Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 9



Malam hari di Kota Milan.


Dante menerima pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal.


“Temui aku di pusat kota. Maka kau akan tahu keberadaan Arra.” Kurang lebih seperti itu isi pesan tersebut.


“Carlos!” Dante yakin jika perginya Arra ada hubungannya dengan iblis itu.


Dante memberitahukan pesan singkat itu kepada Gerry dan Dom. Dan kedua pria itu ingin ikut bersamanya, sekaligus melindunginya. Dante pun setuju, akhirnya ketiga pria itu berangkat bersama menuju pusat kota, tidak lupa membawa rombongan bodyguard.


Benar dugaan Dante jika Carlos lah penyebab hilangnya Arra selama satu minggu ini. Mereka sudah sampai pusat kota dan ada Carlos di sana sedang menunggu mereka.


“Kau!!” Dom geram dengan pria iblis itu.


“Hai, Bung!” Carlos menyapa dengan nada santai, namun terdengar sangat menyebalkan.


“Dia siapa?” Gerry bertanya kepada Dante.


“Sepertinya dia yang sudah membawa putrimu pergi,” jawab Dante.


“APAA!!” Gerry benar-benar marah mendengarnya, kemudian ia ingin menghajar pria itu namun di tahan oleh Dom.


“Jangan, Ger! Dia adalah ketua mafia,” ucap Dom.


“Aku tidak peduli!” Gerry menepis tangan Dom yang menahan pundaknya.


“Tenang, Tuan ... Tuan. Aku mengajak kalian bertemu untuk memberi tahu kabar bahagia.” Carlos bersuara seraya menatap ketiga pria yang berdiri tidak jauh darinya itu. “Aku dan Arra sudah resmi menikah. Jadi, aku meminta doa kalian agar hidup kami bahagia,” lanjut Carlos.


“Pengecut!!! Beraninya kau!!!!”” Gery benar-benar murka dengan Carlos yang sudah berani mengambil anak gadisnya dengan cara seperti ini.


“Maaf, Ayah mertua. Jika aku sudah mengecewakanmu. Sekarang kalian bisa tidur nyenyak, karena sudah mengetahui keberadaan Arra,” jawab Carlos tersenyum iblis sambil menatap Gerry.


Dom sudah menodongkan senjata apinya ke arah Carlos. “Kau sudah mengibarkan bendera perang! Eugino!” sentak Dom seraya menekan pelatuk senjata apinya, bersiap menembak pria itu.


“Kau berani menembakku? Maka nyawa Arra yang akan menjadi taruhannya!” ucap Carlos dengan nada datar dan dingin.


“Dom!” Dante memperingatkan menantunya agar menurunkan senjatanya.


“Terserah!” Carlos tidak memedulikan umpatan Dom. Dia sudah sangat terobsesi dengan Arra, dan akan melakukan apa saja untuk menjerat gadis itu.


“Kembalikan putriku!!!” Gerry kali ini tanpa takut mendekati pria itu, kemudian melayangkan bogem mentah ke wajah tampan Carlos.


“Bajingan!! Di mana kau menyembunyikan putriku!!!” bentak Gery dengan kuat.


Carlos diam, tidak melawan pria yang memukulnya, karena Gerry adalah ayah mertuanya.


BUGH


BUGH


Gerry memukuli Carlos yang sudah tersungkur di atas jalanan aspal. Dante dan Dom, tidak melerai, karena Carlos memang pantas untuk mendapatkannya.


“Aku akan membawa putrimu jika sudah waktunya! Dia akan baik-baik saja hidup bersamaku! Ayah mertua.” Carlos menjawab ucapan Gerry.


“Cuih!!” Gerry meludahi wajah Carlos.


Carlos memejamkan matanya, seraya mengusap wajahanya dengan lengannya. Dia menahan emosinya. Jika pria yang ada di hadapannya ini bukan ayah mertuanya, maka sudah di pastikan Gerry akan lenyap di tangannya.


“Kau adalah seorang pembunuh!! Jadi, mana mungkin kau bisa menjaga dan bersikap baik kepada putriku!!!”


“Beri aku kesempatan." Mohon Carlos dengan suara pelan, mendongak dan menatap Gerry yang berdiri di dekatnya. Dia merendahkan dirinya demi mendapatkan restu dari Gerry.


Dante dan Dom tercengang ketika mendengar ucapan Carlos. Tidak percaya jika Carlos bisa memohon seperti itu.


“Gerry, jangan dengarkan dia!” Dante mengingatkan putranya.


“Aku tidak akan memberikanmu restu! Kembalikan Arra kepada kami!” ucap Gerry dengan tegas.


Carlos bangkit, lalu berdiri dengan tegap, seraya mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. “Aku tidak akan membawa Arra kepada kalian, sebelum kalian memberikan restu kepadaku!” jawab Carlos lalu masuk ke dalam mobil mewahnya.


“Keparat!!!” umpat Gerry.