek.


“Ish, tentu saja memujimu!” Emily mengurai pelukannya sambil mendongak dan menatap suaminya yang sangat tampan. Lalu dia menarik tangan Dom masuk ke dalam kamar.


“Terima kasih atas pujiannya, My Lily. Dan ini ada hadiah untukmu.” Dom memberikan rangkaian bunga lily kepada istrinya.


“Ah, terima kasih, My Dom. Ini bunga lily putih yang sangat cantik.” Emily memeluk bunga lily itu setelah mencium aromanya. Kemudian ia membaca note yang ada di bunga itu.


"Sayang jangan marah lama-lama, nanti matahari berubah menjadi mendung karena takut kamu marah. Maafkan aku sayang. Love you."


“My Dom. Kau sangat romantis sekali.” Emily langsung memeluk suaminya dengan erat.


“Hah?!” Dom tidak mengerti dengan perkataan istrinya.


Emily mengurai pelukannya, kemudian ia berjinjit dan mencium bibir suaminya dengan penuh kelembutan. Dom pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, kemudian membalas ciuman istrinya, memagut dan mellumat bibir istrinya dengan sangat rakus. Lalu salah satu tangannya mengelus perut istrinya yang buncit itu.


Ciuman itu sudah terlepas, Dom menangkup wajah cantik istrinya seraya berkata, “kau sangat senang dengan bunganya?” tanya Dom.


“Sangat suka, My Dom, terima kasih.” Emily kembali memeluk tubuh kekar suaminya.


“Sama-sama.” Dom sebenarnya masih tidak paham kenapa istrinya bisa sebahagia itu.


“Apakah setiap wanita menyukai bunga?” batin Dom sambil garuk-garuk kepala.


Visual Uncle Dom, Abis potong rambut dan potong jambang 🥰