Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Penyusup



Dante sudah menemukan titik keberadaan Arra, ia dan juga anak buahnya sudah menyusun rencana untuk menyelamatkan Arra. Dan pagi itu mereka berangkat ke rumah mewah Carlos. Mereka mengintai dari kejauhan dan menunggu situasi aman, karena melihat ada beberapa penjaga yang menjaga pintu gerbang mewah itu.


Di dalam rumah mewah itu sendiri. Carlos dan beberapa bodyguard-nya bersiap untuk berangkat keperusahaanya.


“Tetap jaga dan awasi gadis itu!” titah Carlos kepada bodyguard-nya yang berjaga di depan pintu kamar Arra.


“Baik, Tuan!” jawabnya dengan nada tegas.


Arra menempelkan telinganya di daun pintu kamarnya itu, menguping pembicaraan Carlos. “Jadi, dia akan pergi? Bagus, ini kesempatan yang baik untuk melarikan diri,” gumam Arra, kemudian ia berjalan menuju tempat tidur. Ia menundukkan badannya berusaha untuk mengambil ponselnya yang tadi malam ia lemparkan ke bawah kolong tempat tidur. Setelah berusaha keras, ia akhirnya mendapatkan ponselnya itu.


“Akhirnya dapat, tapi lowbatrei,” gumam Arra, ia segera membuka aplikasi chat. Dante mengirimkan banyak pesan kepadanya, menyatakan jika Opa-nya itu sudah berada di sekitar rumah Carlos.


Arra segera membalas pesan tersebut, memberitahukan jika Carlos sebentar lagi akan pergi. Serta memberitahukan letak semua penjaga di setiap sudut rumah tersebut, Arra juga berpesan kepada Dante jika harus berhati-hati.


Arra segera mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya itu ke dalam Bra-nya. Agar aman.


Dante membaca pesan yang di kirimkan oleh Arra, pria tua dengan sejuta pesona itu segera meminta anak buahnya untuk segera bersiap. Benar saja tidak berselang lama ada mobil mewah berwarna hitam keluar dari rumah tersebut.


“Carlos sudah pergi,” ucap Black kepada Dante.


“Tunggu aman, Black!” tegas Dante.


Mereka menunggu sampai mobil Carlos sampai benar-benar tidak terlihat, barulah setelah itu mereka beraksi. Dante siap dengan senjata api yang ada di tangannya, begitu pula dengan anak buahnya. Mereka satu persatu turun dari mobil. Misi penyelamatan Arra di mulai.


***


Arra menggedor pintu kamarnya dengan keras, “Hei! Aku lapar!!” teriak Arra dengan keras, diiringi dengan ketukan pintu yang kuat.


CEKLEK


Pintu sudah terbuka, Arra mengumpat kesal sambil menatap tajam Bodyguard berbadan kekar dan berpakaian serba hitam itu.


“Apakah kalian ingin membuatku mati kelaparan!” Arra berkacak pinggang masih menatap tajam pria tersebut.


“Anda mempunyai waktu 10 menit untuk mengisi perut!” ucap bodyguard tersebut datar, mengikuti Arra yang sudah berjalan menuju ruang makan.


“Aku tidak suka dengan menu makanannya!” Arra menyingkirkan hidangan yang ada di hadapannya. “Aku ingin menu makanan dari Indonesia!” Ia sengaja mengulur waktunya itu.


“Nona makanlah yang ada, jika tidak--”


“Jika tidak apa? Baiklah aku tidak akan makan, biar aku mati kelaparan, kalian juga nantinya yang akan terkena amukan iblis itu!” jawab Arra sembari menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap sebal bodyguard tersebut.


Bodyguard tersebut menghela nafas panjang, seraya memerintahkan koki untuk memasak hidangan Indonesia.


“Ada penyusup!” suara dari HT yang tersambung di handsfree bodyguard itu yang terpasang di telinga kanannya.


Bodyguard tersebut terdiam seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang makan itu, lalu tatapan matanya beralih menatap Arra yang sedang mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja makan.


“Mana makananku!” teriak Arra seolah tidak sabar, padahal ia tadi melihat sekelebat bayangan Dante yang kini bersembunyi di dekat tangga.


Tidak berselang lama terdengar suara tembakan dari luar rumah. Bodyguard tersebut berserta rekan-rekannya langsung mengeluarkan senjata mereka, dan mengelilingi Arra.


“Apakah di luar tadi ada suara kembang api?” tanya Arra sok polos.