Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 6



Pencarian Arra di lakukan pada malam hari itu. Dante mengerahkan semua anak buahnya bahkan meminta bantuan kepada polisi setempat. Mereka mencari keberadaan Arra di setiap sudut kota. Akan tetapi, mereka tidak berhasil menemukan Arra.


Gadis itu seperti hilang bak di telan bumi. Bahkan ponselnya pun tidak bisa di lacak.


Seluruh keluarga William cemas. Kabar hilangnya Arra sudah sampai di Indonesia. Gerry bersiap berangkat ke Milan pada hari itu juga. Sedangkan Allegra tetap stay di Indonesia untuk menjaga Ardan yang sedang kritis di rumah sakit. Sedangkan Aslan fokus di kuliahnya.


***


Mansion keluarga William.


Ketegangan terjadi di dalam mansion tersebut, di mana semua orang berpikir keras untuk menemukan keberadaan Arra.


"Aku yakin jika dia di culik oleh Cosa Nostra!!" Dante bersuara dengan nada dingin.


"Black! Berangkat ke New York sekarang juga, dan cari keberadaan Arra! Aku yakin kalau Carlos membawa dia ke sana!" titah Dante kepada pria berkulit gelap dan berkepala pelotos itu itu.


"Baik!" jawab Black seraya beranjak dan mengajak beberapa temannya yang akan menemaninya ke New York.


"Lily, apakah Arra tidak memberi tahu kepadamu jika dia akan pergi?" tanya Dante kepada putrinya, Emily yang berada di pelukan suaminya menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Daddy, bagaimana ini? Gerry sudah menuju kemari dan dia pasti akan sangat marah besar kepada kita karena tidak bisa menjaga Arra." Hana mengatakan kekhawatirannya kepada Dante yang duduk di sebelahnya.


Dante mengusap wajahnya dengan kasar, kepalanya saat ini rasanya seperti akan pecah karena memikirkan Arra.


"Aku akan mencari keberadaan Arra. Aku yakin jika gadis itu masih berada di kota ini." Dom beranjak namun di cegah oleh istrinya, dan Dante.


"Jangan ke mana-mana, Dom! Lily sedang hamil dan kau harus menjaganya, masalah ini biar di urus oleh semua bodyguard," jelas Dante kepada menantunya.


"Aku yang akan mencarinya!" Dante bangun dari duduknya, dikuti oleh istrinya.


"Aku ikut, Dad!" Hana memandang suaminya penuh harap, akan tetapi Dante melarangnya. Akan tetapi , Hana kekeuh ingin ikut mencari keberadaan cucunya, akhirnya Dante mengalah dan mengizinkan Hana ikut bersamanya.


***


"Carlos, sudah larut malam! Aku harus segera pulang. Semua keluargaku pasti sedang mencariku." Arra melepaskan tangan Carlos yang masih merengkuh pinggang rampingnya.


"Ini masih sore!" Carlos berkata tegas, tidak ingin di bantah. Kemudian ia merengkuh pinggang gadis itu kembali, hingga merepat pada tubuhnya.


"Tapi—"


"Ssttt, hanya malam ini saja. Aku tidak akan menyakitimu!" Carlos menempelkan jari telunjuknya pada bibir Arra yang tipis dan ranum itu. Manik tajam menatap kedua bola mata Arra dengan dalam, membuat gadis cantik itu seolah terhipnotis dengan pesona bos mafia itu.


"Baiklah kalau begitu. Tapi, lima belas menit lagi aku harus segera pulang," jawab Arra.


"Tidak masalah!" Carlos menjawab sambil menerima segelas wine yang di berikan oleh pelayan di rumahnya. Lalu memberikan Wine tersebut kepada Arra.


"Ini adalah wine termahal di dunia. Kau harus mencobanya!" Carlos tersenyum tipis saat Arra menerima gelas yang berisi wine itu.


"Kedengarannya sangat menarik!" Arra mencium aroma wine tersebut, lalu menggoyangkan gelas yang berisi wine itu beberapa kali. Kemudian baru menyesapnya sedikit demi sedikit.


"Bagaimana?" tanya Carlos.


"Hemmm ... rasanya sungguh luar biasa. Ini adalah wine terbaik yang pernah aku rasakan," ucap Arra sambil tersenyum senang, tapi tiba-tiba kepalanya mendadak terasa berat dan pusing.


"Are you oke, Sayang?" Carlos mengambil gelas yang di pegang Arra kemudian menyerahkan kepada pelayannya.


"Emh ... Pusing." Arra menjawab, dan tidak berselang lama dirinya sudah tidak sadarkan diri di pelukan Carlos.


"Aku mendapatkanmu!" Carlos tersenyum iblis.