
Arra, Dante dan semua anak buahnya sudah sampai di Bandara Milan, Italia dengan selamat setelah menempuh perjalanan hampir 7 jam.
“Cepat ... cepat!” Black menyuruh semua rekan-rekannya masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan di sana. Sedangkan mobil yang di naiki Dante dan Arra sudah melaju lebih dulu dengan kecepatan penuh menuju Mansion.
“Opa, pelan-pelan, aku takut,” teriak Arra saat Dante melajukan mobil seperti orang kesetanan.
“Kita harus segera sampai di Mansion karena aku yakin jika Carlos mengejar kita. Dan sepertinya incarannya kini berubah, bukan Lily melainkan kamu, Ra,” jawab Dante sambil fokus mengemudi mobi.
“Ah! Gila!” Arra menggigit ibu jarinya merasa cemas dan takut bercampur menjadi satu.
“Kamu tenang saja, aku akan memperketat penjagaan di Mansion,” ucap Dante.
“Aku ingin pulang saja ke Indonesia. Aku tidak ingin di sini lagi.” Arra merengek seperti anak kecil, karena ia sangat takut, apalagi saat mengingat betapa kejamnya Carlos si iblis tampan itu.
“Iya, tapi harus menunggu waktu yang tepat, apa lagi kamu sudah kuliah di sini,” jelas Dante menenangkan cucunya.
Mobil yang di kendarai Dante saat ini sudah memasuki area Masion. Arra menatap banyak sekali Bodyguard yang berdiri di setiap sudut mengelilingi Mansion sembari membawa senjata api.
“Seperti akan berperang,” gumam Arra bergidik ngeri.
Hana dan Emily berlari ke halaman mansion saat mendengar deru suara mobil pada siang hari itu.
Dante keluar dari mobil lalu di sambut anak dan istrinya dengan penuh haru.
“Syukurlah Daddy selamat, dan Arra bagaimana?” tanya Emily yang sudah melepaskan pelukannya, tapi tidak dengan Hana yang masih memeluk suaminya dengan erat.
“Aku di sini!!” seru Arra ceria saat keluar dari mobil.
“Dasar bodoh! Saat itu aku sudah mengingatkanmu untuk bersembunyi di jok belakang!” Emily menghampiri Arra lalu menonyor kepala keponakannya itu dengan rasa kesal dan juga haru.
“Aduh, sakit tahu!” Arra mengusap keningnya sambil cemberut kesal.
“Tapi beruntunglah kamu pulang dengan selamat, dan tidak ada yang kurang sama sekali.” Emily berkaca-kaca lalu memeluk Arra dengan sengat erat, kemudian dirinya melepaskan pelukan tersebut dengan paksa saat mencium bau aneh dari tubuh Arra.
“Bau apa ini?” tanya Emily mengendus.
“He he he, bau ketek, sudah 2 hari tidak mandi,” jawab Arra sambil mengangkat ketiaknya tepat di depan wajah Emily, kemudian ia tertawa keras.
“Kaboooorrrr!!!” Arra langsung melarikan diri ke dalam Mansion.
WUSHHHH!
Secepat kilat Arra berlari saat Emily mengejarnya.
“Arra!! Berhenti!” teriak Emily.
Dante dan Hana tertawa pelan saat melihat tingkah kedua gadis itu yang kejar-kejaran seperti kucing dan tikus.
“Terima kasih sudah pulang dengan selamat,” ucap Hana dengan kedua mata yang berkaca-kaca, seraya mengusap dada bidang suaminya yang ada bercak darahnya.
Dante tersenyum lalu menaikkan dagu istrinya, memagut lembut bibir istrinya dengan penuh cinta dan melampiaskan rasa rindunya karena selama 2 hari terpisah.
Hana membalas ciuman suaminya tidak kalah lembut, tapi kemudian ia tersadar jika masih di halaman dan ia melepaskan pagutan mereka.
“Ada apa?” tanya Dante.
“Malu di lihat para bodyguard,” jawab Hana terisipu malu.
Dante memperhatikan sekitarnya dan benar saja para bodyguard berbalik badan sambil menundukkan kepala.
“Kalau begitu kita lanjutkan di kamar,” ucap Dante lalu menggendong istrinya ala bridal style, namun tiba-tiba ...
KRAK
“Aduh! Pinggangku!” pekik Dante sambil memegangi pinggangnya yang rasanya seperti akan patah, beruntung saja istrinya tidak terjatuh ke atas lantai.
“Daddy banyak tingkah!” kesal Hana lalu berjalan memasuki rumah dengan perasaan malu luar biasa, karena kejadian itu di saksikan oleh para bodyguard yang berjaga di halaman mansion.
***
Daddy ingat encok yess🤣🤣🤣
Jangan lupa dukungannya bestie❤