Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Ekstra Part 14



Waktu berputar begitu cepat, tidak terasa kehamilan Emily sudah memasuki usia 6 bulan. Wanita hamil itu semakin terlihat bersinar seiring bertambahnya usia kehamilannya.


Hana dan Dante sudah kembali ke Italia, setelah anak pertama Gerry keadaannya sudah membaik.


Dom dan Emily tidak sabar menanti kehadiran buah hatinya. Saat ini Dom dan Emily sedang berada di dalam kamar pada sore hari itu. Mereka baru selesai mandi bersama.


Emily berdiri di depan meja rias sambil membantu suaminya menyisir jambangnya yang semakin lebat dan panjang itu.


"My Dom! Anak kita akan ketakutan jika melihatmu berpenampilan seperti ini." Emily membelai jambang suaminya lalu beralih menarik rambut gondrong Dom.


''Lalu aku harus apa? Apakah aku harus memangkas rambutku serta mencukur jambangku?'' Dom menjawab ucapan istrinya dengan nada sedikit kesal, karena dia sudah memanjangkan rambutnya selama bertahun-tahun, dan dia sangat sayang dengan rambut gondrongnya itu.


"Kau keberatan jika harus mencukur jambang dan memangkas rambutmu ini?!" Emily tidak kalah kesal dari suaminya.


"My lily, tolong mengert—." Belum selesai berbicara, Emily sudah memotong ucapannya.


"Oke, sekarang aku paham kalau Uncle lebih menyayangi rambut dari pada anakmu sendiri!!" Emily melemparkan sisir yang di pegangnya ke dada bidang suaminya, kemudian ia keluar dari kamar dengan perasaan kesal.


Emily menundukkan dirinya di ruang keluarga, di sana ada Hana yang sedang bercengkrama dengan Dante.


''Lily, kenapa wajahmu terlihat murung begitu?'' tanya Hana kepada putrinya yang duduk berseberangan dengannya sambil bersedekap di dada.


''Aku lagi kesal!" jawab Emily, memanyunkan bibirnya.


''Why? Apakah Dom menyakitimu?" kali ini Dante yang bertanya kepada putrinya.


''Aku hanya memintanya untuk memotong rambut dan juga mencukur jambangnya! Apakah aku salah?" Emily menjelaskan kepada orang tuanya. Lalu tatapannya beralih pada pria gondrong yang berjalan ke arahnya.


''My Lily, jangan merajuk lagi." Dom berkata ketika sudah mendudukkan dirinya di samping istrinya.


"Minggir!! Aku malas melihat wajah Uncle!!" Emily beranjak dari duduknya, menuju kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya itu.


Dom menggembungkan kedua pipinya ketika melihat istrinya yang sangat marah kepadanya.


''Lebih baik kau segera memotong rambut dan mencukur jambangmu jika tidak nanti malam pasti kau akan tidur di luar!" Hana memberikan saran kepada menantunya itu.


Dom menanggapi perkataan Hana dengan memutar kedua bola matanya dengan malas. Kemudian dia beranjak lalu menuju kamarnya. Dan benar saja pintu kamarnya itu dikunci dari dalam.


"My Lily!" seru Dom sembari menggedor pintunya.


"Malam ini kau tidur di luar!! Jangan harap masuk ke dalam kamar ini jika kau belum memotong rambutmu!!" jawab Emily dari dalam kamar.


"Sial!" umpat Dom seraya menyugar rambut gondrongnya.


Dante dan Hana saling pandang saat mendengar teriakan Emily dari dalam kamar. Mereka berdua kompak menahan tawa saat melihat penderitaan Dom.


"My Lily, please! Kau akan kedinginan jika tidur tidak di pelukanku!" seru Dom sembari menempelkan telinganya di daun pintu kamar tersebut. Tidak ada jawaban dari istrinya, membuatnya menjadi tambah resah.


"Apakah aku harus mencukur jambang dan memangkas rambutku ini?!" Dom menjadi gegana memikirkannya.


Kemudian ia beranjak dari sana menuju halaman mansion, mencari keberadaan Black.


"Black! Antarkan aku ke tempat pangkas rambut terbaik di kota ini!" seru Dom kepada Black yang sedang berlari mengelilingi air mancur di halaman mansion.


Black menghentikan langkah kakinya lalu menghampiri pria gondrong yang berdiri tidak jauh dari sana.


"Kau ingin memangkas rambutmu?" tanya Black, Dom mengangguk sebagai jawaban.


"Botak saja Dom! Botak itu happy!" Black mengusap kepala pelontosnya sambil tersenyum lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.


Dom menajamkan tatapannya dan raut wajahnya semakin datar.


"Oke ... Oke, aku hanya bercanda." Black mengangkat kedua tangannya seolah di todong senjata api.