Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 1



Beberapa bulan kemudian.


Kehamilan Emily sudah memasuki usia 5 bulan. Gadis itu kini menjelma menjadi ibu hamil yang sangat cantik, membuat Dom semakin posesif kepada istrinya jika akan keluar rumah.


Arra sudah beraktivitas seperti biasa lagi. Kuliah, dan hang out bersama teman-temannya. Namun, tidak dengan Emily yang masih menjalani kuliah daring karena kehamilannya.


Carlos tidak ada kabarnya lagi, keluarga William kini bernafas lega dan tidak merasa terancam seperti beberapa bulan yang lalu. Dan semoga Cosa Nostra tidak kembali lagi untuk mengusik kehidupan mereka.


*


*


*


Pagi hari di Mansion keluarga William.


Emily sedang memasangkan dasi di leher suaminya.


“Tanganmu biasa diam tidak?!” kesal Emily karena sejak tadi kedua tangan Dom terus menyentuh dua bukit kembarnya yang semakin besar dan kenyal.


“Tidak bisa!” jawab Dom tertawa pelan. Dua benda kenyal itu sekarang menjadi favoritnya, apa lagi kalau malam, ia rasanya tidak rela jika berjauhan dengan dua benda itu.


“My Dom!”


“Yes, My Lily!”


Ah, panggilan kesayangannya mereka sangat romantis sekali.


Sampai-sampai bikin baper para pembaca dan bikin para pembaca tersenyum mesem. Wk wk wk.🤣🤣


Emily memutar kedua matanya dengan malas. Lalu menarik dasi yang sudah melingkar di leher suaminya dengan kuat, hingga membuat Dom memekik sakit karena lehernya tercekik.


“Rasakan!” Emily menepukkan kedua tangannya beberapa kali, seolah sedang membersihkan sesuatu, kemudian berkacak pinggang menatap tajam suaminya yang sedang melonggarkan dasi.


“My Lily! Kau ingin membunuh suamimu yang tampan ini?!” Dom sambil memasang dasinya sendiri.


“Makanya jangan membuatku kesal!” Emily menjawab sambil mengambil jas suaminya yang tergeletak di tepian tempat tidur, lalu memakaikan jas itu ke tubuh suaminya yang gagah itu.


“Kecup bibirku untuk mengucapkan terima kasih dengan benar.” Emily memonyongkan bibirnya.


Tentu saja Dom tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan langsung memagut bibir istrinya dengan penuh kelembutan.


Pagi hari yang penuh warna untuk pasangan suami istri itu.


Bikin iri nggak sih? Eakkk💃


***


Arra berjalan menuruni anak tangga dengan pakaian barunya menyambut musim panas yang sebentar lagi tiba.


“Arra!!” teriak Dante dari ruang tengah kepada cucunya yang hanya memakai hotpant dan bra crop top saja.


Dante mengambil bantal sofa lalu menghampiri Arra yang masih di tengah tangga. Dante menutupi badan Arra dengan bantal sofa tersebut. Apalagi di ruang tengah ada beberapa Bodyguard-nya, termasuk Black.


“Astaga! Arra!” Dari arah lain Hana juga ikut berteriak dengan cucunya itu. Ia segera menghampiri Arra lalu membawa cucunya itu kembali ke lantai atas.


“Apa-apaan yang kamu pakai ini?!” Hana marah dan terus mengoceh ketika sudah di dalam kamar Arra.


“Oma ini fashion-ku di musim panas.” Arra menjawab dengan santainya.


“Oh, ya?! Gadis Italia masih berpakaian sopan walau di musim panas sekali pun!” Hana segera membuka lemari cucunya dan mengambil dress yang berbahan denim lalu memberikannya kepada Arra. “Pakai ini!” tegas Hana tidak mau di bantah.


“Oh My God!” Arra menjenjeng dress yang sangat tidak cocok untuk fashion di musim panas.


“Mau kamu pakai atau mendapatkan hukuman lagi dari Opa mu?!” Hana memberikan pilihan.


“Ish!” Arra mengentakkan kedua kakinya tidak beraturan, merasa sebal dan kesal. Tapi, akhirnya dia memakai dress pilihan Hana.


***


Emak, mah baik hati dan tidak sombong kasih ekstra part untuk kalian 😁😁


Jangan lupa dukungannya yak🥰