
Gerry, terpaksa harus kembali ke Indonesia setelah mendapatkan kabar dari istrinya jika Ardan—putra pertamanya— masuk ruang ICU. Begitu pula dengan Dante dan Hana yang ikut ke Indonesia karena mereka tidak ingin terjadi sesuatu kepada cucu mereka.
Lalu untuk masalah Arra?
Seperti yang sudah direncanakan oleh Gary sebelumnya, jika dia sudah berpura-pura memberi restu kepada Carlos.
Ya, Gerry sudah menghubungi Carlos. Jika dia memberikan restu, Gerry juga berpesan pada Carlos yang harus menjaga Arra sebaik mungkin dan jangan sampai menyakiti putrinya.
Gerry bisa pulang ke Indonesia dengan perasaan sedikit lega, karena Carlos sudah bersumpah kepadanya jika tidak akan menyakiti Arra.
***
Di mansion William.
Malam hari itu Dom baru masuk ke kamarnya setelah selesai mengerjakan pekerjaannya di ruang pribadinya.
Pria gondrong dan berjambang lebat itu menatap istrinya yang merebahkan diri di atas ranjang.
Emily sudah terpejam, tapi yang membuat pandangan Dom teralihkan adalah lingerie yang dikenakan oleh istrinya. Lingerie berwarna putih dan transparan itu memperlihatkan lekuk tubuh istrinya yang putih mulus dan sangat menggoda. Ditambah lagi saat melihat perut buncit Emily, membuat wanita hamil itu terlihat sangat sexy dan menggairahkan.
Dom melangkah, mendekati ranjang itu. Perlahan dia merangkak naik ke atas ranjang, seperti seekor kucing jantan yang ingin memangsa ikan salmon. Tatapannya semakin menajam saat melihat kaki jenjang istrinya yang sangat putih, mulus, tanpa cela.
Perlahan dia menundukkan kepalanya, menciumi kaki kanan Emily. Perlahan ciuman itu semakin merambat naik, dan berhenti tepat di atas lembah yang hanya di halangi dengan lingerie tipis itu.
Emily sepertinya sengaja tidak menggunakan cilini dilim, supaya memudahkan suaminya menjajah miliknya.
"Eughhh ... Ah ..." Emily melenguh dalam tidurnya, seraya membusungkan dadanya saat merasakan sensasi geli-geli nikmat di sela pahanya. Dia membuka kedua matanya, seraya menundukkan pandangannya.
Ternyata Dom sedang bermain di sela pahanya. Rasa geli dari lidah dan jari suaminya yang nakal, membuat Emily tidak kuasa menahan suara dessahannya.
"Ah ... Ah ..." Emily melebarkan kedua pahanya, agar suaminya lebih luluasa mengeksplore lembahnya yang sudah basah dan licin. Tidak hanya itu saja, dia menekan kepala Dom agar menghisap miliknya lebih dalam lagi.
Sungguh kenikmatan yang tiada terkira. Emily semakin mengerang hebat, saat merasakan sesuatu yang akan meledak.
"My Dom! Ah ..." Emily mengangkat pinggulnya saat mencapai pelepasan pertama. Ada sesuatu yang mengalir di bagian intinya, namun semuanya sudah di bersihkan oleh suaminya, tanpa merasa jijik sama sekali.
Dom menjauhkan diri, menatap celah lembah yang berwarna pink yang masih terlihat berkedut. Dia mengusap sudut bibirnya, kemudian ia melepaskan pakaiannya, lalu memosisikan dirinya di sela paha istrinya.
Malam panas dan panjang telah di mulai. Emily berada di bawah kekuasaan suaminya yang bergerak mendominan di atasnya.
Rasa nikmat, dan geli bercampur menjadi satu, menjadi sebuah rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
*
*
Di sisi lain. Black saat ini sedang menatap bulan purnama yang bercahaya begitu indah di langit malam. Dia tersenyum, soal bulan purnama itu berubah menjadi wajah Arra yang cantik jelita.
Pria itu telihat termenung, karena baru saja merasakan jatuh cinta, tapi di saat bersamaan harus merasakan patah hati.
"Black, are you oke?" tanya temannya sambil menepuk pundaknya. Mereka berdua saat ini sedang berada di taman belakang mansion mewah itu.
"Aku tidak baik-baik saja. Kau pernah jatuh cinta?" tanya Black, menatap temannya yang sedang menyesap sebatang rokok.
"Tidak!"
"Kau serius?" Black seolah tidak percaya dengan temannya itu.
"Yeah, hidup ini indah, Black! Kau ingin ikut denganku? Di sana banyak gadis-gadis cantik," ajak pria berambut pirang itu.
"Kau bilang tidak pernah jatuh cinta?" tanya Black.
"One Night Stand. Itu sangat menyenangkan! Kau tidak perlu memakai hati, tapi kau akan mendapatkan kepuasan. Come on!" seru temannya itu yang sudah beranjak lebih dulu.
Black dengan ragu, mengikutinya.
"Well, sepertinya ini akan menjadi pengalaman baruku." Black bergumam.
***
Jangan lupa dukungannya ya, dan see you di lapaknya Arra dan Carlos😍❤