Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
S2. Terasa hangat



Black mengompres wajahnya dengan kantung es, pria berkepala plontos itu menatap Dante sangat tajam. Dia masih kesal karena Dante memukulinya tanpa mau mendengar penjelasannya lebih dulu.


''Kenapa menatapku seperti itu?'' tanya Dante, sembari menatap Black dengan alis yang berkerut, seolah dirinya tidak merasa bersalah sama sekali.


''Daddy!!" Hana memberikan peringatan kepada suaminya agar segera meminta maaf kepada Black.


''Baiklah, Black. Aku minta maaf, sebagai kompensasinya aku akan memberikan bonus yang cukup banyak untukmu di bulan ini.'' Dante mengeluarkan tangannya kepada Black.


Black menjabat tangan Dante dengan rasa kesal, tapi dia juga senang karena akan mendapatkan bonus yang banyak, jadi tidak sia-sia jika saat ini wadahnya babak belur. 😆


masalah kesalahpahaman antara Black dan Dante kini sudah terselesaikan. Tapi, masalahnya sekarang bergulir kepada Dom dan Emily. Pasangan yang baru resmi mendapat gelar orang tua itu saat ini sedang bertengkar di dalam kamar.


Sonya masih duduk di samping Black sembari memangku Baby Luc yang tidur nyenyak dipelukannya.


"Aku juga minta maaf kepada Tuan, Nyonya, dan Black. Andai aku saat itu tidak salah mengira mungkin tidak akan menjadi seperti ini, aku menjadi merasa bersalah kepada kalian semua,'' ucap Sonya sembari menundukkan kepala. Pasalnya baru satu hari kerja, dia sudah membuat kekacauan yang luar biasa.


Dia merasa seperti gadis yang sangat bodoh, andai saja dia tidak mengambil kesimpulan sendiri, semua ini tidak akan terjadi.


''Lain kali kau harus bertanya dulu, Sonya,'' jawab Hana.


''Iya, maafkan aku Nyonya.'' Sonya menjawab dengan lirih.


''Aku juga tidak habis pikir kenapa Kau mempunyai pemikiran seperti itu!'' Black menggelengkan kepalanya berulang kali sembari menatap Sonya yang tertunduk.


''Black! Kau menakutinya! Apakah kau tidak bisa berkata lembut kepada seorang wanita?! Kau ini sudah mirip seperti manusia kayu!'' Dante mencibir Black sambil menyamakan pria itu dengan menantunya sendiri.


''Cih! Tapi setidaknya aku masih mempunyai hati, tidak seperti menantumu itu yang sangat menyebalkan!'' balas Black sambil mendengus kesal, lalu memutar kedua matanya dengan malas.


''Oh, benarkah kau punya hati? Lalu kenapa sampai saat ini kau tidak mempunyai pasangan?!" Dante terus mengolok Black sambil tertawa puas.


Hana menggelengkan kepalanya, saraya beranjak dari duduknya. Masalah Dante dan Black sudah selesai tapi perdebatan mereka tidak akan mereda begitu saja, karena dua pria itu seperti kucing dan tikus.


Black baru saja akan menjawab cibiran Dante, akan tetapi Sonya sudah mendahuluinya.


''Jadi Black ini masih bujang?'' tanya Sonya dengan polosnya. ''Kalau kata warga Jakarta Black ini adalah jomblo abadi, hi hi hi." lanjut Sonya sambil tertawa pelan.


"Maaf," cicit Sonya sambil menekuk bibirnya ke bawah, merasa takut dan juga sedih karena Black terlihat menyeramkan.


''Sepertinya kalian cocok! Kenapa kalian tidak menikah?'' Dante menggoda Black seraya beranjak dari duduknya sambil tertawa pelan.


''Dante!!" seru Black.


"Black! Kau mengejutkan Baby Luc!" Sonya menjadi marah pada Black karena Baby Luc terkejut lalu menangis keras.


"Sorry!" Black menatap bayi cantik yang ada di pangkuan Sonya.


"Ah, Baby Luc ngompol rupanya." Sonya merasakan celananya basah, karena dia tidak memakaikan diapers ke Baby Luc.


"Black, tolong pangku Baby Luc dulu. Aku akan mengganti celanaku dulu." Sonya lalu menyerahkan Baby Luc kepada Black yang terkejut.


"Oh, My God!! Bau ompol!!"


"Hanya sebentar saja, Black!!" seru Sonya sambil berlari ke kamar.


"Astaha gadis itu!!" geram Black lalu menatap Baby Luc yang menatapnya sambil tersenyum.


"Hei, jangan mencoba merayuku!" ucap Black kepada Baby Luc yang terlihat seperti mengejan.


BROOTTT!!!


"Oh, My God!! Jangan membuang amunisimu padaku!!" Black bergidik geli, apa lagi tangan kanannya menyangga bokong Baby Luc.


"Help me!" seru Black tertahan, apa lagi saat merasakan telapak tangan kanannya terasa hangat, dan aroma khas mulai menusuk indra penciumannya.


"Aku akan mengutuk Sonya menjadi kurcaci!!" umpat Black sambil meringis karena Baby Luc masih terus mengeluarkan amunisinya.


***


Ngakak🤣🤣🤣🙈