
Lucette William—adalah nama bayi dari pasangan Emily dan Dom.
Bayi yang belum genap berusia 24 jam itu sudah tidak menangis lagi. Perutnya sudah kenyang setelah meminum ASI ibunya.
Emily tersenyum ketika melihat putrinya sudah terlelap di dalam box bayi, tapi dia merasa bersalah karena belum bisa menyusui putrinya secara langsung.
Yang pernah menyus*i pasti tahu rasanya 'kan. Rasa sakitnya luar biasa. 😄
"Nanti di coba sedikit demi sedikit ya," ucap Hana pada putrinya.
"Mommy paham yang kamu rasakan, dulu Mommy juga seperti itu. Jadi, kamu jangan menyerah." Hana memberikan semangat pada putrinya.
"Iya, Mom," jawab Emily menatap ibunnya sambil tersenyum tipis.
"Sekarang kamu tidur. Istirahat karena nanti malam Luc pasti akan begadang," ucap Hana lagi.
"Apakah bayi sekecil itu bisa begadang, Mom?" Emily terbelalak seolah tidak percaya.
"Iya, kebanyakan seperti itu. Kamu dulu juga begitu, tanya kepada suamimu karena dia yang dulu menjagamu saat malam hari," ucap Hana sambil menatap Dom yang duduk berjejer dengan Dante, sambil membahas bisnis.
Tatapan Emily juga beralih menatap suaminya. Dia tersenyum tipis, ternyata benar kalau suaminya sudah mencintainya sejak masih jadi embrio. Tadinya, Emily tidak percaya akan hal itu.
*
*
Black sedang berada di yayasan penyalur tenaga kerja. Dia saat ini tengah menyeleksi para calon babysitter untuk Baby Luc.
"Tidak ada yang memenuhi kriteria!" Black berkata kepada kepala yayasan tersebut.
"Mungkin aku akan mencari ke yayasan yang lain!" tegas Black, segera pergi dari sana tanpa mendengarkan penjelasan dari kepala yayasan tersebut.
"Hei! Kenapa kau berada di sini?" seru Black kepada orang tersebut.
"Eh, Tuan! Kita bertemu lagi! Aku sedang mencari pekerjaan," ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Sonya.
"Kau sedang mencari pekerjaan?" Black bertanya lagi sembari berpikir sejenak.
"Bukankah dia gadis Asia, dan berasal dari Indonesia?" batin Black. Entah kenapa dia tertarik dengan gadis tersebut.
Tertarik jika gadis itu cocok untuk merawat Baby Luc.
"Iya, aku sedang mencari pekerjaan, karena aku di pecat dari pekerjaan lamaku sebagai penjual bunga," jawab Sonya.
Black mengeluarkan sesuatu dari laci dasboard mobil. Pena dan kertas yang dia ambil untuk menuliskan sesuatu, kemudian memberikan kertas tersebut kepada Sonya.
"Datanglah ke rumah sakit ini. Boss-ku sedang mencari babysitter untuk bayinya," ucap Black.
Sonya menerima kertas tersebut dengan perasaan penuh haru dan kedua mata yang berkaca-kaca. "Tuan, Anda kenapa baik sekali dan selalu menjadi dewa penolongku?" Sonya sudah terisak, dengan cepat ia menghapus air matanya.
"Bukan masalah bagiku. Sudah sepatutnya saling menolong dengan sesama, lagi pula Hana juga warga Negara Indonesia, jadi dia pasti senang jika bertemu denganmu," ucap Black tersenyum lalu segera melajukan mobilnya lagi.
"Jangan lupa besok pagi datang ke rumah sakit!" seru Black mengingatkan.
Sonya mengangguk penuh semangat lalu melambaikan tangannya pada Black.
"Dia baik sekali, tapi sayangnya sudah menikah. Hana? Pasti dia adalah wanita cantik dan sangat beruntung," gumam Sonya sembari berjalan menuju tempat tinggalnya yang kecil dan sumpek karena hanya tempat itu yang bisa dia sewa selama tinggal di Milan. Yang terpenting tidak kehujanan dan kepanasan.
***
Sonya berpikir jika Hana adalah istri Black. 😅